Pemetaan sebaran bawah permukaan situs arkeologi Biting Blok Randu Kabupaten Lumajang Jawa Timur berdasarkan survei Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner

Annisa, Zahra (2016) Pemetaan sebaran bawah permukaan situs arkeologi Biting Blok Randu Kabupaten Lumajang Jawa Timur berdasarkan survei Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
12640007.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

INDONESIA:

Situs arkeologi Biting merupakan peninggalan kerajaan Lamajang Tigang Juru. Salah satu peninggalan yang tampak dari peradaban ini yaitu sebuah benteng dengan panjang 10 km, lebar 6 meter dan tinggi 10 m. Penelitian ini bertujuan untuk menduga letak sebaran batuan benteng yang masih terpendam di Situs Biting Blok Randu dengan metode Geolistrik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat Resisitivitymeter dengan konfigurasi Wenner-mapping. Pengolahan data dan pemodelan dilakukan menggunakan software Res2dinV, Corel Draw dan Photoshop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah yang memiliki nilai resistivitas (>25Ωm) adalah nilai resistivitas batu bata. Ini diduga sebagai batuan penyusun benteng. Letak pondasi terletak pada titik A (8o 4’ 41,53” LS, 113o 13’ 54,04”BT), dan titik B (8o 4’ 42, 91” LS, 113o 13’ 54,10” BT) dan (8o 4’ 42,20” LS, 113o 13’ 54,38 BT”) dan dinding yang terpendam terletak pada titik X (8o 4’ 42,45” LS, 113o 13’ 54,91 BT”) dan (8o 4’ 40,20” LS, 113o 13’ 54,86 BT”).

ENGLISH:

Biting archeology site is Lamajang Tigang Juru empire inheritance. One of this empire inheritance appears on the huge wall inheritance whose 10 miles length, 6 meters width, and 10 meters height.This research aimed to predict the fort’s boulder which scattered and buried on Situs Biting Blok Randu with Geoelectric method. The data gathered by using Resisitivitymeter and configurated using wenner-mapping configuration. Data processing and modeling was conducted by using Res2dinV, Corel Drawand Photoshop. It showed that the area which had resistivity (>25Ωm) was the same of resistivity of brick and it was expected as the building block of the empire forts. The foundation placed in point A (8o 4’ 41,53” N, 113o 13’ 54,04”W), and point B (8o 4’ 42, 91” N, 113o 13’ 54,10” W) and (8o 4’ 42,20” N, 113o 13’ 54,38 W”) and buried part of the wall placed in point X (8o 4’ 42,45” N, 113o 13’ 54,91 W”) and (8o 4’ 40,20” N, 113o 13’ 54,86 W”).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Basid, Abdul and Syarifah, Umaiyatus
Keywords: Situs Biting; Metode Geolistrik; Nilai Resistivitas; Biting Site; Geo-electric Method; Resistivity Value
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Fisika
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 06 Dec 2016 09:49
Last Modified: 06 Dec 2016 09:49
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5229

Actions (login required)

View Item View Item