Responsive Banner

Pertimbangan hakim terhadap putusan nomor 1202/Pdt.G/2020/PA.Pdlg tentang permohonan izin Poligami dengan alasan ingin menjalankan Sunnah Rasulullah: Studi di Pengadilan Agama Pandeglang Banten

Makhzumi, Farij Hidayat (2023) Pertimbangan hakim terhadap putusan nomor 1202/Pdt.G/2020/PA.Pdlg tentang permohonan izin Poligami dengan alasan ingin menjalankan Sunnah Rasulullah: Studi di Pengadilan Agama Pandeglang Banten. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18210185.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Perkara permohonan izin poligami yang diajukan oleh pemohon dengan alasan ingin menjalankan sunnah rasulullah telah dikabulkan oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Agama Pandeglang. Akan tetapi terdapat ketidaksesuaian fakta yang terjadi antara alasan pemohon dengan teori hukum positif terhadap pemenuhan syarat alternatif dalam undang-undang perkawinan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menelaah interpretasi hukum majelis hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami ketika alasan pemohon tidak sesuai dengan syarat alternatif dalam undang-undang, serta pertimbangan majelis hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami dengan alasan ingin menjalankan sunnah rasulullah ditinjau dari perspektif sirah nabi.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan majelis hakim Pengadilan Agama Pandeglang sebagai sumber data primer serta sumber data sekunder berupa putusan Pengadilan Agama Pandeglang Nomor 1202/Pdt.G/2020/PA.Pdlg, jurnal, dan buku-buku yang berkaitan dengan judul penelitian.

Hasil dari penelitian ini bahwa interpretasi hukum majelis hakim dalam mengabulkan permohonan izin poligami berdasarkan dari 3 (tiga) unsur tujuan hukum peradilan yaitu unsur kepastian hukum, unsur keadilan dan unsur kemanfaatan agar dapat terlindunginya hak-hak istri pertama maupun hak-hak dari calon istri kedua, adanya legalitas hukum dalam ikatan pernikahan bagi calon istri kedua, adanya kekhawatiran jika pemohon tetap melakukan pernikahan secara sirri dengan calon istri kedua. Serta melihat dari konsep maslahah kaidah ushul fiqih, serta berdasarkan dari fakta-fakta yang terjadi ketika proses persidangan. Sedangkan pertimbangan majelis hakim terkait permohonan izin poligami dengan alasan ingin menjalankan sunnah rasulullah ditinjau dari perspektif sirah nabi, bahwa anggapan poligami sebagai sunnah rasulullah tidak semestinya disandarkan kepada poligami yang dilakukan oleh rasulullah sebagai suatu hal yang sunnah, melainkan rasulullah melakukan poligami karena atas dasar kepentingan umat dalam berdakwah untuk menyebarkan agama Islam dan untuk melindungi hak-hak perempuan.

ABSTRACT

The case of the application for a polygamy permit filed by the applicant on the grounds that he wanted to practice the sunnah of the Messenger of Allah was granted by a panel of judges in a trial at the Pandeglang Religious Court. However, there is a discrepancy in facts that occurs between the applicant's reasoning and the positive legal theory against the fulfillment of alternative conditions in the marriage law.

The purpose of this study is to understand and examine the legal interpretation of the panel of judges in granting a polygamy permit application when the applicant's reasons are not in accordance with alternative conditions in the law, as well as the judges' consideration in granting a polygamy permit application on the grounds of wanting to practice the sunnah of the Prophet is viewed from the perspective of the prophet's sirah.

This research uses a type of empirical legal research using qualitative approach methods. The method of source legal materials used in this study uses the interview method with the panel judges at the Pandeglang Religious Court as primary legal sources and secondary legal sources in the form of Pandeglang Religious Court decision Number 1202 / Pdt.G / 2020 / PA. Pdlg, journals, and books related to research titles.

The result of this study is that the legal interpretation of the panel of judges in granting the application for polygamy permission is based on 3 (three) elements of judicial legal objectives, namely elements of legal certainty, elements of justice and elements of expediency in order to protect the rights of the first wife and the rights of the prospective second wife, the existence of legal legality in the marriage bond for the prospective second wife, there are concerns if the applicant continues to marry sirri with the prospective second wife. As well as looking at the concept of maslahah rules of jurisprudence, and based on from facts that occurred during the trial process. While the consideration of the panel of judges regarding the application for permission to polygamy on the grounds of wanting to carry out the sunnah of the Prophet is viewed from the perspective of the Prophet's sirah, that the assumption of polygamy as the sunnah of the Prophet should not be based on polygamy carried out by the Prophet as a sunnah, but the Prophet did polygamy because it was based on the interests of the ummah in preaching to spread Islam and to protect women's rights.

ملخص البحث

ووافقت هيئة من القضاة في محاكمة في محكمة باندغلانغ الدينية على طلب الحصول على تصريح تعدد الزوجات الذي قدمه مقدم الطلب على أساس أنه يريد ممارسة سنة رسول الله. ومع ذلك ، هناك تباين في الحقائق التي تحدث بين منطق مقدم الطلب والنظرية القانونية الإيجابية ضد استيفاء شروط بديلة في القانون الزواج.

الغرض من هذه الدراسة هو فهم وفحص تفسير هيئة القضاة في منح طلب تصريح تعدد الزوجات عندما تكون أسباب مقدم الطلب غير متوافقة مع الشروط البديلة في القانون ، وكذلك ينظر إلى نظر القضاة في منح طلب تصريح تعدد الزوجات على أساس الرغبة في ممارسة السنة النبوية من استعرض السيرة النبوية.

يستخدم هذا البحث نوعا من البحث القانوني التجريبي باستخدام أساليب النهج النوعي. تستخدم طريقة جمع المواد القانونية المستخدمة في هذه الدراسة طريقة المقابلة مع هيئة المحكمة الدينية بانديجلانج من القضاة كمصادر قانونية أولية ومصادر قانونية ثانوية في شكل قرار محكمة بانديجلانج الدينية رقم 1202 / Pdt.G / 2020 / PA. Pdlg والمجلات والكتب المتعلقة بعناوين البحوث.

وكانت نتيجة هذه الدراسة أن التفسير القانوني لهيئة القضاة في منح طلب الإذن بتعدد الزوجات يستند إلى 3 (ثلاثة) عناصر من الأهداف القانونية القضائية، وهي عناصر اليقين القانوني، وعناصر العدالة، وعناصر النفعية من أجل حماية حقوق الزوجة الأولى وحقوق الزوجة الثانية المحتملة، وجود شرعية قانونية في رابطة الزواج للزوجة الثانية المحتملة ، هناك مخاوف إذا استمر مقدم الطلب في الزواج من سيري مع الزوجة الثانية المحتملة. وكذلك النظر في مفهوم القواعد الفقهية للمسلكة، والاطلاع على الوقائع التي حدثت أثناء عملية المحاكمة. ولما كان نظر هيئة القضاة في طلب الإذن بتعدد الزوجات على أساس الرغبة في تنفيذ السنة النبوية ينظر إليه من منظور الوصية النبوية، فإن افتراض تعدد الزوجات كسنة النبي لا ينبغي أن يستند إلى تعدد الزوجات الذي يقوم به النبي كسنة، لكن النبي قام بتعدد الزوجات لأنه كان قائما على مصالح الأمة في الدعوة لنشر الإسلام وحماية حقوق المرأة.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zuhriah, Erfaniah
Keywords: Pertimbangan Hakim; Poligami; Sunnah Rasulullah. Judge's Consideration; Polygamy; Sunnah of the Messenger of Allah. نظر القاضي; تعدد الزوجات; سنة رسول الله.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012817 Polygamy
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Farij Hidayat Makhzumi
Date Deposited: 03 Jul 2023 09:22
Last Modified: 13 Jul 2023 14:23
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51830

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item