Danastri, Manda Intan (2023) Tinjauan yuridis putusan Mahkamah Agung nomor 7P/HUM/2020 atas penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan perspektif maslahah mursalah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
16230093.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (876kB) | Preview |
Abstract
INDONESIA:
Kesehatan harus dimiliki dan dilindungi serta menjadi hak dasar setiap individu sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Repubik Indonesia 1945, untuk itu negara haruslah menjamin urusan tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat banyak polemik, salah satunya Iuran Peserta yang mendadak naik menjari 100%. Keputusan yang mendapat banyak keluhan dari mayarakat, pelaksanaannya masih sering ditemui banyak kendala, apa yang dibayarkan tidak setimpal dengan layanan.
Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yakni analisis normatif Putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM/2020 terhadap penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan oleh BPJS. Kedua penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan oleh BPJS pasca Putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM2020 perspektif maslahah mursalah.
Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Data yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder yang dapat dilihat melalui metode penelitian. Metode analisa yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif yaitu berusaha menjabarkan menganalisa dan menilai sumber dan materi hukum yang berkaitan dengan pembahasan.
Hasil dari penelitian ini bahwa iuran tidak mengalami penurunan yang signifikan meski putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM/2020 terhadap penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan telah membatalkan jumlah tarif iuran yang termaktub dalam Pasal 34 ayat (1) dan (2) pada Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019. Iuran dirasa tetap memberatkan, namun Putusan tersebut merupakan hasil kebijakan yang telah mengedepankan kemaslahatan rakyat dan bentuk usaha menghindarkan mafsadah (kerusakan).
ENGLISH:
Health must be owned and protected, and is a basic right of every individual in accordance with the mandate of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, for that the state is obliged to guarantee it. However, in it's implementation there are many polemics, one of is the Participant Contribution which suddenly rises to 100%. A decision that many people complain about, its implementation is still often encountered with many obstacles, and what is paid is not commensurate with the service.
In this study, there are two problem formulations, namely normative analysis of the Supreme Court's Decision Number 7 P/HUM/2020 concerning the Implementation of Health Social Security by BPJS. Second, the implementation of health social security by BPJS after the Supreme Court Decision Number 7 P/HUM2020 from the perspective of maslahah mursalah.
This research is a normative legal research with a statutory approach. The data used are primary and secondary legal materials that can be seen through research methods. The analytical method used is descriptive method, which is trying to describe, analyze, and assess legal sources and materials related to the discussion.
The results of this study indicate that contributions have not decreased significantly even though the Supreme Court's decision Number 7 P/HUM/2020 concerning the Implementation of Health Social Security has canceled the amount of the contribution rate as stipulated in Article 34 paragraphs (1) and (2) of Presidential Regulation Number 75 of 2019 Contributions are still considered burdensome, but the decision is the result of a policy that prioritizes the benefit of the people and is a form of effort to avoid mafsadah (damage).
ARABIC:
يجب أن تكون الصحة مملوكة ومحمية وهي حق أساسي لكل فرد وفقًا للولاية المنصوص عليها في دستور جمهورية إندونيسيا لعام 1945 ، ولهذا السبب يجب على الدولة ضمان هذا الأمر. ومع ذلك ، في الممارسة العملية ، كان هناك العديد من الجدل ، أحدها كان رسوم المشاركة التي ارتفعت فجأة إلى 100٪. القرارات التي تلقت العديد من الشكاوى من المجتمع ، لا يزال التنفيذ يواجه في كثير من الأحيان العديد من العقبات ، ما يتم دفعه لا يتناسب مع الخدمة.
في هذا البحث ، هناك صيغتان للمشكلة ، وهما التحليل المعياري لقرار المحكمة العليا رقم
7 P / HUM / 2020 بشأن تنفيذ الضمان الاجتماعي الصحي من قبل BPJS. ثانيًا ، تنفيذ الضمان الاجتماعي الصحي من قبل BPJS بعد قرار المحكمة العليا رقم 7 P / HUM2020 من منظور المصلحة المرسلة.
هذا البحث هو بحث قانوني معياري بمنهج قانوني. البيانات المستخدمة هي مواد قانونية أولية وثانوية يمكن رؤيتها من خلال طرق البحث. الأسلوب التحليلي المستخدم هو الأسلوب الوصفي ، أي محاولة وصف وتحليل وتقييم المصادر والمواد القانونية المتعلقة بالمناقشة.
تظهر نتائج هذه الدراسة أن المساهمات لم تنخفض بشكل ملحوظ على الرغم من أن قرار المحكمة العليا رقم 7 P / HUM / 2020 ضد تنفيذ الضمان الاجتماعي الصحي قد ألغى مقدار معدلات المساهمة المنصوص عليها في المادة 34 الفقرات (1) و ( 2) من اللائحة الرئاسية رقم 75 لسنة 2019. لا تزال الرسوم تشكل عبئًا ثقيلًا ، لكن القرار جاء نتيجة سياسة تعطي الأولوية لمنفعة الناس وهو شكل من أشكال الجهد لتجنب الضرر.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Hasba, Irham Bashori |
Keywords: | Iuran; Jaminan Kesehatan; Maslahah Mursalah Contributions; Health Insurance; Maslahah Mursalah مساهمة،تأمينصحي،مصلحةمرسلة |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara |
Depositing User: | Manda Intan Danastri |
Date Deposited: | 12 Jul 2023 10:33 |
Last Modified: | 12 Jul 2023 10:33 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51624 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |