Responsive Banner

Modernisasi pendidikan pesantren: Studi kasus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Mu’arif, Amrul (2015) Modernisasi pendidikan pesantren: Studi kasus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11110174.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun silam. Pesantren dituntut untuk memahami kembali identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam, sementara di pihak lain, pesantren juga dihadapkan pada tuntutan untuk membuka diri terhadap sistem pendidikan modern yang bersumber dari luar pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren dihadapkan pada tuntutan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, kualitas sumber daya insani yang diperlukan dalam kehidupan modern.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan modernisasi pendidikan pesantren di pondok pesantren Tebuireng Jombang, (2) mendeskripsikan faktor apa saja yang mendukung dan menghambat adanya modernisasi pendidikan pesantren di pondok pesantren Tebuireng Jombang.

Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara pengumpulan data, mereduksi data yang tidak relevan, menyajikan data, kemudian penarikan kesimpulan. Dalam menguji keabsahan data digunakan teknik trianggulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Modernisasi pendidikan pesantren di pondok pesantren Tebuireng Jombang sudah dimulai pada tahun 1932 di bawah naungan kepengasuhan kyai Wahid Hasyim hingga pada periode kepengasuhan yang ke-7 yaitu pada periode KH. Salahuddin Wahid yang memimpin pesantren Tebuireng pada tahun 2006 hingga sekarang ini. Dan pada periode kepengasuhan KH. Salahuddin Wahid pembaharuan pada pendidikannya mencakup pembaharuan pada 4 sektor yang diantaranya meliputi pembaharuan pada SDMnya, metode, kurikulum, dan evaluasinya. (2) Faktor yang menjadi pendukung adanya modernisasi pendidikan pesantren di Tebuireng Jombang adalah kemampuan pengasuh, adanya pemimpin yang kuat dan bervisi, dibentuknya madrasah diniyah, dan adanya UPMP (Unit Penjamin Mutu Pendidikan). Dan faktor yang menjadi penghambat adanya modernisasi pendidikan pesantren adalah belum seimbangnya antara pembangunan fisik dengan SDM tenaga pengajar, kurang kompaknya antara majlis ilmi dengan unit penjamin mutu, perbedaan kebijakan masing-masing unit, pemilihan tenaga pengajar yang tidak selektif dan tidak kompeten, konsep barokah yang mematikan orientasi ilmiah, dan pengembangan sistem mutu pendidikan yang tidak tetap.

ENGLISH:

Boarding school is an educational institution of the oldest in the course of life Indonesia since hundreds of years ago. Schools are required to understand the back identity as Islamic educational institutions, while on the other hand, schools are also faced with demands to open up to the modern education system that is sourced from outside schools. In this case the boarding school faced with the demand to contribute to improving the quality of education, quality human resources needed in modern life.

The purpose of this study was to: (1) describe the modernization of pesantren education in boarding school in Jombang Tebuireng, (2) describe factors that support and hinder the modernization of pesantren education in boarding school in Jombang Tebuireng.

To achieve the above purpose, use descriptive qualitative research approaches, and data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data were analyzed by collecting data, reducing irrelevant data, presents the data, and then drawing conclusions. In testing the validity of the data used triangulation techniques.

The results showed that, (1) Modernization of education in boarding schools Tebuireng Jombang already started in 1932 under the auspices of parenting clerics Wahid Hasyim up on parenting period to-7 ie in the period KH. Salahuddin Wahid boarding Tebuireng who led in 2006 to the present. And in the period of care KH. Salahuddin Wahid reforms on education include reforms in sectors 4 in between includes updates on human resources, methods, curriculum, and evaluation. (2) Factors that are support the modernization Tebuireng Jombang pesantren education is the ability of caregivers, the existence of a strong leader and visionary, the establishment of madrassas diniyah, and the UPMP (Education Quality Assurance Unit). And the factors that become an obstacle for modernization of pesantren education is not the imbalance between the physical development of the human faculty, less compact between the majlis ilmi the quality assurance unit, the difference in the policies of each unit, the selection of teaching staff are not selective and incompetent, barakah concept lethal scientific orientation, and development of a quality system of education that is not fixed.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Amrullah, Abdul Malik Karim
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAmrullah, Abdul Malik KarimUNSPECIFIED
Keywords: Modernisasi; Pendidikan Pesantren; Modernization; Education in Boarding School
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 06 Dec 2016 16:58
Last Modified: 06 Dec 2016 16:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5162

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item