Responsive Banner

Perizinan Poligami karena hamil di luar nikah perspektif Maslahah Mursalah: Studi pandangan Hakim tentang Putusan Nomor 1780/Pdt.G/2021/PA.Bjn

Ahmad, Reza Zulfa (2023) Perizinan Poligami karena hamil di luar nikah perspektif Maslahah Mursalah: Studi pandangan Hakim tentang Putusan Nomor 1780/Pdt.G/2021/PA.Bjn. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18210193.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (11MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara perizinan poligami dalam putusan Nomor 1780/Pdt.G/2021/PA.Bjn berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974, dan bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan Nomor 1780/Pdt.G/2021/PA.Bjn ditinjau dari Maslahah Mursalah.

Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif (library research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder Teknik pengumpulan bahan menggunakan teknik inventarisasi, kategorisasi, dan studi kepustakaan.

Hakim mempertimbangkan syarat-syarat alternatif dan kumulatif yang dianggap telah dipenuhi oleh pemohon. Pada dasarnya kedua belah pihak telah bersepakat untuk melaksanakan perjanjian kewajibannya. Kesepakatan kedua belah pihak yakni, Pemohon akan memenuhi syarat kumulatif, dan Termohon akan memberikan izin kepada Pemohon untuk dapat berpoligami. Dalam mengadakan perjanjian, syarat sahnya perjanjian itu telah terpenuhi, yaitu Termohon sebagai orang yang cakap. Kemudian perjanjian tersebut didasarkan pada alasan yang halal dan itikad baik kedua belah pihak untuk melakukan poligami. Sesuai dengan analisis bahwa perkara ini telah memenuhi syarat sebagai maslahah mursalah, dan perkara ini juga merupakan perkara maslahah dharuriyah karena telah memenuhi salah satu syarat maqasid syari''ah yaitu hifdzu al nasl yang artinya menjaga keturunan. Manfaat yang ditimbulkan dari hal ini jika dikabulkan akan lebih besar dari pada jika ditolak, pemberian izin poligami dapat mendatangkan manfaat karena dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi calon istri dan calon anak itu sendiri, selain itu juga akan menghindari perkawinan poligami di bawah tangan dan menikah diam-diam. Negara sebagai organisasi yang mengawasi seluruh warga negaranya akan memberikan bukti otentik bahwa telah terjadi perkawinan, sehingga para pihak dapat mempertahankan perkawinan tersebut kepada siapapun di hadapan hukum. Dan pencatatan perkawinan mempunyai implikasi yuridis dalam berbagai aspek sebagai akibat menyelenggarakan perkawinan baik menyangkut status suami istri, status anak yang dilahirkan, status harta kekayaan dan aspek keperdataan lainnya.

ABSTRACT

The purpose of this study is to find out how judges consider in deciding polygamy licensing cases in decision Number 1780/Pdt.G/2021/PA.Bjn based on Law Number 1 of 1974, and what are the judges' considerations in decision Number 1780/Pdt.G/ 2021/PA.Bjn in terms of Maslahah Musalah.

The type of research used in this research is normative legal research (library research). The approach used in this study is the case approach. The data source in this study is secondary data. Material collection techniques use inventory techniques, categorization, and literature study.

The judge considers the alternative and cumulative conditions deemed to have been fulfilled by the applicant. Basically, both parties have agreed to carry out their contractual obligations. The agreement of the two parties namely, the Petitioner will fulfill the cumulative requirements, and the Respondent will give permission to the Petitioner to be able to practice polygamy. In entering into an agreement, the conditions for the validity of the agreement have been fulfilled, namely that the Respondent is a capable person. Then the agreement is based on lawful reasons and the good faith of both parties to practice polygamy. In accordance with the analysis that this case has fulfilled the requirements as a maslahah mursalah, and this case is also a maslahah dharuriyah case because it has fulfilled one of the maqasid syari''ah requirements, namely hifdzu al nasl which means protecting offspring. The benefits arising from this if it is granted will be greater than if it is refused, granting permission for polygamy can bring benefits because it can provide certainty and legal protection for the prospective wife and the prospective children themselves, besides that it will also avoid polygamous marriages under the hands and marry quietly. The state as an organization that oversees all its citizens will provide authentic evidence that a marriage has occurred, so that the parties can defend the marriage to anyone before the law. And the registration of marriages has juridical implications in various aspects as a result of holding good marriages concerning the status of husband and wife, status of children born, status of assets and other civil aspects.

مستخلص البحث

يهدف هذا البحث إلى معرفة ما يدرسه القضاة في الفصل في قضايا ترخيص تعدد الزوجات في القرار رقم 1780 / Pdt.G / 2021 / PA.Bjn بناءً على القانون رقم 1 لعام 1974 ، وما هي اعتبارات القضاة في القرار رقم 1780 /Pdt.G/2021 /PA.Bjn من حيث مصلحة مصالح.

نوع البحث المستخدم في هذا البحث هو بحث قانوني معياري (بحث مكتبة). النهج المستخدم في هذه الدراسة هو نهج الحالة. مصدر البيانات في هذا البحث هو بيانات ثانوية ، حيث تستخدم تقنيات جمع المواد تقنيات الحصر والتصنيف ودراسة الأدبيات.

ينظر القاضي في الشروط البديلة والتراكمية التي يعتبرها مقدم الطلب قد استوفيت. في الأساس ، اتفق الطرفان على تنفيذ التزاماتهما التعاقدية. اتفاق الطرفين على وجه التحديد ، سوف يفي مقدم الالتماس بالمتطلبات التراكمية ، وسيمنح المدعى عليه الإذن لمقدم الالتماس ليتمكن من ممارسة تعدد الزوجات. عند الدخول في اتفاق ، تم استيفاء شروط سريان الاتفاقية ، أي أن المدعى عليه شخص قادر. ثم يقوم الاتفاق على أسباب مشروعة وحسن نية الطرفين لممارسة تعدد الزوجات. ووفقًا للتحليل فإن هذه الحالة قد استوفت شروط المصلحة المرسلة ، وهذه الحالة هي أيضًا قضية مصلحة الدرعية لأنها استوفت شرطًا من شروط المقاصد ، وهو حفظ النصل ، أي حماية النسل. الفوائد الناتجة عن هذا إذا تم منحه ستكون أكبر مما لو تم رفضه ، فإن منح الإذن بتعدد الزوجات يمكن أن يجلب فوائد لأنه يمكن أن يوفر اليقين والحماية القانونية للزوجة المرتقبة والأطفال المرتقبين أنفسهم ، بالإضافة إلى أنه سيتجنب تعدد الزوجات. تحت الأيدي ويتزوج بهدوء. ستقدم الدولة كمنظمة تشرف على جميع مواطنيها أدلة حقيقية على حدوث الزواج ، حتى يتمكن الطرفان من الدفاع عن الزواج من أي شخص أمام القانون. ولتسجيل الزيجات آثار قانونية من جوانب مختلفة نتيجة عقد الزواج الجيد فيما يتعلق بوضع الزوج والزوجة ، وحالة الأطفال المولودين ، وحالة الأصول ، والجوانب المدنية الأخرى.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zulaicha, Siti
Keywords: Poligami; Pertimbangan Hakim; Hamil Di Luar Nikah; Polygamy; Judge Considerations; Pregnancy Outside Of Marriage; تعدد الزوجات; اعتبارات القاضي; الحامل خارج إطار الزواج
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012817 Polygamy
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Reza Zulfa Ahmad
Date Deposited: 13 Jul 2023 09:19
Last Modified: 13 Jul 2023 09:19
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51617

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item