Khoiriyah, Inayatul (2023) Pembuktian alat bukti elektronik tanpa saksi ahli dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Bangil. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
19210088.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Pengajuan alat bukti elektronik di pengadilan sah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, meskipun belum terakomodasi baik dalam HIR, RBg maupun ketentuan hukum acara perdata. Pada Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dijelaskan bahwa alat bukti elektronik dikatakan sah sepanjang dapat dibuktikan kebenaran datanya. Salah satu syarat materiil dalam pembuktian alat bukti elektronik adalah mendatangkan saksi ahli yang menjadi kewajiban bagi pihak berperkara untuk mendatangkannnya ke persidangan. Namun, faktanya dalam praktek persidangan banyak pihak berperkara yang tidak mendatangkan saksi ahli dikarenakan beberapa faktor baik secara finansial maupun efesien waktu yang cenderung lama.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengkaji tentang fakta pembuktian alat bukti elektronik tanpa saksi ahli . Metode pengumpulan data melalui , wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, classifying, analizying, dan concluding.
Hasil penelitian ini yaitu: (1) Pengajuan alat bukti elektronik sah menurut hukum karena mengacu terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, namun harus dapat dibuktikan kebenarannya lebih lanjut dengan mendatangkan saksi ahli. Apabila tidak dapat mendatangkannya maka, bukti tersebut hanya dapat menjadi bukti pendukung, bukti permulaan ataupun dapat dikesampingkan oleh hakim. (2) beberapa kendala sehingga tidak hadirnya saksi ahli adalah karena biaya yang relatif mahal, membutuhkan waktu yang lama, dan akses saksi ahli yang sulit didapatkan.
مستخلص البحث
يعد تقديم الأدلة الإلكترونية في المحكمة صالحا وفقا للقانون رقم 11 لعام 2008 بشأن المعلومات والمعاملات الإلكترونية ، على الرغم من أنه لم يتم استيعابه سواء في أحكام قانون الإجراءات المدنية أو RBg. في المادة 5 الفقرة (1) من القانون رقم 11 لعام 2008 بشأن المعلومات والمعاملات الإلكترونية ، يتم توضيح أن الأدلة الإلكترونية يقال إنها صالحة طالما يمكن إثبات البيانات. ومن المتطلبات المادية في إثبات الأدلة الإلكترونية إحضار شهود خبراء ملزمين للخصوم بتقديمهم للمحاكمة. ومع ذلك ، فإن الحقيقة هي أن العديد من المتقاضين في ممارسة المحاكمة لا يقدمون شهودا خبراء بسبب عدة عوامل مالية وفعالة تميل إلى أن تكون طويلة.
هذا البحث هو نوع من البحث التجريبي مع نهج مفاهيمي ونهج حالة. مصادر البيانات المستخدمة هي مصادر البيانات الأولية ومصادر البيانات الثانوية. الغرض من هذه الدراسة هو فحص موقف الشهود الخبراء في تقديم الأدلة الإلكترونية في محكمة بنجيل الدينية. طرق جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق. في حين أن طرق معالجة البيانات المستخدمة هي التحرير والتصنيف والتحليل والاستنتاج.
نتائج هذه الدراسة هي: (1) تقديم الأدلة الإلكترونية صحيح وفقا للقانون لأنه يتوافق مع القانون رقم 11 لعام 2008 بشأن المعلومات والمعاملات الإلكترونية ، ولكن يجب إثبات صحته من خلال إحضار شهود خبراء. إذا تعذر تقديمها ، فيمكن أن تكون الأدلة أدلة داعمة أو أدلة أولية فقط أو يمكن للقاضي أن يتجاهلها. (2) بعض العقبات التي تحول دون غياب الشهود الخبراء يرجع إلى أن التكلفة باهظة نسبيا، وتستغرق وقتا طويلا، وصعوبة الوصول إلى الشهود الخبراء.
ABSTRACT
The submission of electronic evidence in court is valid in accordance with Law Number11 2008 concerning Electronic Information and Transactions, although it has not been accommodated either in HIR, RBg or civil procedural law provisions. In Article 5 paragraph (1) of Law Number 11 2008 concerning Electronic Information and Transactions, it is explained that electronic evidence is said to be valid as long as the data can be proven. One of the material requirements in proving electronic evidence is to bring in expert witnesses who are obliged for litigants to bring them to trial. However, the fact is that in trial practice many litigants do not present expert witnesses due to several factors both financial and efficiency that tend to be long.
This research is a type of empirical research with a conceptual approach and a case approach. The data sources used are primary data sources and secondary data sources. The purpose of this study is to examine the position of expert witnesses in submitting electronic evidence at the Bangil Religious Court. Data collection methods through observation, interviews and documentation. While the data processing methods used are editing, classifying, analyzing, and concluding.
The results of this study are: (1) The submission of electronic evidence is valid according to law because it refars to Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions, but must be further proven to be true by bringing in expert witnesses. If it cannot be brought forward, then the evidence can only be supporting evidence, preliminary evidence or can be set aside by the judge. (2) Some obstacles so that the absence of expert witnesses is because the cost is relatively expensive, takes a long time, and access to expert witnesses is difficult to obtain.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Arifah, Risma Nur |
Keywords: | Kata Kunci: Pembuktian, saksi ahli, alat bukti elektronik. |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Inayatul Khoiriyah |
Date Deposited: | 23 Jun 2023 09:36 |
Last Modified: | 23 Jun 2023 09:36 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51464 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |