Responsive Banner

Hukum Penundaan Nikah perspektif kitab Fathu Al-Qorib Al- Mujib: Studi di Desa Raciwetan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik

Asya, Muhammad Iqbal Ismaili (2023) Hukum Penundaan Nikah perspektif kitab Fathu Al-Qorib Al- Mujib: Studi di Desa Raciwetan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
19210010.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Pernikahan merupakan suatu perbuatan yang di sunnahkan oleh Rasulullah Saw. Akan tetapi, menikah juga menjadi pertimbangan oleh setiap orang, karena pernikahan adalah suatu anugerah yang menjadi amanah bagi pasangan masing-masing dalam menjalani hidupnya. Hal tersebut berbeda dengan beberapa masyarakat Desa Raciwetan yang menunda menikah, hal tersebut tidak berjalan seimbang dengan anjuran nikah pada Kitab Fathu Al-Qarib Al-Mujib yang telah di kaji mereka di pesantren masing-masing. Akan tetapi hal tersebut bertolak belakang, karena ada beberapa faktor yang menjadi penghalang ditundanya menikah.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam penelitian ini akan di tanyakan seputar sebab atau faktor yang melatar belakangi mereka tidak melakukan pernikahan yang hal tersebut akan dilihat dari segi pandangan hukum yang ada pada Kitab Fathu Al-Qarib Al-Mujib. Nantinya bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dari permasalahan tersebut.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum, peneliti dalam memperoleh data ini dengan melakukan observasi dan telaah kepustakaan. Karena hasil data yang diperoleh penelitian ini adalah dari melihat secara langsung keadaan sosial masyarakat Desa Raciwetan yang menunda menikah dengan banding kehidupan keseharianya.

Ada beberapa faktor penundaan nikah yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu; berupa lebih mementingkan kepentingan keluarga, hidup sendiri lebih menyenangkan, tidak mempunyai keinginan dan malu dengan wanita. Dari beberapa faktor yang telah di kemukakan oleh informan bahwasanya tidak ada informan yang mempunyai kendala menunda menikah dikarenakan tidak mempunyai biaya, seperti yang dijelaskan pada Kitab Fathu Al-Qarib Al-Mujib bahwa seseorang yang hendak menikah syarat yang harus dimiliki salah satunya adalah biaya nikah baik maskawin ataupun nafkah. Sehingga bisa di simpulkan bahwasanya dari kelima informan tersebut secara kemampuan biaya tergolong mampu akan tetapi dengan adanya alasan lain yang kuat yaitu lebih mensukseskan adiknya, membantu mencari nafkah untuk keluarga, malu dengan wanita, hidup sendiri lebih enak dan nyaman, sehingga dari adanya faktor tersebut kelima informan masuk dalam kategori orang yang di hukumi mubah menikah sesuai penjelasan pada Kitab Fathu Al-Qarib Al-Mujib.

ABSTRAC

Marriage is an act that is sunnah by Rasulullah SAW. However, marriage is also a consideration for everyone, because marriage is a gift that becomes a mandate for each partner in living their life. This is different from some of the people of Raciwetan Village who postponed getting married, this did not work in balance with the recommendations for marriage in the Book of Fathu Al-Qarib Al-Mujib which they had studied at their respective Islamic boarding schools. However, this is the opposite, because there are several factors that hinder the postponement of marriage.

In order to get maximum results in this research, questions will be asked about the reasons or factors behind them not having a marriage, which will be seen from the perspective of the law contained in the Book of Fathu Al-Qarib Al-Mujib. Which later aims to describe and analyze the problem.

This research is an empirical legal research with a sociological legal approach, researchers in obtaining this data by observing and reviewing the literature. Because the results of the data obtained by this study are from directly observing the social conditions of the people of Raciwetan Village, which delay intertwining with their daily lives.

There are several factors for delaying marriage resulting from this study, namely; in the form of prioritizing family interests, living alone is more enjoyable, having no desire and being ashamed of women. From several factors that have been stated by the informants that there are no informants who have problems delaying marriage because they do not have the costs, as explained in the Book of Fathu Al-Qarib Al-Mujib that someone who wants to get married must have one of the conditions that must be owned is the cost of a good marriage dowry or maintenance. So that it can be concluded that of the five informants, in terms of financial ability, they are classified as capable, but with other strong reasons, namely making their younger siblings more successful, helping to make a living for their families, ashamed of women, living alone is more comfortable and comfortable, so that from the existence of these five factors the informant is included in the category of people who are sentenced to mubah marriage according to the explanation in the Book of Fathu Al-Qarib Al-Mujib.

مستخلص البحث

الزواج فعل سنة لرسول الله صلى الله عليه وسلم. لكن الزواج أيضًا اعتبار للجميع ، لأن الزواج عطية تصبح تكليفًا لكل شريك في حياته. وهذا يختلف عن بعض أهالي قرية راسيوتان الذين أجلوا الزواج ، فهذا لم ينسجم مع توصيات الزواج في كتاب فتح القارب الذي درسوه في مدارسهم الداخلية الإسلامية. لكن هذا عكس ذلك ؛ لأن هناك عوامل عديدة تعيق تأجيل الزواج

من أجل الحصول على أقصى قدر من النتائج في هذا البحث ، ستطرح أسئلة حول أسباب أو عوامل عدم الزواج ، والتي ستظهر من منظور القانون الوارد في كتاب فتح القريب. والذي يهدف فيما بعد إلى وصف المشكلة وتحليلها.

هذا البحث هو البحث القانوني التجريبي بالنهج القانوني التجريبي, يقوم الباحث بالبحث والمطالعة المكتبية لحصول على المعلومات. لأنّ نتائج البيانات في البحث ناظر إلى حالة إجتماعية بقرية راتشي ويتان الّتي أكثر من مجتماعها تأجيل للزواج.

هناك عدة عوامل لتأخير الزواج نتجت عن هذه الدراسة وهي: في شكل إعطاء الأولوية لمصالح الأسرة ، يكون العيش بمفرده أكثر إمتاعًا ، وليس لديه رغبة ويخجل من المرأة. من عدة عوامل ذكرها المخبرون أنه لا يوجد مخبرون لديهم مشاكل في تأخير الزواج لعدم تحملهم التكاليف ، كما أوضح في كتاب فتح القريب الموجب أن الراغب في الزواج يجب أن يكون لديه من الشروط التي يجب التملكها كلفة مهر الزواج الحسن أو النفقة. حتى يمكن استنتاج أنه من بين المخبرين الخمسة ، من حيث القدرة المالية ، يتم تصنيفهم على أنهم قادرون ، ولكن لأسباب قوية أخرى ، وهي جعل أشقائهم الصغار أكثر نجاحًا ، والمساعدة في كسب لقمة العيش لأسرهم ، الذين يخجلون من النساء. فالعيش بمفرده أكثر راحة وراحة ، ومن وجود هذه العوامل الخمسة يدخل المخبر في فئة المحكوم عليهم بزواج المباح حسب الشرح في كتاب فتح القريب الموجب.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Aziz, Abdul
Keywords: Hukum Nikah; Kitab Fathu Al-Qarib Al-Mujib; Penundaan Nikah; قانون الزواج; تأخيرالزواج; كتاب فتح القريب; Marriage Law; The Book of Fathu Al-Qarib Al-Mujib; Marriage Delay
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Muhammad Iqbal Ismaili Asya
Date Deposited: 20 Jun 2023 10:12
Last Modified: 04 Jul 2023 10:49
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51348

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item