Responsive Banner

Kepemimpinan Kiai dalam memotivasi Sumber Daya Manusia di Pesantren Salaf dan Khalaf: Studi kasus di PP. Nurul Qadim dan PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Suwari, Suwari (2007) Kepemimpinan Kiai dalam memotivasi Sumber Daya Manusia di Pesantren Salaf dan Khalaf: Studi kasus di PP. Nurul Qadim dan PP. Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
04920021.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (918kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Di pesantren kiai mempunyai beberapa peran, di antaranya sebagai pemimpin, pengasuh pondok, guru dan pembimbing bagi para santri serta suami dan ayah dalam keluarganya sendiri yang juga menetap di pondok. peran yang paling vital adalah dalam hal kepemimpinan. Hal ini tak lepas dari pentingnya kepemimpinan kiai itu sendiri yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pemotivasian dan pengawasan terhadap sumber daya pesantren. Karena di dalam pesantren kiai menjadi tokoh kunci maka kiai sangat menentukan kelangsungan hidup pesantren.

Pondok Pesantren Nurul Qadim dan Pondok Pesantren Nurul Jadid merupakan dua pesantren yang mempunyai ciri khas berbeda. PP. Nurul Qadim mempertahankan tradisi pesantren salaf dan PP. Nurul Jadid lebih mengarah pada pesantren khalaf. Unsur-unsur pesantren yang ada di masing-masing pesantren ini tentunya tidak sama pula, terutama unsur kiai dan santri yang merupakan unsur sumber daya manusia (SDM) pesantren. Perbedaan kualitas dan kuantitas unsur SDM pesantren ini tentunya akan mengakibatkan perbedaan dalam hal kepemimpinan kiai dan juga sumber motivasi yang timbul dari SDM pesantren tersebut.

Penelitian ini memfokuskan kepada 1) Bagaimana tipe kepemimpinan kiai dalam memotivasi di pesantren salaf (PP. Nurul Qadim) dan pesantren khalaf (PP. Nurul Jadid)? dan 2) Mengapa SDM pesantren salaf (PP. Nurul Qadim) dan pesantren khalaf (PP. Nurul Jadid) termotivasi dengan kepemimpinan kiai tersebut? Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui dan mendiskripsikan tipe kepemimpinan kiai dalam memotivasi di pesantren salaf (PP. Nurul Qadim) dan pesantren khalaf (PP. Nurul Jadid). dan 2) mengetahui dan mendiskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan SDM pesantren salaf (PP. Nurul Qadim) dan pesantren khalaf (PP. Nurul Jadid) termotivasi dengan kepemimpinan kiai.

Dalam penelitian peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis melalui rancangan studi kasus (case study). Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan : (1) wawancara mendalam, (2) observasi partisipatif, dan (3) studi dokumen. Sumber data atau informan diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yang dipadukan dengan snowball sampling. Data yang diperoleh berupa kata-kata, kejadian, catatan, laporan, dokumen, dan buku yang diperoleh kiai, pengurus pesantren, maupun di kantor pesantren. Adapun teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam pemeriksaan keabsahan data digunakan teknik trianggulasi, pengecekan kebenaran informasi kepada para informan, mendiskusikan dan menyeminarkan dengan teman sejawat dan perpanjangan waktu penelitian. Dengan cara ini diharapkan data yang diperoleh betul-betul lengkap dan dapat dipertanggung jawabkan.

Hasil dari penelitian ini mendapatkan temuan : pertama tipe kepemimpinan kiai di pesantren salaf (PP. Nurul Qadim) lebih cenderung paternalistik-kharismatik, sedangkan di pesantren khalaf (PP. Nurul Jadid) kencederungannya mengarah kepada paternalistik-demokratis.

Kedua, faktor-faktor yang memotivasi sumber daya manusia pesantren salaf (PP. Nurul Qadim) adalah karena adanya 1) motif biologis, 2) motif psiokologis yang terdiri dari perjuangan dan hasrat untuk membangun, kepercayaan kepada kiai, prilaku prososial (norma tanggung jawab, norma timbal balik), ketaatan dan kepatuhan, 3) motif sosiogenesis, dan 4) motif transendental (mengharap barokah dan pahala dari Allah). Dan kedua, faktor-faktor yang memotivasi sumber daya manusia pesantren khalaf (PP. Nurul Jadid) adalah 1) motif psiokologis yang terdiri dari perjuangan dan hasrat untuk membangun, kepercayaan kepada kiai, prilaku prososial (norma tanggung jawab, norma timbal balik), ketaatan dan kepatuhan, 2) dukungan sosial, 3) teknologi, 4) motif sosiogenesis (pengalaman berorganisasi dan aktualisasi diri dan network), dan 5 motif transendental (mengharap barokah dan pahala dari Allah).

ABSTRACT

In pesantren, kyai has some important roles. He can be a leader, a guide, a teacher as well as a advisor of his students. He is also a husband and a father in his family. But the most significance role of his is being a leader. This is closely related to his role in planning, actuating, organizing, motivating, and controlling the human resources in his Islamic boarding.

Islamic boarding of Nurul Qadim and Nurul Jadid are two Islamic boarding which have different characteristics. Nurul Qadim still maintains the tradition (salaf) whereas Nurul Jadid goes to modern type (khalaf). The characteristic of human resourse in these two Islamic boarding, of course, are different.
These research focuses on : 1) what is the type of leadership of kyai in motivating human resources in traditional and modern Islamic boarding, 2) why the human resources in traditional and modern Islamic boarding are motivated by leadership of kyai.

In addition, the objectives of this research are 1) to describe and find the type of leadership of kyai in motivating human resources in traditional and modern Islamic boarding, 2) to describe and find the factors motivated the human resources in traditional and modern Islamic boarding.

Descriptive qualitative method is used in this research. Searching data have got through participant observation, in-depth interview, and documentation. The sampling used purposes sampling by snowball sampling method. Whereas, the method that used to had of the validity data; (1) correction method used to have the data, 2) recheck the searching report that’s sundering and the searching interpretation, and 3) triangulation. Analyzing the data in two steps, firstly, in the field and the second, the analysis after collecting data.

Finally, the result of this research are: first, type of leadership of kyai in traditional Islamic boarding (Nurul Qadim) tends to be paternalistic-charismatic, while type of leadership of kyai in modern Islamic boarding (Nurul Jadid) tends to be paternalistic-democratic.

Secondly, the factors motivated human resources in traditional Islamic boarding (Nurul Qadim) are: 1) biological motif, 2) psychological motive that contains spirit and desire to build their trust to kyai, pro-social behavior (norm of responsibility, norm of mutualism) obedient and loyalty. 3) socio genetic motive, 4) transcendental motive (barokah and moral reward from Allah).

And the factors motivated human resources in modern Islamic boarding (Nurul Jadid) are: 1) psychological motive that contains spirit and desire to build their trust to kyai, pro-social behavior (norm of responsibility, norm of mutualism) obedient and loyalty 2). Social support, 3) technology support, 4) socio genetic motive (organizational experience and self actualization and network), 5) transcendental motive (barokah and moral reward from Allah).

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Suprayogo, Imam and Mujab, Muhammad
Keywords: Kepemimpinan Kiai; Motivasi SDM; Kiai Leadership; HR Motivation
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 27 Jun 2023 10:46
Last Modified: 27 Jun 2023 10:46
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51324

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item