Responsive Banner

Kesadaran hukum Lembaga Keuangan Syariah atas kewenangan Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa ekonomi Syariah di Kota Malang

Rosyidi, A. Afwan (2023) Kesadaran hukum Lembaga Keuangan Syariah atas kewenangan Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa ekonomi Syariah di Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
19220038.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (882kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama kota Malang, kasus ekonomi syariah pada tahun 2012-2021 hanya 17 kasus. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa hanya 1-2 kasus setiap tahunnya. Tahun 2020 terjadi pandemi Covid 19. Adanya covid 19 membuat angka gagal bayar nasabah meningkat. Namun di pengadilan agama kota malang hanya ada 2 kasus tahun 2020 dan 1 kasus tahun 2021.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mencari sebab rendahnya kasus ekonomi syariah di Kota Malang melalui kesadaran hukum Lembaga Keuangan Syariah (BUS, BPRS, IKNB Syariah) atas kewenangan Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Serta menggunakan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Tingkat kesadaran hukum Lembaga Keuangan Syariah atas kewenangan Pengadilan Agama dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah di Kota Malang cukup tinggi. Hal ini diukur melalui 4 indikator kesadaran hukum, yaitu pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum dan perilaku hukum. Penelitian ini juga mengkaji praktik hukum hukum Lembaga Keuangan Syariah atas kesadaran hukum dalam pelaksanaan proses perjanjian dengan nasabah. Praktik hukum dalam Lembaga Keuangan Syariah sudah benar dan sesuai peraturan perundang-undangan. Namun alasan yang melatarbelakangi rendahnya kasus ekonomi syariah di Kota Malang adalah Lembaga Keuangan Syariah lebih memilih penyelesaian secara non litigasi atau kekeluargaan dan beberapa Lembaga Keuangan Syariah memilih penyelesaian di Basyarnas daripada di Pengadilan Agama Kota Malang.

ABSTRACT

Based on data from the Malang City Religious Court, there were only 17 sharia economic cases in 2012-2021. From these data it can be concluded that only 1-2 cases each year. In 2020 there was a Covid 19 pandemic. The existence of covid 19 made the number of customer defaults increase. However, in the Malang City Religious Court there were only 2 cases in 2020 and 1 case in 2021.

Based on this, this study aims to find the reason for the low number of sharia economic cases in Malang City through legal awareness of Islamic Financial Institutions (BUS, BPRS, Sharia IKNB) over the authority of the Religious Courts in resolving sharia economic disputes in Malang City. This study uses empirical research methods with a qualitative approach. As well as using data collection techniques through interviews, observation, and documentation.

The level of legal awareness of Islamic Financial Institutions regarding the authority of the Religious Courts in resolving sharia economic disputes in Malang City is quite high. This is measured through 4 indicators of legal awareness, namely legal knowledge, legal understanding, legal attitude and legal behavior. This research also examines the legal practices of Islamic Financial Institutions on legal awareness in the implementation of the agreement process with customers. Legal practices in Islamic Financial Institutions are correct and in accordance with laws and regulations. However, the reason behind the low number of sharia economic cases in Malang City is that Islamic Financial Institutions prefer non-litigation or amicable settlements and several Islamic Financial Institutions choose settlement at Basyarnas rather than at the Malang City Religious Court.

مستخلص البحث

استنادًا إلى بيانات من المحكمة الدينية لمدينة مالانج ، لم يكن هناك سوى 17 قضية اقتصادية شرعية في 2012-2021. من هذه البيانات يمكن استنتاج أن حالتين فقط كل عام. في عام 2020 ، كان هناك جائحة كوفيد 19. أدى وجود كوفيد 19 إلى زيادة عدد حالات تخلف العملاء عن السداد. ومع ذلك ، في المحكمة الدينية لمدينة مالانج ، كانت هناك قضيتان فقط في عام 2020 وقضية واحدة في عام 2021.

بناءً على ذلك ، تهدف هذه الدراسة إلى معرفة سبب انخفاض عدد القضايا الاقتصادية الشرعية في مدينة مالانج من خلال الوعي القانوني للمؤسسات المالية الإسلامية على سلطة المحاكم الدينية في حل النزاعات الاقتصادية الشرعية في مدينة مالانج. تستخدم هذه الدراسة طرق البحث التجريبية مع نهج نوعي. وكذلك استخدام تقنيات جمع البيانات من خلال المقابلات والملاحظة والتوثيق.

فإن مستوى الوعي القانوني للمؤسسات المالية الإسلامية فيما يتعلق بسلطة المحاكم الدينية في حل النزاعات الاقتصادية الشرعية في مدينة مالانج مرتفع جدًا. يتم قياس ذلك من خلال 4 مؤشرات للوعي القانوني ، وهي المعرفة القانونية والفهم القانوني والموقف القانوني والسلوك القانوني. يدرس هذا البحث أيضًا الممارسات القانونية للمؤسسات المالية الإسلامية فيما يتعلق بالوعي القانوني في تنفيذ عملية الاتفاقية مع العملاء. الممارسات القانونية في المؤسسات المالية الإسلامية صحيحة ومتوافقة مع القوانين واللوائح. ومع ذلك ، فإن السبب وراء انخفاض عدد القضايا الاقتصادية الشرعية في مدينة مالانج هو أن المؤسسات المالية الإسلامية تفضل عدم التقاضي أو التسويات الودية ، وتختار العديد من المؤسسات المالية الإسلامية التسوية في باسيارناس بدلاً من محكمة مدينة مالانج الدينية.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Firdaus, Dwi Hidayatul
Keywords: Kesadaran Hukum; Lembaga Keuangan Syariah; Pengadilan Agama; Islamic Financial Institutions; Legal Awareness; Religious Courts; توعية شرعية; مؤسسات مالية إسلامية; محاكم شرعية
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180102 Access to Justice
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: A. Afwan Rosyidi
Date Deposited: 19 Jun 2023 09:29
Last Modified: 19 Jun 2023 09:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/51175

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item