Responsive Banner

Perlindungan hak-hak anak korban kekerasan seksual di Yayasan Koppatara Kabupaten Malang perspektif Maqāṣid Al-Sharī’ah Jasser Auda

Umamah, Mafruhatul (2023) Perlindungan hak-hak anak korban kekerasan seksual di Yayasan Koppatara Kabupaten Malang perspektif Maqāṣid Al-Sharī’ah Jasser Auda. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
210201210011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Anak seringkali menjadi sasaran dan target dari kasus kekerasan seksual karena dianggap lemah dan tak berdaya. Oleh karena itu perlu diberikan perlindungan serta dipenuhi hak-haknya, karena banyak menerima kerugian. Hak anak secara umum juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Realitanya rendahnya kualitas perlindungan anak di Indonesia banyak menuai kritik, sejauhmana pemenuhan hak-hak anak telah dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada anak korban kekerasan seksual agar anak dapat memperoleh jaminan kelangsungan hidup yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia, karena hak-hak yang dimiliki oleh anak belum sepenuhnya terpenuhi. Kasus kekerasan seksual anak tercatat oleh Yayasan Koppatara sebanyak 25 kasus pada tahun 2021 dan 8 kasus yang didampingi pada tahun 2022.

Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini yaitu, pertama; Bagaimana proses perlindungan anak korban kekerasan seksual oleh Yayasan Koppatara Kabupaten Malang? Kedua; Bagaimana pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual yang didampingi oleh Yayasan Koppatara Kabupaten Malang perspektif maqāṣid al-sharī’ah Jasser Auda? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data meliputi memeriksa, mengklarifikasi, memverifikasi, menganalisa dan menyimpulkan data; teknik triangulasi sumber.

Hasil penelitian ini, pertama; Proses perlindungan anak korban kekerasan seksual oleh Yayasan Koppatara melalui proses penerimaan pengaduan, pendampingan, penanganan kasus, dan diakhiri terminasi kasus. Kedua, pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual perspektif maqāṣid al-sharī’ah Jasser Auda yakni; (1) Cognitif Nature, al-Qur’an tidak secara eksplisit menyebutkan hak-hak anak korban kekerasan seksual, oleh karenanya Undang-Undang Perlindungan Anak merupakan ijtihadi sebagai pedoman dalam melakukan pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual; (2) Wholeness, memahami secara keseluruhan pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual oleh Yayasan Koppatara; (3) Openess, keterbukaan dalam pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual dengan tujuan kemaslahatan bagi anak; (4) Interrelated Hierarchy, kerkaitan subsistem kecil yang terdiri dari maqāṣid ammah, khassah dan juz’iyyah dalam proses perlindungan kepada anak korban kekerasan seksual; (5) Multidimensionality, diinterpretasikan dengan pemenuhan hak-hak anak dilihat secara multidimensi sesuai kepentingan dan kemaslahatan bagi anak korban kekerasan seksual; dan (6) Purposefullness, mengedepankan kepastian hukum dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan berdasarkan tujuan utama kebijakan Undang-Undang Perlindungan Anak demi kemaslahatan anak korban kekerasan seksual dengan efektif.

ABSTRACT

Children are often targeted and targeted in cases of sexual violence because they are considered weak and helpless. Therefore, it is necessary to be given protection and fulfilled rights, because many receive losses. Children's rights in general are also contained in Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. The reality of the low quality of child protection in Indonesia has drawn a lot of criticism, to the extent that the fulfillment of children's rights has been carried out as a form of protection for child victims of sexual violence so that children can get a guarantee of survival which is part of Human Rights because the rights owned by children have not been fully fulfilled. Child sexual violence cases were recorded by the Koppatara Foundation as many as 25 cases in 2021 and 8 cases accompanied in 2022.

The main questions to be answered through this research are, first; What is the process of protecting child victims of sexual violence by Yayasan Koppatara Kabupaten Malang? Second; How is the fulfillment of the rights of child victims of sexual violence accompanied by the Koppatara Foundation of Malang Regency from the perspective of maqāṣid al-sharī'ah Jasser Auda? This study used a type of empirical legal research. Data collection techniques include interviews and documentation. Data analysis techniques include examining, clarifying, verifying, analyzing, and concluding data; Source triangulation technique.

The results of this study, first; The process of protecting child victims of sexual violence by the Koppatara Foundation through the process of receiving complaints, mentoring, handling cases, and ending with case termination. Second, the fulfillment of the rights of child victims of sexual violence from the perspective of maqāṣid al-sharī'ah Jasser Auda, namely; (1) Cognitive Nature, the Qur'an does not explicitly mention the rights of child victims of sexual violence, therefore the Child Protection Law is ijtihadi as a guideline in fulfilling the rights of children victims of sexual violence; (2) Wholeness, understanding the overall fulfillment of the rights of child victims of sexual violence by the Koppatara Foundation; (3) Openess, openness in fulfilling the rights of children victims of sexual violence with the aim of benefit for children; (4) Interrelated Hierarchy, the linkage of small subsystems consisting of maqāṣid ammah, khassah and juz’iyyah in the process of protection of child victims of sexual violence; (5) Multidimensionality, interpreted by the fulfillment of children's rights seen in a multidimensional manner according to the interests and benefits of child victims of sexual violence; and (6) Purposefullness, prioritizing legal certainty and upholding the values of justice based on the main objectives of the Child Protection Law policy for the benefit of child victims of sexual violence effectively.

مستخلص البحث

غالبًا ما يكون الأطفال هدفًا ومستهدفًا لحالات العنف الجنسي لأنهم يعتبرون ضعفاء وعاجزين. لذلك من الضروري توفير الحماية والوفاء بحقوقهم ، لأنهم يتعرضون لخسائر كثيرة. حقوق الطفل بشكل عام واردة أيضًا في القانون رقم ٣٥ لعام ٢٠١٤ بشأن التعديلات على القانون رقم ٢٣ لعام ٢٠٠٢بشأن حماية الطفل. إن الواقع هو أن الجودة المتدنية لحماية الطفل في إندونيسيا قد أثارت الكثير من الانتقادات ، إلى أي مدى تم تنفيذ حقوق الأطفال كشكل من أشكال حماية الأطفال ضحايا العنف الجنسي حتى يتمكن الأطفال من الحصول على ضمانات للبقاء على قيد الحياة. هي جزء من حقوق الإنسان ، لأن هذه الحقوق تخص الأطفال ، ولم تتحقق بالكامل. سجلت مؤسسة كوباتارا ٢٥ حالة عنف جنسي على الأطفال في عام ٢٠٢١ و ٨ حالات تمت مساعدتها في عام ٢٠٢٢.

الأسئلة الرئيسية التي يجب الإجابة عليها من خلال هذا البحث هي أولاً ؛ كيف تتم عملية حماية الأطفال ضحايا العنف الجنسي من قبل مؤسسة كوباتارا، مالانج ريجنسي؟ ثانية؛ كيف يتم إعمال حقوق الأطفال ضحايا العنف الجنسي بمساعدة مؤسسة كوباتارا ، مالانج ريجنسي ، من منظور مقاصد الشريعة جاسر عودة؟ يستخدم هذا البحث نوع البحث القانوني التجريبي. تقنيات جمع البيانات في شكل مقابلات وتوثيق. تشمل تقنيات تحليل البيانات فحص البيانات وتوضيحها والتحقق منها وتحليلها واستنتاجها ؛ تقنية تثليث المصدر.

نتائج هذه الدراسة ، أولا ؛ تتم عملية حماية الأطفال ضحايا العنف الجنسي من قبل مؤسسة كوباتارا من خلال عملية تلقي الشكاوى والمرافقة والتعامل مع القضايا وتنتهي بإنهاء القضية. ثانياً: تحقيق حقوق الأطفال ضحايا العنف الجنسي من منظور مقاصد الشريعة جاسر عودة: (١) الطبيعة المعرفية، القرآن لا يذكر صراحة حقوق الأطفال ضحايا العنف الجنسي، وبالتالي فإن قانون حماية الطفل هو الاجتهاد كدليل في إعمال حقوق الأطفال ضحايا العنف الجنسي؛ (٢) الكمال، الفهم الكامل لإعمال حقوق الأطفال ضحايا العنف الجنسي من قبل مؤسسة كوباتارا؛ (٣) الانفتاح والانفتاح في إعمال حقوق الأطفال ضحايا العنف الجنسي بهدف إفادة الطفل؛ (٤)التسلسل الهرمي المترابط ، الروابط بين النظم الفرعية الصغيرة المكونة من مقاصد عمّة والخصاصة والجُزعية في عملية حماية الأطفال ضحايا العنف الجنس ؛ (٥) تعدد الأبعاد ، الذي يُفسَّر من خلال إعمال حقوق الطفل التي يُنظر إليها بأسلوب متعدد الأبعاد وفقاً لمصالح وفوائد الأطفال ضحايا العنف الجنسي؛ و (٦) العزم وإعطاء الأولوية لليقين القانوني ودعم قيم العدالة على أساس الهدف الرئيسي لسياسة قانون حماية الطفل من أجل المنفعة الفعالة للأطفال ضحايا العنف الجنسي.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Mufidah, Mufidah and Muhammad, Muhammad
Keywords: Perlindungan Anak; Pemenuhan Hak Anak; Kekerasan Seksual; Maqāṣid al-Sharī’ah Jasser Auda; Child Protection; Fulfillment of Children's Rights; Sexual Violence; Maqāṣid al-Sharī'ah Jasser Auda; حماية الطفل ; الوفاء بحقوق الطفل ; العنف الجنسي ; مقاصد الشريعة جاسر عودة.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mafruhatul Umamah
Date Deposited: 12 Jun 2023 14:35
Last Modified: 24 Jul 2023 09:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/50794

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item