Konsep pendidikan kerakyatan Ibrahim Datuk Tan Malaka dalam pandangan Islam

Darmawan, Rohman (2014) Konsep pendidikan kerakyatan Ibrahim Datuk Tan Malaka dalam pandangan Islam. Undergraduate thesis, Universitas Negeri Islam Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
08110157.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Pembentukan jati diri dan karakter bangsa dapat dilakukan dalam pendidikan. Karena mempunyai fungsi keberlangsungan proses pewarisan nilai, norma, bahasa, religi, institusi sosial, pengetahuan dan teknologi dalam berkehidupan sehari-hari. Pendidikan sebagai gerbang menuju perubahan, agar terlepas dari belenggu kebodohan dan kemiskinan, sehingga bisa mencapai manusia yang merdeka.. Pendidikan kerakyatan yang digagas Tan Malaka adalah sebuah usaha untuk membebaskan manusia dari kesengsaraan, ketertindasan dan ketidaktahuan, menjadikan hidup lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan sekitarnya, tidak ada lagi kasta dan pembeda kelas-kelas. Pendidikan kerakyatan didasarkan pada pembebasan rakyat tertindas, memperjuangkan kemerdekaan, kemakmuran dan persamaan sejati. Untuk itu sejatinya pendidikan haruslah bersifat merakyat sehingga dapat diakses oleh segenap rakyat Indonesia. Melalui model pendidikan yang bersifat kerakyatan akhirnya terbentuklah masyarakat sosialis Indonesia.

Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan konsep pendidikan kerakyatan Tan Malaka (2) Mendeskripsikan konsep pendidikan kerakyatan Tan Malaka dalam pandangan Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut, Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian diskriptif kualitatif dengan jenis penelitian “Library Reseach” dengan menggunakan metode content analisis dan interprestasi sumber dan data yang didapat.

Hasil penelitian dapat diketahui bahwa konsep pendidikan kerakyatan Tan Malaka adalah: (1) Pendidikan yang berbasis pada rakyat, demokrasi dan sebuah usaha untuk memerdekakan rakyat Indonesia dari penjajahan kolonial. Pendidikan yang materi pendidikannya menyerap realita yang terjadi, sehingga rakyat bisa langsung merasakan efek dari pendidikan tersebut. Mendidik murid untuk berpikir realistis, kritis, dinamis, dan logis, agar dapat dengan mudah menghadapi tantangan jaman mencapai kemandirian. Maksud pendidikan rakyat adalah mempertajam kecerdasan dan memperkokoh kemauan, serta memperhalus perasaan, disamping itu penting juga menanam kebiasaan berkarya. (2) Secara garis besar tujuan pendidikan kerakyatan sama dengan ajaran Islam, menjadikan manusia sempurna dengan mengoptimalkan fitrah/potensi untuk memperbaiki kehidupan manusia dengan giat bekerja dan mengasihi sesama. Hal itu tertuang dalam QS Al-balad [90]: 12-18, tentang pembebasan budak mengasihi sesama manusia baik kerabat maupun rakyat miskin. Dan juga QS. Al-Rum [30] :30, yang mengutarakan tentang pengoptimalan fitrah manusia.

ENGLISH:

The conformation of identity and nationality character can be done in education. Due to the continuity of the process of inheritance has the function values, norms, language, religion, social institutions, knowledge and technology in livers everyday. Education as the gateway to change, to escape from the shackles of ignorance and poverty, so that it can reach a independent human. Populist Education was initiated by Tan Malaka was an attempt to free mankind from misery, oppression and ignorance, makes life more beneficial to themselves and the surrounding area, there is no longer a differentiator castes and classes. Rakyatan education to be based on a liberation of oppressed people, struggle for independence, affluence and true equality. For that, education must have populist charateristhics, so that they can be accessed by all the people of Indonesia. Through by populist education model that is eventually formed the Indonesian socialist society.

The detination of this study were: (1) Descripted the concept of Tan Malaka populist education (2) Descripted the concept of Tan Malaka populist education in the Islamic view. To achieve these destination, this research uses descriptive-qualitative approach and "Reseach Library" research type by using the content analysis method and interpretation of the source data obtained.

Results of this research , be discovered if Populist education concept of Tan Malaka, are: (1) education based on the people, democracy and an attempt to liberate the people of Indonesia from colonialism. Education that a materi can absorb the reality that occurs, so that people can feel the effects of education. Educating students to think realistically, critical, dynamic, and logical, so that can easily face the challenges of achieving independence era. The purpose of education is to sharpen people's intelligence and willingness to strengthen and refine the feelings, besides that it is also important to plant work habits. (2) The broad destination of populist education same as the teaching of Islam, making perfect human by optimizing their potential to improve human life by hard-wok and love to others. It was stated in Surah Al-balad [90]: 12-18, about the liberation of slaves, love our neighbor wether it kinsman or the poor. And also QS. Al-Rum [30]: 30, which is expressed on the optimization of human nature.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Aziz, Abdul
Keywords: Pendidikan Kerakyatan; Tan Malaka; Islam; Populist education; Tan Malaka; Islam
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 06 Dec 2016 10:45
Last Modified: 06 Dec 2016 10:45
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/5008

Actions (login required)

View Item View Item