Peran serta pesantren dalam meningkatkan religiusitas mantan pengguna narkoba: Study kasus di Pondok Pesantren Hasbunallah Lawang–Malang

Fatimah, Fatimah (2014) Peran serta pesantren dalam meningkatkan religiusitas mantan pengguna narkoba: Study kasus di Pondok Pesantren Hasbunallah Lawang–Malang. Undergraduate thesis, Universitas Negeri Islam Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
07110249.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Di lembaga inilah diajarkan dan dididikan ilmu serta nilai-nilai agama kepada santri. Pada tahap awal pendidikan di pesantren tertuju semata-mata mengajarkan ilmu-ilmu agama saja lewat kitab-kitab klasik atau kitab kuning. Selanjutnya setelah masuknya ide-ide pembaharuan pemikiran Islam ke Indonesia, turut serta terjadinya perubahan dalam bidang pendidikan. Di dalam realitasnya, ternyata pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk mengajarkan agama, akan tetapi juga mengajarkan bidang-bidang lain seperti agrobisnis dan bahkan juga untuk penyembuhan pecandu narkoba. Masyarakat sekitar pondok pesantren sering meminta bantuan kepada institusi agama untuk menyembuhkan pecandu narkoba. Dengan begitu pesantren merupakan salah satu bagian dari program pelayanan masyarakat bagi pecandu maupun program pencegahaan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan religiusitas mantan pengguna narkoba sebelum dan sesudah masuk di Pondok Pesantren Hasbunallah Lawang Malang, (2) mendeskripsikan upaya pesantren dalam meningkatkan religiusitas mantan pengguna narkoba di Pondok Pesantren Hasbunallah Lawang Malang, (3) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat religiusitas mantan pengguna narkoba di Pondok Pesantren Hasbunallah Lawang Malang.

Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumen dengan menggunakan pendekatan metode study kasus. Serta menggunakan teknik analisis data model interaktif dengan alur tahapan: pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction ), penyajian data (data display), dan kesimpulan atau verifikasi (conclution drawing & verifying ).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) kondisi religiusitas mantan pengguna narkoba sebelum masuk di pondok pesantren Hasbunallah santri belum bahkan tidak sama sekali mengetahui terlebih lagi pengamalan tentang ajaran agama. Kondisi religiusitas mantan pengguna narkoba sesudah masuk di pondok pesantren Hasbunallah banyak perubahan sikap dan perilaku serta dapat diterima di masyarakat. (2) upaya pesantren dalam meningkatkan religiusitas mantan pengguna narkoba yang dilakukan pondok pesantren Hasbunallah dengan berbagai macam upaya-upaya serta pendekatan. Setiap orang tidak akan pernah dikatakan baik kalau tidak ada kesalahan, dari kesalahan ini pondok pesantren Hasbunallah dalam hal ini pengasuh mencoba mengarahkan demi kembalinya eksistensi jati diri santri mantan pengguna narkoba yang pada dasarnya baik, melalui upaya-upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Hasbunallah (a) upaya awal, (b) upaya paska rehab: bidang keagamaan (semua kegiatan keagamaan yang diadakan di Pondok Hasbunallah), bidang sosial ekonomi (semua kegiatan yang berhubungan dengan kemajuan ekonomi rakyat sekitar)(3) Pondok Pesantren Hasbunallah berusaha untuk meminimalkan bahkan mencari jalan / solusinya terhadap faktor-faktor penghambat antara lain: kurangnya ustadz atau guru tugas dan santri. Dengan ditemukan jalan / solusi, tentunya peran Pondok Pesantren Hasbunallah dalam meningkatkan religiusitas santri semakin meningkat bahkan dapat dikembangkan pada pembinaan-pembinaan pada bidang yang lain seperti ketrampilan dan kewirausahaan sehingga tercipta pemuda-pemuda Islam yang tangguh baik dari sisi keimanan dan ketaqwaannya maupun sisi sosial ekonominya sehingga benar-benar menjadi generasi muda yang tangguh dan mandiri.

ENGLISH:

Cottage is Islamic educational institutions which had stood since hundreds of years ago. At this institution and education taught science and religious values to students. In the early stages of education in cottages focused solely teach religious sciences course through classic books or yellow book. Furthermore, after the entry of the ideas renewal of Islamic thought in Indonesia, participated changes in education. In reality, it turns out boarding not only be a place to teach religion, but also teach other areas such as agribusiness and even to cure drug addicts. Communities around the cottage often have recourse to religious institutions to cure drug addicts. With so boarding is one part of a community service program for addicts and prevention program.

The purpose of this study was to: (1) describe the religiosity of former drug users before and after entering at cottage of Hasbunallah Lawang Malang, (2) describe efforts in increasing religiosity boarding ex-drug users in cottage of Hasbunallah Lawang Malang, (3) describe the factors supporting and inhibitors of religiosity former drug users in cottage of Hasbunallah Lawang Malang.

In this study using a qualitative descriptive research method of collecting data through interviews, observation and documents using the case study method approach. As well as using an interactive model of data analysis techniques with workflow stages: data collection, data reduction, display data and conclusions drawing and verifying.

The results are (1) the condition of religiosity former drug users prior to entering students in the cottage Hasbunallah not even completely know how much more the practice of religion. Conditions of religiosity former drug users in cottage after entering Hasbunallah many changes in attitude and behavior and acceptable in society. (2) efforts in increasing religiosity boarding ex-drug users conducted Hasbunallah cottage with a variety of measures and approaches. Each person will never say good if there is no error, this error Hasbunallah cottage in this case the caregiver tries to direct the return of the existence of identity-by students ex drug users who are basically good, through the efforts undertaken Hasbunallah Cottage (a) initial efforts, (b) post-rehab efforts: the religious field (all the religious activities held at Hasbunallah cottage), socio economic (all activities associated with the economic progress of the people around) (3) Hasbunallah cottage trying to minimize even solution of the limiting factors include: lack chaplain or teacher assignments and students. With the found path or solution, of course, the role of cottage students Hasbunallah in increasing religiosity is increasing even be developed in coaching in other fields such as skills and entrepreneurship so that young men are created robust Islam both in terms of faith and devotion economic and social side so it really becomes young and independent.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Amrullah, Abdul Malik Karim
Keywords: Pesantren; Religiusitas; Mantan Pengguna Narkoba; Hasbunallah; Cottage; Religiosity; Former Drug Users; Hasbunallah
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 06 Dec 2016 10:47
Last Modified: 06 Dec 2016 10:47
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4998

Actions (login required)

View Item View Item