Pemikiran Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari tentang pendidikan sufistik dan relevansinya dengan pendidikan karakter di Indonesia: Telaah Kitab al-Ḥikam al-Aṭāiyah

Basyar, Achmad Beadie Busyroel (2016) Pemikiran Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari tentang pendidikan sufistik dan relevansinya dengan pendidikan karakter di Indonesia: Telaah Kitab al-Ḥikam al-Aṭāiyah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
14770054.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

INDONESIA:

Seiring kemajuan zaman, pendidikan yang dijalankan, setidaknya di Indonesia, masih menyisakan banyak sekali problematika, baik dilihat dari pendidikan secara umum, maupun dilihat dari pendidikan Islam. Hal itu mendorong munculnya tawaran-tawaran bahwa pendidikan di Indonesia harus mengedepankan pendidikan karakter beserta berbagai macam desain dan pendekatannya. Ada pula tawaran alternatif, yakni pendidikan sufistik yang secara substansi lebih spesifik dari pendidikan spiritual, yakni berlandaskan nilai-nilai tasawuf keislaman. Sedang pendidikan spiritual lebih spesifik dari pendidikan karakter, yakni lebih pada aspek spirit atau kejiwaan. Kemudian, Tajuddin Ibnu Athaillah as-Sakandari merupakan salah satu di antara para ulama sufi yang membahas pendidikan sufistik, di mana salah satu karyanya, al-Ḥikam al-Aṭāiyah dikomentari tidak kurang dari 55 karya oleh banyak pakar tasawuf setelahnya. Berangkat dari hal itu, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dan menganalisa pemikiran Ibnu Athaillah tentang pendidikan sufistik dalam karyanya, al-Ḥikam al-Aṭāiyah,2) menjelaskan dan menganalisa pendidikan karakter di Indonesia, 3) menjelaskan dan menganalisa relevansi antara pemikiran Ibnu Athaillah tentang pendidikan sufistik dalam karyanya, al-Ḥikam al-Aṭāiyah dengan pendidikan karakter di Indonesia.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatankualitatifjenis kajian pustaka (library research). Sumber data yang digunakandalampenelitianinidiperoleh dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan dengan pembahasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Setelah data terkumpul lalu dilakukan reduksi data dan analisis isi.

Hasil penelitian menunjukkan metode pendidikan sufistik Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari adalah sulūk menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya transformasi diri menuju tujuan abadi, yakni menjadi ‘dekat’ atau wuṣūlkepada Tuhan swt.Metode sulūk memiliki lima poin konsep.Tiga konsep utama, yaitu: 1) hal-hal negatif (العلل), 2) etika sesuai asas ketakwaan (الاخلاق), dan 3) pengetahuan tentang hidup (المعارف). Dan dua konsep tambahan: 1) situasi (الاحوال) dan 2) perbuatan yang sejalan dengan empat konsep sebelumnya (الاعمال).Relevansi metode sulūk pada pendidikan karakter di Indonesia terdapat dalam beberapa hal: 1) paradigma pendidikan yang langsung ditujukan pada peserta didik, bukan pendidik atau tenaga kependidikan. Artinya membicarakan apa yang harus dilakukan peserta didik pada dirinya sendiri dalam proses pendidikan, 2) penjelasan moral buruk (bad morals), yakni moral atau rintangan yang akan dihadapi peserta didik dalam proses pendidikan yang harus ia benahi sendiri.

ENGLISH:

As time advances, at least in Indonesia, education still leaves a lot of the problems, in terms of education in general, as well as in views of Islamic education. That all prompted some opinions that education in Indonesia must directed to shaping character education,and some of idea of design and approach for this education. There is also an alternative idea, namely sufistic education that are substantially more specific than spiritual education, which is based on the values ​​of Islamic Sufism. While spiritual education is more spesific than character education, which is spiritual more on the aspect of spirit or psyche. Then, Tajuddin Ibn Athaillah as-Sakandari is one among the scholars of sufistic education, where one of his works, al-Hikam al-Aṭāiyah commented upon not less than 55 works by many sufistic scholars thereafter. Based on those, this study aims to: 1) describe and analyze ideas about sufistic education of Shaykh Ibn Athaillah in his work, al-Hikam al-Aṭāiyah, 2) describe and analyze the concepts of character education in Indonesia, 3) describe and analyze the relevance of thinking about sufistic education of Shaykh Ibn Athaillah in his work, al- Hikam al-Aṭāiyah with character education in Indonesia.

This research was conducted with a qualitative approach to the type of library research. The data used in this study was obtained from books, journals, and other scientific work that is relevant to the discussion. The data collection technique used is the method of documentation. And after all, data is reduced and analyzed.

The results showed that sufistic educational methods of Shaykh Ibn 'Ataillah as-Sakandari is called sulūkwhich states that education is an effort of self-transformation toward eternal purpose, which is to bewushul to Allah Almighty. Sulūkmethod has five points concept. The three main concepts, namely: 1) the negative things (العلل), 2) ethics accordance with the principles of takwa(الاخلاق), and 3) knowledge of life (المعارف). And two additional concepts: 1) the situation (الاحوال) and 2) works in line with the four previous concepts (الاعمال). The relevance of sulūk methods on character education in Indonesia there are a few things: 1) the paradigm of education is directly targeted at learners, not teachers or educators. It means talking about what must learner do for himself in the educational process, 2) explanation of bad morals, i.e. obstacles faced by learners that should they fix in the educational process.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fanani, Bahruddin and Syaifuddin, Helmi
Keywords: Pendidikan Sufistik; Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari; Pendidikan Karakter; SufisticEducation; Shaykh Ibn 'Ata Allah as-Sakandari; Character Education
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi magister Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 06 Dec 2016 10:51
Last Modified: 06 Dec 2016 10:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4960

Actions (login required)

View Item View Item