Responsive Banner

Pertimbangan hakim tentang pasal 145 hir dengan Asas Contante Justitie: Studi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri

Firdaus, M. Fairys (2023) Pertimbangan hakim tentang pasal 145 hir dengan Asas Contante Justitie: Studi di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
19210074.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Saksi merupakan seseorang yang dihadirkan oleh pihak berperkara, disumpah oleh Majelis Hakim untuk dimintai keterangan tentang suatu perkara dimana ia dianggap mengetahui tentang perkara tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana status kesaksian dari anggota keluarga dalam pandangan hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, serta keterkaitannya antara pemeriksaan saksi dengan asas contante justitie.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang menggunakan pendekatan penelitian yuridis sosiologis. Sumber data yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari metode yang berupa wawancara. Adapun metode pengolahan data menggunakan editing, classifying, verifying, analyzing, dan concluding. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari Al-Quran, hadis, kitab, buku-buku, artikel, jurnal dan skripsi terdahulu.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa: pertama, konsep kesaksian yang ada di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri sudah sesuai dengan konsep kesaksian menurut hukum Islam. Adapun beberapa perbedaan telah disesuaikan, namun tetap tidak menyimpang dari ajaran agama. Kedua, pemeriksaan saksi memiliki pengaruh kepada rentang waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu perkara. Saksi dari anggota keluarga tidak diperbolehkan, kecuali pada perkara perceraian.

ABSTRACT

A witness is someone who is presented by the litigants, sworn in by the Panel of Judges to be questioned about a case where he is deemed to know about the case. This study aims to find out the status of the testimony of family members in the view of the judges of the Kediri District Religious Court, as well as the relationship between witness examination and the principlecash justice.

This research is an empirical law research that uses a sociological juridical research approach. The data sources used by researchers in this study are divided into two, namely primary data sources and secondary data sources. Primary data sources obtained from the method in the form of interviews. The data processing method uses editing, classifying, verifying, analyzing, and concluding. Meanwhile, secondary data sources were obtained from the Koran, hadith, scriptures, books, articles, journals and previous theses.

Based on the results of the study, the researchers concluded that: first, the concept of testimony in the Religious Courts of Kediri Regency is in accordance with the concept of testimony according to Islamic law. Some differences have been adjusted, but still do not deviate from religious teachings. Second, the examination of witnesses has an influence on the time span required to complete a case. Witnesses from family members are not allowed, except in divorce cases.

مستخلص البحث

الشاهد هو من يمثله الخصوم، ويقسم أمام هيئة القضاة على استجوابه في القضية التي يعتبر على علم بها. يهدف هذا البحث إلى معرفة مكانة شهادة أفراد الأسرة من وجهة نظر قاضي المحكمة الدينية كيديري، وكذلك العلاقة بين استجواب الشاهد ومبدأ contante justitie.

هذا البحث هو بحث قانوني تجريبي الذي يستخدم مدخل البحث قانوني اجتماعي. تنقسم مصادر البيانات التي استخدمها الباحث في هذا البحث إلى قسمين، وهما مصادر البيانات الأساسية ومصادر البيانات الثانوية. مصادر البيانات الأساسية التي تم الحصول عليها من الطريقة في شكل مقابلات. تستخدم طريقة معالجة البيانات التحرير والتصنيف والتحقق والتحليل والاستنتاج. وفي الوقت نفسه، تم الحصول على مصادر البيانات الثانوية من القرآن الكريم والحديث والنصوص والكتب والمقالات والمجلات والأطروحات السابقة.

بناء على نتائج البحث، خلص الباحث إلى أن: أولا، مفهوم الشهادة في المحكمة الدينية كيديري يتوافق مع مفهوم الشهادة وفقا للشريعة الإسلامية. أما بالنسبة لبعض الفروق فقد تم تعديلها لكنها ما زالت لا تحيد عن التعاليم الدينية. ثانيا، استجواب الشاهد له تأثير على الفترة الزمنية اللازمة لإكمال القضية. لا يسمح للشاهد من أفراد الأسرة إلا في حالة الطلاق.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sholehuddin, Miftahus
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSholehuddin, MiftahusUNSPECIFIED
Keywords: Konsep saksi; Asas contante justitie; Pasal 145 HIR; Witness concept; The principle of contante justitie; Article 145 HIR; مفهوم الشاهد؛ مبدأ contante justitie؛ المادة 145 HIR
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: M. Fairys Firdaus
Date Deposited: 19 Apr 2023 09:10
Last Modified: 19 Apr 2023 09:10
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/49575

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item