Responsive Banner

Penetapan Wali Adhal dengan alasan tidak sekufu prespektif Maqasid Syariah: Studi penetapan di Pengadilan Agama Kabupaten Gresik tahun 2020-2021

Mazidah, Dwi Ayu (2023) Penetapan Wali Adhal dengan alasan tidak sekufu prespektif Maqasid Syariah: Studi penetapan di Pengadilan Agama Kabupaten Gresik tahun 2020-2021. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
19210083.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Problematika wali adhal merupakan sebuah masalah yang tak kunjung usai dan telah ada bahkan sejak zaman Rasulullah. Di Indonesia seorang wanita yang mempunyai permasalahan wali adhal ini dapat mendatangi Pengadilan Agama di wilayah setempattermasuk juga di wilayah Gresik yang mana ditemukan banyak sekali kasus wali adhal yang masuk pada tahun 2020-2021. Dari beberapa perkara yang masuk pada tahun tersebut, 25% di antaranya alasan wali tidak mau menikahkan adalah karena menganggap calon suami dari perempuan di bawah perwaliannya tidak sekufu.

Padahal dalam Islam, wali berhak untuk menolak menikahkan jika dirasa calon pengantin pria tidak sekufu dan tidak bisa membayar mahar mitsil. Yang menarik disini adalah mengapa dalam penetapannya, PA Gresik terkesan selalu mengabulkan jika penolakan wali tersebut merupakan hal yang benar. Hal ini menjadi semakin menarik jika dianalisis menggunkan konsep maqasid syariah Jasser Auda, di mana Jasser Auda menawarkan 6 fitur sistem untuk menganalisis suatu permasalahan sehingga akan lebih akurat dan sesuai dengan zaman.

Dari latar belakang tersebut, maka hal ini menjadi menarik untuk diteliti dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana latar belakang pengajuan perkara wali adhal dan ratio decidendi hakim dalam penetapan perkara wali adhal dengan alasan tidak sekufu di PA Gresik pada tahun 2020-2021? 2) Bagaimana ratio decidendi hakim dalam penetapan wali adhal dengan alasan tidak sekufu di PA Gresik pada tahun 2020-2021 prespektif maqasid syariah?. Untuk menghasilkan jawaban yang baik tentu menggunakan metode penelitian yang sesuai. Penulis menggunakan jenis penelitian Yuridis Normatif dengan menggunkan pendekatan penelitian kasus (case approuch).

Hasil dari penelitian ini menyimpulkankan bahwa: a) latar belakang pengajuan perkara wali adhal di Pengadilan Agama gresik kebanyakan didominasi dengan alasan calon suami tidak sekufu. Kemudian tentang ratio decidendi majelis hakim adalah banyak wali nikah yang tidak hadir dalam persidangan sehingga sulit untuk mendapat keterangan lebih dan juga sulit untuk mendamaikan serta calon pasangan suami istri yang datang ke Pengadilan telah mempunyai hubungan yang sangat erat dan telah saling ridho diantara keduanya sehingga telah menemukan kecocokanyya sendiri dan tidak ada halangan untuk menikah. b) penetapan wali adhal dengan alasan tidak sekufu yang telah dianalisis sudah sejalan dengan konsep maqasid syari’ah yang digagas oleh Jasser Auda dilihat dari aspek penyesuaian konteks waktu dan kultur budaya di Indonesia.

ABSTRACT

The problem of wali adhal is a problem that never ends and has existed even since the time of the Prophet Muhammad. In Indonesia, a woman who has problems with this adhal guardian can go to the Religious Court in her local area, this also applies to the Gresik Regency, where many cases of adhal guardians were found in 2020-2021. Then, from several cases, 25% included the reason for the guardian not wanting to get married because he considered that the prospective husband of the woman under his guardianship was not equal. Islam allows a guardian to refuse to marry if it is felt that the groom is not equal and cannot pay the mitsil dowry. But why does the Gresik Religious Court always grant it, even though the guardian feels he is right. This becomes even more interesting when analyzed using the Maqasid Syariah concept of Jasser Auda, where Jasser Auda offers 6 system features to analyze a problem so that it is more accurate and in line with the times.

From this background, it is interesting to study this with the following problem formulations: 1) What is the background of the filing of the wali adhal case and the judge's ratio decidendi in determining the wali adhal case with reasons that are not not equal in PA Gresik in 2020-2021? 2) What is the judge's ratio decidendi in determining adhal guardians on the grounds that they are not equal at PA Gresik in 2020-2021 from the perspective of maqasid syariah? To produce a good answer of course using the right research method. Here the author uses a type of normative juridical research using a case research approach.

The results of this research concluded that: a) The background for filing a Wali Adhal case at the Gresik Religious Court was dominated by the reason that the prospective husband was not equal. Then regarding the considerations of the panel of judges, many parents of marriages were not present at the hearing, so it was difficult to get further information, and it was also difficult to reconcile, and there was no prohibition for prospective husband and wife to get married. b) the determination of adhal guardians with unbalanced reasons is analyzed in line with the maqasid sharia concept initiated by Jasser Auda seen from the context of time and culture in Indonesia.

مستخلص البحث

مشكلة ولي الأضل مشكلة لا نهاية لها موجودة منذ زمن النبي محمد صلى الله عليه وسلم. في إندونيسيا ، يمكن للنساء اللاتي لديهن مشاكل مع أولياء أمورهن الذهاب إلى المحكم الدينية في منطقتهن. ينطبق هذا أيضًا على محكمة الدينية جريسيك ، حيث تم العثور على العديد من قضايا والي الاضل في ٢٠٢٠-٢٠٢١. ثم من عدة حالات ، تضمنت ٪٢٥ منها سبب عدم رغبة ولي الأمر في الزواج ، لأنه اعتبر أن الزوج المرتقب للمرأة التي كان يعتني بها غير متكافئة .يسمح الإسلام لولي الأمر برفض الزواج إذا شعر أن العريس غير متساوٍ وغير قادر على دفع مهر مثل. لكن لماذا تمنحه المحكمة الدينية جريسيك دائمًا ، على الرغم من أن الوصي يشعر أنه على حق. يصبح هذا أكثر إثارة للاهتمام عند تحليله باستخدام مفهوم مقاصد الشريعة لجاسر عودة ، حيث يقدم جاسر عودة ٦ ميزات نظام لتحليل مشكلة لجعلها أكثر دقة وتوافقًا مع الزمن.

من هذه الخلفية ، من المثير للاهتمام دراسة صيغ الأسئلة البحث: ١) ما هي الخلفية رفع دعوى ولي الأضل والاعتبارات(ratio decidendi) لتحديد ولي الأضل على أسس غير متكافئة في المحكمة الدينية جريسيك في ٢٠٢٠-٢٠٢١؟ ٢) ما هي اعتبارات (ratio decidendi) تحديد ولي الأضل على أسس غير متكافئة في المحكمة الدينية جريسيك في ٢٠٢٠-٢٠٢١ من منظور مقاصد الشريعة؟ للحصول على إجابة جيدة ، بالطبع ، استخدم طريقة البحث الصحيحة. تستخدم الباحثة هنا نوعًا من البحث القانوني المعياري باستخدام منهج بحث الحالة (case approuch)

وخلصت نتائج هذا ابحث إلى أن: أ) خلفية رفع قضية ولي الأضل في المحكمة الدينية جريسيك سادها سبب عدم تساوي الزوج المرتقب. ثم فيما يتعلق باعتبارات (ratio decidendi) لجنة القضاة ، لم يكن الكثير من آباء الزواج حاضرين في المحاكمة ، لذلك كان من الصعب الحصول على مزيد من المعلومات ، وكان من الصعب أيضًا التوفيق بين الزوج والزوجة المرتقبين, وقد رضوا بين الزوج والزوجة حتى يكونا قد وجدا كفاحتهما ولا مانع من الزواج. ب) إن تحديد ولي الأضل لأسباب غير متكافئة تم تحليلها يتماشى مع مفهوم الشريعة المقاصدية التي بدأها جاسر عودة ، من منظور تعديل سياق الوقت والثقافة في إندونيسيا.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Izzuddin, Ahmad
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDIzzuddin, AhmadUNSPECIFIED
Keywords: Wali Adhal; Kafa’ah; Maqasid Syariah; Jasser Auda; Adhal Guardian ; Kafa’ah ; Maqasid Syariah ; Jasser Auda; ولي الأضل: كفئة: مقاصيد شريعة: جاسر عودة
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Dwi Ayu Mazidah
Date Deposited: 19 Apr 2023 09:03
Last Modified: 19 Apr 2023 09:03
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/49573

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item