Responsive Banner

Pemanfaatan Limbah Cangkang Keong Sawah (Bellamya Javanica) untuk Sintesis Hidroksiapatit Berpori dengan Modifikasi Pori menggunakan Sekam Padi

Khoiriyah, Kholifatul (2015) Pemanfaatan Limbah Cangkang Keong Sawah (Bellamya Javanica) untuk Sintesis Hidroksiapatit Berpori dengan Modifikasi Pori menggunakan Sekam Padi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
10640049.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Hidroksiapatit berpori merupakan biomaterial yang dapat diaplikasikan dalam pembuatan tulang sintetik karena memiliki sifat biokompatibilitas. Biokompatibilitas adalah kemampuan suatu material untuk bekerja selaras dengan tubuh tanpa menimbulkan efek lain yang berbahaya. Pada penelitian ini dibuat hidroksiapatit berpori menggunakan bahan cangkang keong sawah dan serbuk sekam padi. Metode yang digunakan adalah metode presipitasi. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh variasi suhu sintering dan komposisi bahan terhadap ukuran pori dan sifat mekanik hidroksiapatit berpori. Perbandingan komposisi bahan cangkang keong sawah dengan sekam padi adalah sebagai berikut (98:2, 96:4, 64:6 (%wt)) dengan variasi suhu sintering 800oC, 900oC, 1000oC, masing-masing selama 5 jam. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa komposisi bahan mempengaruhi porositas sebesar 100%. Suhu sintering mempengaruhi porositas sebesar 98.5%, densitas sebesar 98.4% dan kuat tekan sebesar 100%. Ukuran pori yang mendekati standart Daculsi (pori micro <10µm) adalah sampel dengan komposisi aditif 6% dengan suhu sintering 800oC. Ukuran pori yang diperoleh sebesar 6.87 µm dengan porositas sebesar 86.39%. Sifat mekanik yang dihasilkan dari penelitian ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan hasil IP-CHA (Interconnected Porous Hidroksiapatit Ceramic).

ABSTRACT

The porous hydroxyapatite is biomaterial that can be applied in the manufacture of synthetic bone because it has the nature of biocompatibility. Biocompatibility is the ability of a material to work in harmony with the body without causing other dangerous effects. In the research, porous hydroxyapatite is made using conch shells and rice husk powder. The method used is the precipitation method. This study examines the influence of sintering temperature variations and materials composition on pore size and mechanical properties of porous hydroxyapatite. Comparison of material composition between snail shell and rice husk is as follows: 2% 98%, 96%: 4%, 64%: 6% with a sintering temperature variations 8000C, 9000C, 10000C, each for 5 hours. The results showed that the material composition affects the porosity of 100%. Sintering temperature affects the porosity of 98.5%, density of 98.4% and strong press of 100%. Pore size that approximates the standard based on the Daculsi (micro pore < 10 µm) is a sample with 6% additive composition with sintering temperature of 8000C. The pore size obtained is 6.87 µm with porosity of 86.39%. Mechanical properties resulted from this research is much smaller than the results of the IP-CHA (Interconnected Porous Hydroxyapatite Ceramic).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Tirono, Mokhamad and Mulyono, Agus
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDTirono, MokhamadUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDMulyono, AgusUNSPECIFIED
Keywords: Komposisi Bahan; Suhu Sintering; Porositas; Densitas; Kuat Tekan Material Composition; Sintering Temperature; Porosity; Density; Strong Press
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Fisika
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 03 May 2023 13:58
Last Modified: 03 May 2023 13:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/49520

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item