Responsive Banner

Analisis hukum terhadap potensi pengenaan pajak pada aset Crypto perspektif Yusuf Qardhawi

Safira, Samarchony (2023) Analisis hukum terhadap potensi pengenaan pajak pada aset Crypto perspektif Yusuf Qardhawi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
19220039.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Cryptocurrency merupakan salah satu jenis mata uang digital yang dilarang oleh Bank Indonesia untuk dipergunakan sebagai alat tukar karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Kemudian, pada tahun 2019 BAPPEBTI melahirkan Peraturan Nomor 5 Tahun 2019 yang digunakan untuk menjamin adanya kepastian hukum aset crypto. Setelah dilegalkannya penggunaan crypto sebagai aset digital di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan Atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto dengan tujuan untuk menciptakan keadilan bagi setiap penggunanya dalam perpajakan instrumen investasi. Kebijakan ini menimbulkan kegelisahan bagi masyarakat muslim karena pajak atas aset crypto ini merupakan hal yang baru. Islam merupakan agama kaffah tidak pernah terlepas dari segala sesuatu, termasuk dalam hukum pengenaan pajak terhadap aset crypto ini dengan sudut pandang tokoh Islam.

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Adapun bahan hukumnya didapat dari bahan hukum primer dan sekunder. Pengumpulan bahan hukum jenis studi kepustakaan dan analisisnya menggunakan teknik analisis deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bahwasanya aset crypto merupakan harta yang dapat dikenai pajak dalam Islam dan untuk mengetahui pemikiran Yusuf Qardhawi terhadap pengenaan pajak pada aset crypto.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Aset crypto merupakan aset atau harta yang dapat dikenai pajak dalam Islam, karena aset crypto merupakan benda bergerak yang tidak memiliki wujud nyata dan dikelompokkan sebagai harta virtual. Aset ini dapat dilekati hak milik dan memiliki nilai ekonomis. 2). Aset crypto dapat dikatakan sebagai harta perdagangan dan keuntungan dari aset crypto dapat dikatakan sebagai keuntungan aktivitas perdagangan sesuai dengan konsep objek pajak Yusuf Qardhawi. Dalam PMK Nomor 68/PMK.03/2022 dijelaskan bahwa ada dua macam pengenaan pajak terhadap aset crypto yang mana pajak tersebut sesuai dengan konsep pajak kekayaan dan pajak pendapatan Yusuf Qardhawi.

ABSTRACT

Cryptocurrency is one type of digital currency that is prohibited by Bank Indonesia to be used as a medium of exchange because it is not in accordance with Law Number 7 of 2011 concerning currencies. Then, in 2019 BAPPEBTI gave birth to Regulation Number 5 of 2019 which is used to ensure the legal certainty of crypto assets. After the legalization of the use of crypto as a digital asset in Indonesia, the government issued a new policy through Minister of Finance Regulation Number 68 / PMK.03 / 2022 concerning Value Added Tax and Income Tax on Crypto Asset Trading Transactions to create justice for each user in taxation of investment instruments. This policy has caused anxiety for the Muslim community because the tax on crypto assets is a new thing. Islam is a kaffah country that is never separated from everything, including in the law of taxation on crypto assets from the point of view of Islamic figures.

This research is a normative juridical research using a statutory approach and concept approach. The legal materials are obtained from primary and secondary legal materials. The collection of legal materials is a type of literature study and the analysis uses descriptive analysis techniques. The purpose of this research is to ensure that crypto assets are taxable assets in Islam and to find out Yusuf Qardhawi's thoughts on tax imposition on crypto assets.

The results of this study indicate that 1). Crypto assets are assets or assets that can be taxed in Islam because crypto assets are movable objects that have no real form and are classified as virtual assets. This asset can be attached to property rights and has economic value. 2). Crypto assets can be said to be trading assets and the profits from crypto assets can be said to be the profits of trading activities in accordance with Yusuf Qardhawi's concept of tax objects. In PMK Number 68 / PMK.03 / 2022 it is explained that there are two kinds of tax imposition on crypto assets which are in accordance with the concept of wealth tax and income tax Yusuf Qardhawi.

مستخلص البحث

العملة المشفرة هي نوع واحد من العملات الرقمية التي يحظر بنك إندونيسيا استخدامها كوسيلة للتبادل لأنها لا تتوافق مع القانون رقم 7 لعام 2011 بشأن العملة. بعد ذلك ، في عام 2019 ، أنجبت BAPPEBTI اللائحة رقم 5 لعام 2019 والتي تستخدم لضمان اليقين القانوني لأصول التشفير. بعد إضفاء الشرعية على استخدام العملات المشفرة كأصول رقمية في إندونيسيا ، أصدرت الحكومة سياسة جديدة من خلال لائحة وزير المالية رقم 68 / PMK.03/2022 بشأن ضريبة القيمة المضافة وضريبة الدخل على معاملات تداول الأصول المشفرة بهدف خلق العدالة لكل مستخدم في فرض الضرائب على أدوات الاستثمار. تسببت هذه السياسة في قلق المجتمع المسلم لأن الضرائب على الأصول المشفرة جديدة. الإسلام بلد كافا لم يتم فصله أبدا عن كل شيء ، بما في ذلك قانون فرض الضرائب على الأصول المشفرة من وجهة نظر الشخصيات الإسلامية.

هذا البحث هو بحث قانوني معياري باستخدام نهج قانوني ونهج مفاهيمي. يتم الحصول على المواد القانونية من المواد القانونية الأولية والثانوية. مجموعة من المواد القانونية لنوع دراسة الأدب وتحليلها باستخدام تقنيات التحليل الوصفي. الغرض من هذه الدراسة هو التأكد من أن الأصول المشفرة هي أصول خاضعة للضريبة في الإسلام ومعرفة أفكار يوسف قرداوي حول فرض الضرائب على الأصول المشفرة.

تظهر نتائج هذه الدراسة أن 1). مجموعة العملات المشفرة هي أصل أو أصل يمكن فرض ضرائب عليه في الإسلام ، لأن أصول التشفير هي أشياء متحركة ليس لها شكل ملموس وتصنف على أنها أصول افتراضية. يمكن ربط هذه الأصول بحقوق الملكية ولها قيمة اقتصادية. 2). يمكن القول أن الأصول المشفرة هي أصول تداول ويمكن القول أن الأرباح من الأصول المشفرة هي أرباح من أنشطة التداول وفقا لمفهوم الكائن الضريبي ليوسف قرداوي. في PMK رقم 68 / PMK.03/2022 ، تم توضيح أن هناك نوعين من الضرائب على أصول التشفير ، حيث تتوافق هذه الضرائب مع مفاهيم ضريبة الثروة وضريبة الدخل ليوسف قرداوي.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Rofiq, Mahbub Ainur
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDRofiq, Mahbub AinurUNSPECIFIED
Keywords: Pajak; Aset Crypto; Yusuf Qardhawi; Tax; Crypto Assets; Yusuf Qardhawi; الضرائب ; الأصول المشفرة; يوسف قرداوي
Subjects: 14 ECONOMICS > 1401 Economic Theory > 140102 Macroeconomic Theory
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Samarchony Safira
Date Deposited: 13 Apr 2023 14:06
Last Modified: 13 Apr 2023 14:06
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/49467

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item