Responsive Banner

Pengaruh Konsentrasi NaOH pada proses Netralisasi minyak ikan hasil samping industri pengalengan ikan terhadap Asam Lemak Bebas (Free Fatty Acid) dan komposisi Asam-asam Lemak Tak Jenuh

Prasetiyo, Nova Dwi (2012) Pengaruh Konsentrasi NaOH pada proses Netralisasi minyak ikan hasil samping industri pengalengan ikan terhadap Asam Lemak Bebas (Free Fatty Acid) dan komposisi Asam-asam Lemak Tak Jenuh. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
08630012.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Limbah cair minyak ikan sebagian besar masih dalam kualitas rendah, mengandung pengotor berupa logam berat, aldehida, keton, asam lemak bebas (FFA) dan peroksida yang mempengaruhi aroma dan citarasa minyak menjadi tengik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NaOH terbaik untuk menurunkan FFA dan untuk mengetahui komposisi asam-asam lemak tak jenuh hasil konsentrasi NaOH terbaik pada proses netralisasi minyak ikan hasil samping industri pengalengan ikan dengan analisis menggunakan Gas Chromatography- Mass Spectrometer (GC-MS).

Penelitian ini meliputi: (1) Proses pengolahan minyak ikan hasil samping pengalengan meliputi proses degumming dan netralisasi dengan menggunakan basa (NaOH). (2) Analisis FFA dengan menggunakan metode titrasi asam basa. (3) Analisis komposisi asam-asam lemak tak jenuh hasil konsentrasi NaOH terbaik pada proses netralisasi minyak ikan dengan menggunakan GC-MS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam lemak bebas mengalami penurunan pada setiap tahap pengolahan dari minyak ikan awal sebelum diproses pemurnian, proses degumming, serta proses netralisasi dengan menggunakan variasi konsentrasi NaOH 16 % 6 mL (24 mmol), 7 mL (28 mmol), 8 mL (32 mmol), 9 mL (36 mmol) dan 10 mL (40 mmol)) berturut-turut, yaitu: 1,45 %, 1,355 %, 0,085 %, 0,065 %, 0,045 %, 0,035 % dan 0,0165 %, dimana persentase penurunan asam lemak bebas (FFA) terendah tercapai pada proses netralisasi dengan konsentrasi NaOH 16 % 10 mL (atau setara dengan 40 mmol), yaitu sebesar 0,0165 %. Asam-asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam hasil samping (sabun) pengalengan ikan meliputi: asam lemak omega-3 yaitu asam eikosa- 5,8,11,14,17-pentaenoat (EPA) (20:5), asam (Z,Z,Z) 9,12,15-oktadekatrienoat (asam linolenat) (18:3). Asam lemak omega-6 adalah Asam (Z,Z,Z,Z) 5,8,11,14- eikosatetraenoat (asam arakhidonat) (20:4). Asam lemak omega-9 adalah asam (E)-9-oktadekaenoat (asam oleat) (18:1), asam (Z)-13-dokosaenoat (asam erukat) (10:1). Minyak ikan hasil samping (sabun) netralisasi mampu menurunkan % area relatif dari asam lemak omega-3 dan asam lemak omega-6, serta meningkatkan asam lemak omega-9.

ABSTRACT

Fish oil wastewater is largely still in low quality, containing impurities such as heavy metals, aldehydes, ketones, free fatty acids (FFA) and peroxide affects aroma and flavor of the oil becomes rancid. This study aims to know the best concentration of NaOH to reduce FFA and to know the best composition of unsaturated fatty acids resulted in the concentration of NaOH in process of neutralization of fish oil by product of fish canning industry by analysis using Gas Chromatography-Mass Spectrometer (GC-MS).

This study includes: (1) process of manufacture fish oil from side outcome of canning include process of degumming and neutralization using alkali (NaOH). (2) Analysis of FFA by using acid-base titration method. (3) Analysis of the best composition of unsaturated fatty acids resulted from NaOH concentration on the neutralization process of fish oil using GC-MS.

The results showed that the free fatty acids decreased in each stage of the processing of the initial pre-processed fish oil refining, degumming process, also the neutralization process using a variation of the concentration of NaOH 16 % at 6 mL (24 mmol), 7 mL (28 mmol), 8 mL (32 mmol), 9 mL (36 mmol) and 10 mL (40 mmol)) in a row, are: 1.45 %, 1.355 %, 0.085 %, 0.065 %, 0.045 %, 0.035 %, 0.0165 %, where the lowest reduction percentage in free fatty acid (FFA) achieved on the neutralization process in NaOH concentration 16 % 10 mL (equivalent to 40 mmol) is 0.0165 %. Unsaturated fatty acids contained in the by- product (soap) canning include: omega-3 fatty acids which eikosa acid- 5,8,11,14,17-pentaenoat (EPA) (20:5), acid (Z,Z,Z) 9,12,15-oktadekatrienoat (linolenic acid) (18:3). Omega-6 fatty acids are acid (Z, Z, Z, Z) 5,8,11,14- eikosatetraenoat (arachidonic acid) (20:4). Omega-9 fatty acid is an acid (E)-9- oktadekaenoat (oleic acid) (18:1), acid (Z)-13-dokosaenoat (erukat acid) (10:1). Fish oil by product (soap) neutralization can reduce % of relative area of the omega-3 fatty acids and omega-6 fatty acids, and increa omega-9 fatty acids.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yulianti, Eny and Romaidi, Romaidi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDYulianti, EnyUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDRomaidi, RomaidiUNSPECIFIED
Keywords: minyak ikan; asam lemak bebas; konsentrasi NaOH; dan proses netralisasi; fish oil; free fatty acid; concentration NaOH; and neutralization process
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 06 Apr 2023 09:20
Last Modified: 06 Apr 2023 09:20
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/49204

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item