Responsive Banner

Analisis hukum putusan Wakaf: Studi Komparasi putusan nomor 0946/ PDT.G/ 2016/ PA TA dan putusan nomor 916/PDT.G/2011/PA.PTK

Haidar, Mahdi (2018) Analisis hukum putusan Wakaf: Studi Komparasi putusan nomor 0946/ PDT.G/ 2016/ PA TA dan putusan nomor 916/PDT.G/2011/PA.PTK. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
14210072.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Keadilan merupakan suatu ideal yang dicari oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan keadilan merupakan hal yang abstrak, absolut dan final, maka perlu dikongkritkan. Masyarakat dalam mengkongritkan keadilan tersebut berbeda-beda hasilnya. Dinegara Indonesia, makna keadilan adalah setiap yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku, ketika tidak sesuai dengan undang-undang, maka bisa dikatakan tidak adil. Karena manusia akan kembali ke masa kelam dahulu yang penuh dengan penindasan, perampasan hak, penganiayaan, dan sebagainya. Sehingga penegakan keadilan ini menjadi sangat penting adanya. Penulis menemukan adanya ketidak kesesuaian putusan Pengadilan Agama Tulungagung dengan Undang-undang yang seharusnya dijadikan patokan yaitu UU 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf tetapi di Pengadilan Agama lain yaitu di Pengadilan Agama Pontianak menerapkan undang-undang wakaf. Disinilah letak permasalahan yang hendak penulis teliti. Adapun rumusan masalahnya, 1) Bagaimana analisis hukum putusan wakaf Nomor 0946/ Pdt.G/ 2016/ PA TA dan Putusan Nomor 916/Pdt.G/2011/PA.Ptk. 2) Bagaimana persamaan dan perbedaan majlis hakim pengadilan agama dan pontianak dalam memutus perkara wakaf?

Pembahasan ini termasuk pembahasan normative yang menggunakan pendekatan komparasi. Pendekatan tersebut penulis gunakan untuk menganalisis dua putusan yang kasusnya sama yaitu tentang wakaf, tetapi putusannya berbeda, makna berbeda disini adalah ada yang tidak mengacu pada undang-undang dan ada yang mengacu.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Pengadilan Agama Tulungagung tidak mengacu pada UU 41 Tahun 2004 khususnya pasal 6 Tentang Wakaf, yang pijakannya adalah Akta ikrar wakaf yang dikeluarkan oleh PPAIW. Makna tidak mengacu disini adalah, menjadikan tanah sisa yang seharusnya bukan wakaf bedasarkan akta ikrar wakaf No.238/22-9-95 tanggal 09-01-1995, tetapi dianggap sebagai tanah wakaf. Seharusnya tanah sisa itu bukan wilayah absolut dari pengadilan agama. Sehingga perkara ini seharusnya bukan wilayah absolut pengadilan agama. Sedangkan Putusan Pengadilan Agama Pontianak dalam pertimbangannya poin ke-3 mengacu UU 41 Tahun 2004 sebagai pijakannya. 2) Persamaan dari kedua putusan tersebut adalah pokok perkara yang diselesaikan sama-sama wakaf, sedangkan perbedaannya pada putusan PA TA tidak menjadikan uu no 41 tahun 2004 pasal 6 sebagai pijakan dalam memutus perkara, sedangkan pada PA Ptk menjadikan UU tersebut sebagai acuan. Perbedaan berikutnya adalah lokasi yang penulis ambil berbeda, yaitu PA Tulungagung dan PA Pontianak.

ABSTRACT

Justice is the ideal that every person seeks. This is because abstract justice, absolute and final, needs to be concrete. Society in the application of justice is different result. State of Indonesia, the meaning of justice is anything in accordance with applicable law, when not compatible with the law, can be said to be unfair. Because people will return to the dark past of oppression, denial of rights, Persecution, etc. Therefore, the enforcement of justice becomes very important. The book finds inconsistency with the decision of the Tulungagung Court of Law which should be used as a measure, namely Law No. 41 of 2004 regarding the stay while in the other Islamic court that applies the religious laws of Pontianak Court Endowments. Here lies the problems that the author wishes carefully. Formulation of the problem, 1) How the legal endowment decision analysis No. 0946 / Pdt.G / 2016 / PA.TA and Resolution No. 916 / Pdt.G / 2011 / PA.Ptk? 2) How similarities and differences between the judges of the Shari'a courts and Pontianaku Tulungagung in deciding the waqf cases

This discussion includes standard discussions using a comparative approach. Approach I use the analysis of two decisions this case is equal to those endowments, but the decision is different, the different meaning here is that there is no reference to the legislation there is a reference.

From this research it can be concluded that: 1) The Tulungagung religious court does not refer to the law number. 41 of 2004, particularly Article 6 on the Waqf, which he submitted is the bond of the undertaking issued by officials of the Endowment pledge undertaking. The meaning of the lack of reference here is to make the remaining land that should not be a reward based on the vow of Wakf No. 2338 / 22-995 dated 9-01-1995. But it is considered a land of endowments. It should not be the absolute domain of a religious court. So this issue should not be the absolute domain of the religious court. While the decision of the religious court in Antibyanak in its reference refers to law number. 41 of 2004 has a foothold. 2) The equation of this second decision is the subject of which the Waqf is equally dissolved, while the difference in the decision of the religious court of Tulungagung Judge Boards did not make Law No. 41 of 2004 a foothold in deciding the case, while the Pontianak Court judges make the law as Bookmark. The next difference is where the author disagreed, a court ReligiousTulungagung and Pontianak Religious Court.

مستخلص البحث

العدالة هي المثل الأعلى الذي يسعى إليه كل شخص. هذا لأن العدالة مجردة ، مطلقة ونهائية ، تحتاج إلى أن تكون ملموسة. المجتمع في تطبيق العدالة يختلف النتيجة. دولة إندونيسيا ، معنى العدالة هو أي شيء وفقاً للقانون المعمول به ، عندما لا يتوافق مع القانون ، يمكن القول أنه غير عادل. لأن البشر سيعودون إلى الماضي القاتم من القمع ، والحرمان من الحقوق ، والاضطهاد ، وما إلى ذلك. إذن ، يصبح إنفاذ العدالة مهمًا جدًا. الكتاب تجد التعارض مع قرار المحكمة تولونغاغونغ قانون الدين الذي ينبغي أن تستخدم كمقياس، وهو القانون رقم 41 سنة 2004 بشأن الوقف بينما في المحكمة الإسلامية الأخرى التي تطبق القوانين الدينية محكمة بونتياناك إلى الأوقاف. هنا تكمن المشاكل التي يود المؤلف بعناية. صياغة المشكلة، 1) كيف القانوني قرار الأوقاف تحليل رقم 0946/ Pdt.G/ 2016/ PA.TAوقرار الرقم 916/Pdt.G/2011/PA.Ptk؟ 2) كيف أوجه التشابه والاختلاف بين قضاة المحاكم الشرعية وبين بونتياناكو تولونغاغونغ في البت في قضايا الوقف؟

تتضمن هذه المناقشة مناقشات معيارية باستخدام منهج مقارن. النهج يمكنني استخدام تحليل قرارين هذه الحالة هي مساوية لتلك الأوقاف، ولكن القرار هو مختلف، ومعنى مختلف هنا هو أنه لا يوجد أي إشارة إلى التشريعات وهناك اشارة.

من هذا البحث يمكن أن يستنتج أن: 1) محكمة الدينية تولونغاغونغ لا يشير إلى القانون رقم. 41 من عام 2004 ، لا سيما المادة 6 حول الوقف ، الذي قدمه هو سند التعهد الصادر من مسؤولون من تعهد الأوقاف التعهد. المعنى عدم الإشارة هنا هو جعل الأرض المتبقية التي لا ينبغي أن تكون واكافًا مستندًا إلى صك نذر واكاف رقم 2338 / 22-995 بتاريخ 9-01-1995 ، ولكنها تعتبر أرضًا من الأوقاف. لا ينبغي أن يكون المجال المطلق لمحكمة دينية. لذا لا ينبغي أن تكون هذه القضية هي المجال المطلق للمحكمة الدينية. في حين أن قرار محكمة الدينيةبونتياناك في نظرها يشير إلى القانون رقم. 41 من عام 2004 موطئ قدم. 2) معادلة هذا القرار الثاني هو الموضوع الذي يتم حل بالتساوي الأوقاف، في حين أن الفرق في قرار محكمة دينية تولونغاغونغ القاضي المجالس لم يجعل القانون رقم 41عام 2004 على موطئ قدم في البت في القضية، في حين أن قضاة المجلس محكمة الدينية بونتياناك جعل القانون كما المرجعية. والفرق التالي هو الموقع الذي اختلف فيه المؤلف ، أي محكمة الدينيةتولونغاغونغ و محكمة الدينية بونتياناك.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMahmudi, ZaenulUNSPECIFIED
Keywords: Analisis Hukum; Wakaf; Putusan; waqf; Legal analysis; ستيفاء ; قانوني ; الوقف
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Meirisa Anggraeni
Date Deposited: 24 Mar 2023 09:43
Last Modified: 24 Mar 2023 09:43
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/48642

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item