Responsive Banner

The construction of postcolonial identity in lessing’s The Americanisation of Shadrach Cohen and Shahraz’s A Pair of Jeans

Himmah, Aliyatul (2015) The construction of postcolonial identity in lessing’s The Americanisation of Shadrach Cohen and Shahraz’s A Pair of Jeans. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
11230074.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRACT

The present study endeavors to examine the identity formation of people in the third space represented by Lessing’s The Americanization of Shadrach Cohen (ASC) compared to Shahraz’s A Pair of Jeans (POJ). Both works are chosen for this study attempts to recognize that actually the issue of postcolonial identity formation can occur in the non-colonized countries, represented by ASC, which is then compared to that of the colonized country, represented by POJ, to find the possibilities of similar as well as different patterns of identity formation of the third space people from both stories.

This study implements the theory of identity construction by Homi K. Bhabha for he is the one who concerns on the issues of cultural discourse and identity of third space people. The theory of identity construction embraces three significant points, i.e. ambivalence, mimicry and hybridity.

This study reveals that basically both stories have several resemblances more than the differences in terms of identity formation. Regardless from the past colonization, what becomes the enormous effect of doing hybridity is the immigration toward the wealthier countries, i.e. America and England. Besides, the strong religious belief attached in each indigenous culture has them be difficult to totally belong to the immigrated countries. It also shows that finally the characters in both stories cannot exactly belong to a fix identity but hybridize both cultures which result on the new one. This strongly proves that the theory of postcolonial is relevant to be applied for non-colonized country undergoing similar effects like the post-colonized contries. To sum up, the partial mimicry done by every character becomes the privilege of ambivalence which enables the traditional and modern culture to negotiate which result on the hybrid social identities (Bhabha, 1994:250).

ABSTRAK

Tulisan ini mengkaji pembentukan identitas orang-orang dalam ‘dunia ketiga’ yang direpresentasikan oleh cerpen The Americanization of Shadrach Cohen (ASC) karya Bruno Lessing dan A Pair of Jeans (POJ) karya Qaisra Shahraz. Kedua cerpen tersebut dipilih karena kajian ini mencoba unutuk mengetahui bahwa isu-isu dalam kajian poskolonial dapat terjadi pada negara-negara yang secara fisik tidak pernah mengalami masa penjajahan, sebagaimana digambarkan dalam cerpen Lessing yang kemudian dibandingkan dengan cerpen karya Shahraz untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan terdapat kesamaan serta perbedaan pola dalam pembentukan identitas orang-orang dalam ‘dunia ketiga’.

Kajian ini menggunakan teori pembentukan identitas oleh Homi K. Bhabha, yang merupakan pakar dalam isu-isu kebudayaan orang-orang dalam ‘dunia ketiga’. Teori ini mencakup tiga poin penting, yaitu ambivalensi, mimikri, serta hibriditas.

Dari kajian ini ditemukan bahwa kedua cerpen ini didominasi kesamaan daripada perbedaan. Terlepas dari sejarah penjajahan, hibriditas dalam cerpen ini muncul disebabkan oleh imigrasi ke negara-negara yang lebuh makmur, seperti Amerika dan Inggris. Selain itu, kuatnya religiusitas yang dikaitkan dalam kebudayaan asli masing-masing negara membuat para imigran sulit untuk serta merta mengikuti budaya negara yang mereka tinggali. Dalam kajian ini juga ditemukan bahwa karakter dalam masing-masing cerpen sulit untuk mengenali identitas asli mereka karena mereka telah melakukan hibridisasi antara budaya asli mereka dengan budaya negara imigrasi. Ini memperkuat bukti bahwa teori poskolonial relevan untuk digunakan mengkaji karya-karya dari negara yang tidak pernah mengalami penjajahan fisik yang mengalami efek-efek serupa seperti negara-negara bekas jajahan. Dapat disimpulkan bahwa mimikri yang dilakukan oleh masing-masing karakter menjadi hak istimewa untuk mengalami ambivalensi yang memungkinkan adanya negosiasi antara budaya tradisional dan modern yang menghasilkan identitas baru budaya hybrid di kalangan masyarakat (Bhabha, 1994:250).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Huda, Miftahul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDHuda, MiftahulUNSPECIFIED
Keywords: postcolonial analysis; identity construction; ambivalence; mimicry; hybridity; kajian poskolonial; pembentukan identitas; ambivalensi; mimikri; hibriditas
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 09 Mar 2023 14:29
Last Modified: 09 Mar 2023 14:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/48173

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item