Responsive Banner

Etnobotani tumbuhan bahan pewarna alami batik Banyu Mas di Kabupaten Pamekasan Madura

Fauzan, Mohammad (2007) Etnobotani tumbuhan bahan pewarna alami batik Banyu Mas di Kabupaten Pamekasan Madura. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
03520005.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (506kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami batik merupakan kegiatan turun-temurun yang telah dipraktekkan oleh pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan Madura. Akan tetapi, saat ini ada kecenderungan warisan budaya tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh masyrakat pengrajin batik. Penggunaan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami pada batik selain mempunyai nilai estetika dan nilai jual yang tinggi juga dapat mengurangi efek sampingan yang berbahaya terhadap kesehatan dibandingkan dengan bahan sintetik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan lokal (indigenous knowledge) masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan untuk bahan pewarna alami batik. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, yaitu peneliti mengeksplorasi pengetahuan masyarakat pengrajin batik dalam pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan sebagai bahan pewarna alami. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi lapangan, dan PEA (Participatory Etnobotanical Appraisal). Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling yang terdiri dari pengrajin batik, pengusaha batik dan masyarakat umum yang mengetahui tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami batik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2007 di kawasan pengrajin batik Banyu Mas di Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan Madura

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 39 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami batik dan terdiri atas 27 familia. Spesies tumbuhan yang paling dominan di gunakan adalah mengkudu (Morinda citrifolia). Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pewarna alami terdiri dari batang, daun,buah, bunga, akar, dan biji. Bagian daun merupakan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan dengan persentase sebesar 38 % dari seluruh bagian yang digunakan. Pengolahan organ-organ tumbuhan tersebut dengan cara ditumbuk atau dihaluskan untuk daun dan dipotong kecil-kecil untuk organ lainnya. Sumber perolehan spesies-spesies tumbuhan pewarna alami ini yaitu termasuk tanaman budidaya, tanaman yang tidak dipelihara secara intensif dan tanaman liar. Dari seluruh sumber perolehan tumbuhan pewarna alami batik, sebesar 51 % merupakan jenis tanaman liar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Minarno, Eko Budi
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMinarno, Eko BudiUNSPECIFIED
Keywords: Etnobotani; Tumbuhan pewarna alami; Batik Banyu Mas
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 08 Mar 2023 10:50
Last Modified: 08 Mar 2023 10:50
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/48050

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item