Responsive Banner

Studi keanekaragaman fauna tanah di Perkebunan Apel Organik dan Anorganik Desa Bumiaji Kota Batu

Husen, Ali (2007) Studi keanekaragaman fauna tanah di Perkebunan Apel Organik dan Anorganik Desa Bumiaji Kota Batu. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
03520038.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (433kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Fauna tanah merupakan fauna yang hidup pada tanah baik di dalam tanah maupun di permukaan tanah. Peranan penting fauna tanah dalam meningkatkan kesuburan tanah adalah melakukan pembusukan, merubah sisa-sisa tumbuhan menjadi humus, menggabungkan bahan pembusuk pada lapisan tanah. Fauna tanah juga dapat dijadikan indikator dalam kesuburan tanah, keragaman tinggi apabila dalam suatu ekosistem terdapat banyak spesies yang kelimpahan sama atau hampir sama dan sebaliknya jika komunitas itu disusun oleh sangat sedikit spesies yang dominan maka keanekaragaman jenisnya rendah. Perkebunan organik merupakan suatu sistem pertanian yang holistik dan terpadu dengan mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami dan menggunakan komponen yang alami dalam pengolahan perkebunan. Budidaya apel organik mempunyai beberapa keuntungan antara lain ramah lingkungan, kandungan gizinya mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman fauna tanah dan perananya pada perkebunan apel organik dan anorganik serta menganalisis peran komunitas fauna tanah pada kedua lahan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada perkebuanan apel organik dan anorganik di desa Bumiaji pada fase setelah berbuah, pada bulan Juni – Juli 2007. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode eksplorasi. Pengambilan data dilaksanakan dengan metode absolut ( pengamatan langsung) dengan masing-masing lahan 9 plot, dan metode relatif dengan pitt fall trap 9 buah dan berlese funnel 5 buah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perkebunan organik lebih banyak ditemukan fauna tanah dan keragamannya lebih tinggi dari pada pada perkebunan anorganik. Indeks Nilai Penting didominasi oleh famili Formicinae dan Isotomidae pada kedua perkebunan. Peran fauna tanah sebagai hama dan dan predator tinggi pada perkebunan anorganik dan peran sebagai detritivor tinggi pada perkebunan organik hal ini karena pada perkebunan anorganik terkena pestisida sehingga musuh alami mati. Jenis seluruh (S), Jumlah Seluruh (N), Nilai Indeks keragaman (H`), tingkat kesamaan (E), kekayaan jenis (R) rata-rata perkebunan organik lebih tinggi dari pada perkebunan anorganik. Pada pengamatan karbon, nitrogen dan pH menunjukkan bahwa rata-rata perkebunan organik lebih tinggi kadarnya dari pada perkebunan anorganik. Koefesien kesamaan 2 perkebunan organik dan anorganik menunjukkan nilai 75% hal ini mengisyaratkan bahwa komunitas pada perkebunan organik dan anorganik mempunyai kemiripan yang sangat tinggi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suheriyanto, Dwi and Nashichuddin, Achmad
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSuheriyanto, DwiUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDNashichuddin, AchmadUNSPECIFIED
Keywords: Fauna tanah; Organik; Anorganik
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 08 Mar 2023 10:51
Last Modified: 08 Mar 2023 10:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/47997

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item