Pengembangan Pendidikan Agama Islam di homeschooling: Studi kasus di Komunitas Homeschooling Sekolah Dolan Malang

Wandi, Fifia (2008) Pengembangan Pendidikan Agama Islam di homeschooling: Studi kasus di Komunitas Homeschooling Sekolah Dolan Malang. Undergraduate thesis, Universitas Negeri Islam Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04110131.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (958kB) | Preview

Abstract

Homeschooling adalah suatu proses pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga sendiri terhadap anggota keluarganya yang masih usia sekolah, dengan memilih model/ kurikulum yang sesuai dengan gaya belajar anak. Banyak orang tua yang tidak puas dengan sistem pendidikan formal, sehingga alasan utama melakukan homeschooling karena masalah agama, ketakutan orang tua tentang pergaulan yang tidak sesuai dengan norma agama. Sehingga dalam homeschooling dapat melakukan pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1. bagaimana pengembangan materi kurikulum Pendidikan Agama Islam di Homeschooling?, 2. bagaimana pengembangan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Homeschooling yang meliputi media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran?. Tujuannya adalah untuk: 1. untuk mengetahui dengan jelas pengembangan materi kurikulum pendidikan Agama Islam di Homeschooling, 2. untuk mengetahui dengan jelas pengembangan metode pembelajaran pendidikan Agama Islam di Homeschooling yang meliputi media pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis atau lisan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti, dan ketekunan pengamatan.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa komunitas Homeschooling Sekolah Dolan melakukan pengembangan materi kurikulum Dalam hal urusan kurikulum dikembangkan dengan menggali terus sumber kurikulum yang ada dan setelah itu diklasifikasikan sesuai dengan kebutuhan anak, yang penting tujuannya tercapai. Dan anak merasa nyaman dengan kurikulum yang ada. Tidak semua kurikulum cocok dengan anak, sehingga yang sering terjadi anak stress dengan pelajaran yang menumpuk. Dalam penggunaan metode belajar melalui permainan (learning by playing), melakukan sendiri dan aktif mengekplorasi (Learning by doing and active learning) dengan cara yang menyenangkan (fun learning), media belajar yang digunakan memanfaatkan semua fasilitas yang ada yang dapat dijadikan media belajar, dan sistem evaluasi menggunakan portofolio, dan tidak ada kegiatan khusus untuk melaksanakan ujian. Sebagai akhir dari penyusunan skripsi penulis memberi kesimpulan bahwa pengembangan materi kurikulum orang tua homeschooler dapat menggunakan kurikulum dari Diknas dengan kurikulum dari luar negeri, kurikulumnya juga dapat dibuat sendiri menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Tidak ada patokan khusus dalam penggunaan kurikulum, sehingga dapat mengembangkannya sendiri. Dan metode yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan anak, serta penggunaan portofolio sebagai evaluasinya. Saran yang ditawarkan peneliti adalah menuntut ilmu tidak harus di bangku sekolah, tapi dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Salah satunya dengan homeschooling yang dapat memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Supriyatno, Triyo
Keywords: Pengembangan Pendidikan Agama Islam; Homeschooling
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 08 Sep 2016 09:00
Last Modified: 08 Sep 2016 09:01
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4783

Actions (login required)

View Item View Item