Responsive Banner

Hutang-piutang hewan ternak di kalangan masyarakat Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi dalam pandangan Tokoh Agama Islam Wongsorejo

Yaqin, Nurul (2015) Hutang-piutang hewan ternak di kalangan masyarakat Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi dalam pandangan Tokoh Agama Islam Wongsorejo. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
11220108.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (856kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Interaksi dalam masyarakat selalu terjadi, salah satu interaksi masyarakat dalam bidang ekonomi yaitu hutang-piutang. seperti yang terjadi pada masyarakat kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi yang kerap kali melakukan transaksi hutang-piutang hewan ternak. Transaksi ini dilakukan oleh dua pihak, yang mana pihak pertama bertindak sebagai debitur dan pihak kedua bertindak sebagai kreditur. Transaksi ini diawali dengan suatu perjanjian lisan antara kreditur dengan debitur. Perjanjian yang diadakan antara keduanya menerangkan bahwasannya pihak kreditur membebankan dan meminta suatu lebihan dalam bentuk tambahan umur hewan ternak kepada debitur yang dibayarkan pada saat pengembalian atau pelunasan hewan ternak tersebut. Lebihan yang berupa tambahan umur hewan tersebut didapat dari perhitungan jangka waktu pelunasan atau pengembalian hewan ternak. semakin lama debitur melunasi hutangnya, semakin besar pula lebihan yang harus dibayarkan kepada kreditur.

Dalam penelitian ini terdapat rumusan masalah yaitu : 1) bagaimana praktik hutang-piutang hewan ternak di kalangan masyarakat kecamatan wongsorejo kabupaten banyuwangi ? 2) bagaimana pandangan tokoh agama islam wongsorejo terhadap transaksi hutang-piutang di kalangan masyarakat kecamatan wongsorejo kabupaten banyuwangi ?. jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris karena dalam penelitian ini data diperoleh langsung dari lapangan tempat terjadinya segala hal yang diteliti yang berkaitan dengan kasus hutang-piutang hewan ternak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa tahapan diantaranya, wawancara dan dokumentasi untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, sebagian tokoh agama islam wongsorejo menganggap transaksi hutang-piutang hewan ternak yang ada di kalangan masyarakat kecamatan wongsorejo adalah transaksi yang tidak mengandung unsur riba. Hal itu disebabkan karena adanya kerelaan antara keduanya atas tambahan yang diperjanjiakan diawal transaksi. Sebagian tokoh agama islam wongsorejo yang lain berpendapat bahwa transksi hutang-piutang hewan ternak tersebut adalah transksi yang mengandung unsur riba, hal itu disebabkan oleh perjanjian yang diadakan di awal transaksi yang mengharuskan adanya suatu tambahan yang dibebankan oleh pihak kreditur kepada pihak debitur dan harus dibayarkan pada saat pengembalian hewan ternak. Dalam islam dijelaskan melalui hadits rasulullah SAW bahwa tiap-tiap piutang yang mengambil manfaat maka itu salah satu dari macam riba. hadits riwayat al-harits bin abu salamah.

ABSTRACT

Interaction in the society always happened, for example society interaction in economic which is about debit and credit. As the case of people in wongsorejo, Banyuwangi, often do the transaction debit and credit for livestock. This transaction has done by both parties which is the first one as the debtor and the other one as the creditor. The transaction is began by an oral agrement between them. The agreement held explains that the creditor burdens and asks the debtor an extra amount of livestock’s age that is paid when return or repayment of the livestock. It is got from the calculation of repayment durasion. If the debtor return her or his debt for a long time, then she or he has to pay it back together with much extra mount to the creditor.

This research has two statement of problems; 1) how is the practice of livestock debit and credit in wongsorejo people community at Banyuwangi? 2) how is the Wongsorejo islamic figure’s view or opinion about debit and credit transaction in wongsorejo people community at banyuwangi? The type of this research is yuridis empirical research, because the data is directly got from the field in happening every thing which is researched about the livestock debit and credit case. The technic of collecting data in this research uses some steps, there are interview and documentasion to answer the problems in this research.

The conclution of this research are portion of wongsorejo islamic figures consider that the livestock debit and credit transaction in wongsorejo people community is not containing riba, because it exists the willingness of them about an extra amount in the beginning of transaction. Other wongsorejo islamic figures consider that it is containing riba, because the agreement obligates an extra mount which is burdened to the debtor from the creditor. It has to be paid when return and repayment the livestock. Islam explains within hadist of the prophet SAW that every debts which gets the profit just from one side belongs to riba. This hadist is conveyed by al-harist bin abu salamah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Anam, Khoirul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAnam, KhoirulUNSPECIFIED
Keywords: hutang-piutang; hewan ternak; pandangan tokoh agam islam; Debt ; Livestock andIslamic figure’s view and opinion
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 02 Mar 2023 10:53
Last Modified: 02 Mar 2023 10:53
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/47707

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item