Irawan, Rahmat Indra (2015) Perjanjian bagi hasil antara buruh sawit dan pemilik kebun sawit di Desa Muara Jaya SP3 Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau perspektif kompilasi Hukum Ekonomi Syariah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
10220056.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK
Akad bagi hasil merupakan akad kerjasama yang bersifat mengikat, walaupun hubungan kerja yang terjalin hanyalah janji biasa, namun kedua belah pihak yang terikat perjanjian kerja sama harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Musaqah merupakan kerjasama bagi hasil antara pemilik tanah pertanian dengan penggarapnya, dengan demikian merupakan salah satu bentuk tolong-menolong.
Untuk mengetahui bagaimanakah praktek perjanjian bagi hasil antara buruh sawit dan pemilik kebun sawit di Desa Muara Jaya Sp3 Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dan perspektif Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah dalam perjanjian bagi hasil antara buruh sawit dan pemilik kebun sawit. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosio legal research, Sifat penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan secara induktif.
Perjanjian yang diadakan dalam bentuk lisan atau tidak tertulis mempunyai kekuatan hukum yang sangat lemah. Kehadiran saksi adalah untuk menguatkan perjanjian bagi hasil yang telah dibuat dan disepakati oleh para pihak, tetapi dalam kenyataannya, di Desa Muara Jaya tidak dilaksanakan.
Menurut tinjauan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pada bab IX bagian kedua Rukun dan Syarat Musaqoh pasal 269 Pembagian hasil antara pemilik kebun dan buruh di Desa Muara Jaya sudah sesuai dengan hukum Islam sebab pembagian hasil dilakukan dengan menyebut persentase bagian dengan jelas, adil dan tidak ada unsur gharar.
ABSTRACT
Agreement is the result of cooperation agreement which is binding, although the employment relationship that exists merely ordinary appointment, but the two sides are bound to an agreement must comply with the rules that have been defined previously. Musaqah is the result of cooperation between the owners of agricultural land to the tiller, thus is one of mutual help.
To find out how the practice of sharing agreements between workers and owners of oil palm plantations in the village of Muara Jaya subdistrict Sp3 Fullness Rokan Hulu Riau Province and the perspective of Islamic Law Compilation Economics in sharing agreement between oil workers and oil palm plantation owners. This type of research used in this study is a socio legal research, this study is the descriptive nature of the inductive approach.
Agreement was held in the form of oral or written have a very weak legal force. The presence of the witness is to strengthen the sharing agreements that have been made and agreed upon by the parties, but in reality, in the village of Muara Jaya is not implemented.
According to the review Law Compilation of Islamic Economics at the second part of chapter IX Pillars and Conditions Musaqoh Article 269 The revenue sharing between plantation owner sand workers in the village of Muara Jaya is in conformity with Islamic law because sharing is done by calling the percentage of parts with a clear, fair and no gharar.
مستخلص البحث
عقد المزارعة هو العقد التعاوني الذي له صفة المعقدة, ولوكانت علاقة العمل هي من عقود العدي, ولكن المتعاقدتين بين العمال و صاحب الحديق لابد لهما أن يلتزم النظوم المعين من قبل. المشقة هي المزارعة التعاونية (المشاركة) بين صاحب الحديقة و العمال بشكل التعاوني.
لمعرفة كيفية عملية العقودة التعاونية بين العمال وصاحب الحديق في قرية مووارا جايا س ف 3, حولو, روكان حولو, رييو بنظر مجموعةالحكمالاقتصاديالشرعي في عقد المزارعة بينهما. اماّ نوع البحث الذي يستخدم في هذا البحث هو البحث الاجتماعي الشرعي (sosio legal research) وهذا البحث من بحث الوصفي بمنهج الحثّيّ.
وأما العقود التي تعقدها بشكل شفهيّ أي عدم الكتابة ولها القوة الضعيفة. وجود الشاهد ليحتمل العقود المزارعة التي وتضع وتتفق بالمتعاقدتين, ولكن الحقيقة لا يعقدها قي هذه القرية.
بنظر مجموعةالحكمالاقتصاديالشرعي في فصل IX باب الثاني عن الأركان وشروط المشقة, الفقرة 269 أنّ تقسيم الحاصل بين صاحبالحديقةوالعمالفي قرية موواراجاياقد يناسب بأحكام الإسلامي لأن تقسيم الحاصل
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Nasyi'ah, Iffaty | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Perjanjian; Bagi Hasil Musaqoh; KHES; Agreement; Sharing Musaqoh; KHES; العقود; المزارعة المشقة; مجموعة الحكم الاقتصادي الشرعي | ||||||
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Bisnis Syariah | ||||||
Depositing User: | Fadlli Syahmi | ||||||
Date Deposited: | 02 Mar 2023 10:42 | ||||||
Last Modified: | 02 Mar 2023 10:42 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/47680 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |