Wahyudi, Sofyan (2015) The tourism slogans of five ASEAN countries: A Critical discourse analysis. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
11320085.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (676kB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRACT
ASEAN countries have differences in the travel and tourism competitiveness index. These countries have close similarity from the condition of nature, climate and season but there are big differences in development of tourism. Therefore, the role of slogan is important to interest tourists in this thing. There are five interesting slogans, Malaysian Tourism slogan, Singaporean tourism slogan, Bruneian tourism slogan, Indonesian tourism slogan, and Thai tourism slogan. These slogans are the big five in Southeast Asia.
In CDA, it is investigated critically through social inequality as it is expressed, signaled, constituted and legitimized by language use in discourse. CDA reveals that there is the similar interpretation between the researcher and the subjects of this research about the meaning and the interpretation of slogan. The main aim of this investigation is to know how depth language can influence the feeling of viewers to that language that is used by enterprises.
This analysis find out about some meaning in tourism slogans. Investigating the tourism slogan is based on appropriateness of the message in slogan with the country concerned. It is also searching the cause how the tourism slogan construct image the readers. The researcher wants to open construction of reality in discourse of slogan. This research is a qualitative descriptive research with basic research using the method of Van Dijk’s critical discourse analysis. Descriptive data are data that is collected in the form of words, pictures, and not numbers. Therefore, there is relation between the words and behavior of people. Interpretation process carried interpretation of the data in order to express meanings as part of the analysis.
The analysis of the big five above-mentioned slogans showed predominantly the country using exaggerated message in their tourism slogan and involved proprietary rights in inviting tourists. From the five slogans, there are three tourism slogans with exaggerated meaning and two tourism slogans with the true meaning. The effectiveness of the use of exaggerated messages is vital in inviting the tourists.
ABSTRAK
Negara-negara ASEAN mempunyai perbedaan dalam indeks daya saing pariwisata dan perjalanan. Negara-negara ini mempunyai persamaan yang dekat dari segi keadaan alam, iklim, dan musim tetapi ada perbedaan besar dalam perkembangan pariwisatanya. Oleh karena itu, peran slogan sangat penting untuk mengundang para wisatawan dalam hal ini. Dari sekian banyak slogan pariwisata Negara-negara ASEAN, ada lima slogan yang paling menarik yaitu slogan pariwisata Negara Malaysia, slogan pariwisata Negara Singapura, slogan pariwisata Negara Brunei Darussalam, slogan pariwisata Negara Indonesia, dan slogan pariwisata Negara Thailand. Slogan-slogan ini adalah lima slogan terbaik di Asia Tenggara.
Di dalam AWK, slogan diteliti secara kritis melalui ketidaksamaan social bagaimana slogan itu diungkapkan, diisyaratkan, dibuat, dan disahkan oleh penggunaan bahasa di dalam wacana. AWK menyatakan bahwa ada kesamaan penafsiran antara peneliti dan subyek dari penelitian ini tentang makna dan penafsiran dari slogan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa dalam bahasa mempengaruhi pikiran pembaca pada bahasa yang digunakan pada iklan.
Analisis ini menemukan tentang beberapa makna di dalam slogan-slogan pariwisata. Dasar dari investigasi ini adalah kecocokan antara pesan di slogan tersebut dengan keadaan pariwisata Negara-negara tersebut di atas dan juga untuk mencari sebab bagaimana slogan pariwisata membentuk pandangan pembaca. Peneliti ingin membuka pembentukan dari realitas di dalam wacana slogan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan dasar penelitian menggunakan metode Analisis Wacana Kritis Van Dijk. Data deskriptif adalah data yang dikumpulkan dalam bentuk kata, gambar, dan bukan angka. Oleh karena itu, ada hubungan antara kata dengan perilaku orang-orang.
Analisis dari slogan-slogan ini menunjukkan bahwa kebanyakan Negara- negara menggunakan pesan yang membesar-besarkan di dalam slogan pariwisata mereka dan melibatkan hak-hak pemilik dalam mengundang para wisatawan. Dari kelima slogan, ada tiga Negara yang menggunakan pesan yang membesar-besarkan dan melibatkan hak-hak pemilik dan dua Negara yang mengatakan keadaan asli dari pariwisata mereka. Keefektifan dari penggunaan pesan yang membesarbesarkan sangat penting dalam mengundang para wisatawan.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Basri, Basri | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | ASEAN; advertisement; tourism slogan; CDA; ASEAN; iklan; slogan pariwisata; CDA | ||||||
Departement: | Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris | ||||||
Depositing User: | Adi Sucipto | ||||||
Date Deposited: | 23 Feb 2023 11:00 | ||||||
Last Modified: | 23 Jun 2023 10:44 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/47262 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |