Responsive Banner

Condolence statements on the accident of “Air Asia QZ8501”

Adiyasa, Loca Graha (2015) Condolence statements on the accident of “Air Asia QZ8501”. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
11320038.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRACT

This study examined various functions of condolence statements regarding the accident of Air Asia QZ8501 which were delivered by some presidents, prime ministers, and CEO of Air Asia. Condolence statements were taken due to expressive act in which in terms of a statement. It was surely related with other speech acts, by which it created other functions in delivering condolence statements. The statements were analyzed due to the freshness since it was happened on 27 December 2014 with less political concerns. This study mainly used theory of speech act by Searle (1975) and strategies of writing condolence statement by Zunin and Zunin (2007).

This study took eight statements from the CEO of Air Asia, Prime Minister of Singapore, Malaysia, Australia, and China. Methodologically, the researcher adopted descriptive qualitative study as the research design. In analyzing the data, researcher gave the context in every data selected to know the discourse and additional information. Then, the selected data were analyzed twice by using the classifications of speech act to reveal kind of classifications appears in every sentence by Searle and the writing strategies by Zunin and Zunin to find the strategies used. Both of the analyses were combined to seek the functions of giving condolence statements and relating to the context happened in the time when accident happened.

The findings revealed that the statements consisted of expressive, commisive and only one representative illocutionary speech act. The data were found (1) acknowledge the loss, (2) express sympathy, (3) offer help, and (4) close with thoughtful words or phrases strategies. Further, those strategies were not written orderly like Zunin and Zunin (2007) because the contexts of situation were accident and need any help soon, which enhanced commisive and offering strategies. Then, in writing condoloence strategies, I found there were changes in showing condolence, since the context divided into two different times, the times before and after the deceased and body of plane be found. In the case of Air Asia accident, those analyses were elaborated and found that the functions of delivering condolence statements were to show condolence, offer helps in finding the body of plane, and tell bereaved family that they were not alone in facing this hardest moment.

Based on the findings, it was suggested to other researchers to conduct a research in terms of language style analysis on condolence statements delivered by the presidents or prime ministers seen from different media, such as facebook and official website or twitter and official website.

ABSTRAK

Penelitian ini meneliti tentang berbagai fungsi dalam ungkapan belasungkawa terhadap kecelakaan Air Asia QZ8501 yang disampaikan oleh beberapa president, perdana menteri dan CEO Air Asia. Ungkapan belasungkawa diambil karena termasuk dalam expressive act yang terdapat dalam sebuah pernyataan. Dalam sebuah pernyataan pasti terkait dengan speech act yang lainnya, yang mana dapat menciptakan fungsi baru dalam mengungkapkan belasungkawa. Pernyataan belasungkawa dalam kecelakaan Air Asia dipilih untuk diteliti karena mempunyai tingkat data yang baru sejek terjadi pada tanggal 27 Desember 2014 dan sedikit unsur politik. Penelitian ini menggunakan teory dari speech act oleh Searle (1975) dan komponen strategi-strategi dalam penulisan pernyataan belasungkawa oleh Zunin dan Zunin (2007).

Penelitian ini mengambil delapan pernyataan dari CEO Air Asia, perdana menteri Singapore, Malaysia, Australia dan Presiden China. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Dalam meneliti data, peneliti memberikan konteks dalam setiap data yang terpilih untuk mengetahui informasi dan wacana lebih tentanh setiap data. Kemudian, setiap data terpilih dianalisis sebanyak dua kali dengan menggunakan klasifikasi dari speech act untuk menemukan macam-macam klasifikasi di setiap kalimat oleh Searle dan menggunakan strategi menulis pernyataan belasungawa oleh Zunin dan Zunin untuk mencari strategi yang digunakan. Dari kedua analisis tersebut, peneliti mengkombinasi hasil penelitian untuk menemukan fungsi-fungsi dalam memberikan pernyataan-pernyataan belasungkawa dan mengkorelasikan dengan konteks pada saat kejadian.

Dalam data, ditemukan beberapa prenyataan yang termasuk dalam expressive, commisive, dan hanya satu representative illocutionary speech act. Di dalam data juga ditemukan beberapa strategi dalam menuliskan pernyataan belasungkawa, (1) acknowledge of the loss, (2) express sympathy, (3) offer help, dan (4) close with thoughtful words or phrases. Kemudian, strategi-strategi tersebut tidak ditulis secara urut seperti yang dijelaskan oleh Zunin dan Zunin (2007) karena konteks kejadian adalah kecelakaan dan memerlukan bantuan secepatmya, yang mana dapat menimbulkan commisive dan offering strategi. Dalam strategi penulisan pernyataan belasungkawa, peneliti menemukan perbedaan dalam mengungkapkan belasungkawa, terdapat dua perbedaan waktu, sebelum dan sesudah badan dan kerangka pesawat ditemukan. Kedua analisis diatas dielaborasikan dan menemukan fungsi pernyataan belasungkawa untuk mengungkapkan belasungkawa, menawarkan bantuan untuk mencari pesawat dan memberitahu kepada keluarga bahwa banyak orang yang membantu dalam menghadapi masalah ini.

Berdasarkan penemuan-penemuan diatas, disarankan agar peneliti lain untuk melakukan penelitian dalam analisis penggunaan bahasa dalam konteks belasungkawa yang disampaikan oleh presiden atau perdana menteri dalam media yang berbeda.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Susilowati, Meinarni
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDSusilowati, MeinarniUNSPECIFIED
Keywords: Speech Act, Condolence Strategies, Condolence Statement; Speech Act, Strategi Belasungkawa, Pernyataan Belasungkawa
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200403 Discourse and Pragmatics > 20040301 Pragmatics - Speech Acts (incl. Locution, Illocution Perlocution)
Departement: Fakultas Humaniora > Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
Depositing User: Adi Sucipto
Date Deposited: 22 Feb 2023 10:36
Last Modified: 22 Feb 2023 10:36
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/47108

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item