Responsive Banner

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat Jawa Timur Tahun 2006-2010

Aini, Nurul Hidayati Kurotul (2012) Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat Jawa Timur Tahun 2006-2010. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (fulltext)
08130097 full.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Keputusan masyarakat dalam berkonsumsi sangat mempengaruhi keseluruhan perilaku perekonomian dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Konsumsi masyarakat Jawa Timur telah memberikan kontribusi besar dalam pemasukan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan mempunyai dampak dalam menentukan fluktuasi kegiatan perekonomian dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh PDRB dan suku bunga SBI terhadap konsumsi di Jawa Timur.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PDRB dan SBI sebagai variabel bebas dan konsumsi sebagai variabel terikat. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil adalah data tahun 2006-2010. Analisis data menggunakan analisis Error Correction Model (ECM). Data diolah menggunakan bantuan software eviews 5.1. Dari analisis regresi linier dengan ECM tersebut diperoleh hasil bahwa PDRB berpengaruh positif terhadap konsumsi masyarakat Jawa Timur dengan nilai koefisiensi 0,94 dan tingkat sinifikansi sebesar 0,00, sedangkan variabel SBI berpengaruh negative terhadap konsumsi masyarakat Jawa Timur, dilihat dari nilai koefisiensi sebesar (-1053430) dan nilai signifikansi 0,00. R Square diperoleh nilai koefisiensi sebesar 0,43, hal ini menunjukkan bahwa 43% PDRB dan SBI berpengaruh terhadap konsumsi.

Dari hasil penelitian diatas diperoleh hasil bahwa PDRB dalam jangka pendek berpengaruh positif yang signifikan terhadap konsumsi. Maksudnya jika pendapatan meningkat maka konsumsi meningkat pula dan masyarakat Jawa timur cenderung memperhatikan pendapatan mereka dalam mempertimbangkan pendapatan keputusan konsumsi mereka, hal ini sesuai dengan teori J.M. Keynes yang berpendapat bahwa ada hubungan empiris yang stabil antara konsumsi dan pendapatan.

Sedangkan SBI dalam jangka pendek berpengaruh negative terhadap konsumsi, sesuai dengan teori yang diungkapkan Irfing Fisher yang berpendapat bahwa ketika orang memutuskan untuk membagi seberapa banyak pendapatan yang mereka konsumsi dan seberapa banyak yang mereka tabung, maka mereka mempertimbangkan masa kini dan masa depan, semakin banyak yang mereka konsumsi hari ini maka semakin sedikit yang akan dikonsumsi dimasa yang akan datang, begitu juga sebaliknya.

ABSTRACT

Society decision in consumption is really influencing economy behavior in long- or even short-term. Society consumption in East Java has given important contribution in Gross Regional Domestic Income (PDRB) and has impact in determining economy activity fluctuation time by time. This study is aimed to know and to analyze what the number of PDRB and SBI rate of interest are toward consumption in East Java.

Variable used in this study is PDRB and SBI as independent variable and consumption as dependent variable. Data used here is secondary data obtained from 2006-2010. Data analysis uses Error Correction Model (ECM) analysis. Data is processed by using eviews 5.1 software. From the analysis of linear regression by ECM is obtained the result that PDRB give positive influence toward society consumption in East Java by coefficient value of 0,94 and significance level of 0,00; while SBI variable gives negative influence toward society consumption in East Java, it is viewed from coefficient value of (-1053430) and significance value of 0,00. R Square is obtained coefficient value of 0,43. It shows that 43% of PDRB and SBI influencing consumption.

It is concluded that PDRB in the short-term give significant positive influence toward consumption. It means, if income increases the consumption also increase andsociety in East Java tend to consider their income in considering their consumption on their income. Based on the theory by J.M. Keynes, there is any stable empirical correlation between consumption and income.

Meanwhile, SBI in the short term give negative influence toward consumption, it is suitable with the theory presented by Irfing Fisher in which when people decided to share how much income they want to consume and how much income they want to safe, they would consider the present and the future. The higher number of consumption in the present, the lesser consumption in the future, and vice versa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Efiyanti, Alfiana Yuli
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDEfiyanti, Alfiana YuliUNSPECIFIED
Keywords: PDRB; SBI; Konsumsi.
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: Fadlli Syahmi
Date Deposited: 20 Feb 2023 08:58
Last Modified: 20 Feb 2023 08:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/46899

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item