Responsive Banner

Tradisi perkawinan Ngosek Ponjen dalam perspektif Antropologi dan nilai Ekonomi di Kelurahan Kampung Mandar Banyuwangi

Anwar, Moch. Fadillah Harum (2011) Tradisi perkawinan Ngosek Ponjen dalam perspektif Antropologi dan nilai Ekonomi di Kelurahan Kampung Mandar Banyuwangi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
06130033.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Tradisi Ngosek Ponjen adalah salah satu rangkaian upacara adat dalam pernikahan masyarakat Kampung Mandar Kabupaten Banyuwangi yang berarti memberikan uang dari keluarga kepada mempelai berdua. Upacara ini hanya dilaksanakan sekali seumur hidup, pada saat pernikahan pertama saja, dan khusus untuk anak laki-laki atau perempuan terakhir (bontot) dalam urutan keluarga.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang tata cara pelaksanaan upacara ngosek ponjen dan makna yang terkandung didalamnya serta nilai-nilai yang ada dalam pelaksanaan prosesi tersebut.

Jenis penelitian ini mereupakan field research(penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif naturalistik dan didukung dengan pendekatan emik serta model off. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi semua hal diatas, ditujukan agar penelitian kali ini dapat menghasilkan pemaparan yang jelas tentang tradisi perkawinan “Ngosek Ponjen”.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa tradisi ngosek ponjen mempunyai berbagai tahapan dalam pelaksanaannya yaitu arak-arakan, upacara sadokan, borehan, dan acara jejer, baru setelah keempat acara tersebut dilalui, upacara ngosek ponjen akan dilakukan. Ngosek Ponjen dilaksanakan biasanya waktu surup dan dilaksanakan ditempat yang mudah dilihat oleh semua masyarakat, misalnya ruang tamu atau halaman rumah. Ngosek Ponjen dipimpin oleh tetua adat. Acara inti dimulai saat beras kuning dan uang yang ada didalam talam, yang sebelumnya telah dibacakan doa, dikosek oleh kedua mempelai. Acara ini berakhir setelah media yang digunakan sebagai simbol dalam upacara diperebutkan oleh masyarakat.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah tradisi tersebut menandakan bahwa yang melangsungkan pernikahan adalah anak bungsu dan makna dilaksanakannya tradisi ini adalah memberikan doa serta harapan- harapan juga nasehat-nasehat untuk kebaikan pengantin yang diungkapkan secara simbolis melalui perlengkapan-perlengkapan yang digunakan. Dalam tata acara pelaksanaannya, tradisi ini telah mengalami alkulturasi bentuk budaya yang berbeda-beda seperti budaya Animisme, Dinamisme, Hindu, dan Islam. Selain itu simbol yang ada mempunyai nilai luhur kebudayaan lokal sebagai manifestasi dari ide-ide abstrak dan diwujudkan secara konkrit kedalam sebuah media, karena acara ini jarang dilaksanakan maka pada saat upacara ini berlangsung suasanya sangat ramai seperti pasar malam dan secara tidak langsung acara ngosek inilah ad ponjen ini dapat memberikan penghasilan tambahan pada masyarakat sekitar.

Adapun saran yang diberikan peneliti terhadap tradisi ngosek ponjen ini adalah: tradisi ini harus tetap dilaksanakan sebagai warisan budaya leluhur dan juga agar tidak punah. Tradisi ini dapat mempererat tali silaturahmi anggota keluarga. Selain itu, agar ada pendampingan dari tokoh agama setempat sehingga budaya ini dapat berjalan beriringan dengan syari’at Agama Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zuhroh, Ni’matuz
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDZuhroh, Ni'matuzUNSPECIFIED
Keywords: Tradisi; Ngosek Ponjen; Antropologi; Ekonomi
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 13 Feb 2023 14:19
Last Modified: 22 Jun 2023 15:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/46559

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item