Responsive Banner

Pendidikan berbasis Budaya: Studi atas pemikiran H.A.R. Tilaar

Syafi'i, Moh. Imam (2003) Pendidikan berbasis Budaya: Studi atas pemikiran H.A.R. Tilaar. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
98140713.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (559kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pendidikan merupakan suatu proses untuk menghasilkan out put yang mengarah pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi dan berdisiplin tinggi. Sehingga manusia dapat hidup layak dan mampu mempertahankan eksistensinya dalam masyarakat yang terus berkembang secara dinamis, akhirnya akan terbentuk subuah tatanan masyarakat yang beradab. Namun perlu disadari bahwa pendidikan bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Pendidikan merupakan proses yang dimensional, pendidikan banyak berkaitan dengan konsep- konsep dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga bisa dimaklumi jika dalam kondisi tertentu pendidikan lebih dititik beratkan pada pencapaian target yang sifatnya temporal (atau bisa jadi kepentingan pihak politik kekuasaan). Seperti yang terjadi pada masa orde baru di mana pendidikan lebih diarahkan pada pemberantasan buta huruf dan atau pemenuhan target REPELITA (Rancana Pembangunan Lima Tahun), sehingga proses pendidikan cenderung verbalistik dan intelektualistik.

Kondisi seperti inilah yang kemudian banyak melahirkan manusia-manusia “asing”, manusia-manusia yang hanya tahu kenyataan kehidupan melalui kata-kata tanpa makna, sehingga sedikit demi sedikit mereka mulai menjauh atau bahkan lupa pada identitas bangsanya sendiri. H.A.R. Tilaar menanamkan mereka sebagai manusi- manusia “buaya” tanpa budaya. Seperti “bom waktu”, ketika tampil di tampuk kekuasaan mereka menjadi lupa daratan, KKN dan segala bentuk praktek menghalalkan segala macam cara terjadi hampir di setiap segmen kehidupan. Sementara di wilayah grass root, mereka tampil beringas; penjarahan, pembumi hangusan, main hakim sendiri telah menjadi suguhan yang memilukan. Kemudian muncul pertanyaan, di manakah peran pendidikan kita? Bukankah mereka nota bene nya pernah mengenyam pendidikan? Dari sinilah kemudian indikasi kegagalan pendidikan nasional kian menjadi jelas.

Untuk mengatasi dan mengantisipasi agar kejadian seperti itu tidak terulang di kemudian hari, maka perlahan namun pasti, H.A.R. Tilaar berusaha untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat Indonesia. Menurut H.A.R. Tilaar pembangunan nilai-nilai moral harus menjadi landasan bagi pembangunan peradaban suatu bangsa. Nilai-nilai moral yang kokoh dan etika standar yang kuat amat diperlukan bagi masyarakat suatu bangsa untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Nilai-nilai moral suatu bangsa sangat berkaitan erat dengan kekuatan suatu bangsa itu sendiri, bahkan bisa dikatakan sebagai ruh yang selanjutnya disebut sebagai kebudayaan atau identitas bangsa. Dari sinilah kemudian penulis tertarik untuk menelaah lebih lanjut pemikiran-pemikiran Tilaar yang terkait dengan upaya pembenahan pendidikan nasional dalam bingkai budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu rumusan masalah yang fokus dalam karya ilmiah ini adalah: a) Bagaimana landasan konseptual pemikiran H.A.R. Tilaar tentang pendidikan?, b) Bagaimana hubungan antara budaya dan pendidikan menurut H.A.R. Tilaar? Dan c) Untuk

menjelaskan konsep pendidikan menurut H.A.R. Tilaar yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pendidikan nasional.

Untuk itu dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, sehingga hasil penelitian tidak berupa angka-angka melainkan berupa interpretasi dan kata-kata. Sedang pengumpulan datanya dilakukan dengan sumber data menggunakan teknik Library Research (kajian literatur) dengan menjadikan buku-buku karya H.A.R. Tilaar sebagai data primer, serta literatur- literatur yang berkaitan dengan obyek penelitian ini sebagai data sekundernya. Kemudian data-data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan content analysis (analisis isi) yakni dengan cara memilah-milah data yang terkumpul untuk dianalisa isinya sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga dapat diambil suatu kesimpulan. Dan untuk lebih mudah mendeskripsikan isi pembahasan, penulis menggunakan metode deskriptif, analisis-sintesis, hermeneutik dan komparasi.

Beberapa ide pokok yang dapat penulis rumuskan setelah mengkaji permasalahan ini adalah:
a. Sebagai dampak dari westernisasi/Globalisasi, Dunia Timur dewasa ini tengah
dihantui krisis (moral) yang dapat menyebabkan disorganisasi sosial. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu visi ke arah mana bangsa ini akan menuju. Dan itu hanya bisa dilakukan melalui sistem pendidikan yang berlandaskan pada nilai- nilai budaya yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Sehingga identitas bangsa semakin kokoh di tengah kompetisi global. Sebab hakikat pendidikan menurut H.A.R. Tilaar adalah suatu proses menumbuh kembangkan eksistensi peserta didik yang memasyarakat, membudaya, dalam tata kehidupan yang berdimensi lokal, nasional dan global.
b. Antara pendidikan dan kebudayaan terdapat hubungan interaktif. Proses
pendidikan pada dasarnya adalah proses membudaya; dalam proses itu pendidikan bukan sekedar mentransfer nilai-nilai yang hidup dalam tradisi, tetapi juga berpatisipasi dalam kegiatan budaya yang ada dan mengantisipasi nilai-nilai yang mungkin muncul di masa depan. Sedang kebudayaan merupakan dasar/landasan utama dari praksis pendidikan, bukan hanya seluruh proses pendidikan yang berjiwakan kebudayaan nasional, tetapi juga seluruh unsur kebudayaan harus diperkenalkan dalam proses pendidikan. Sebagai proses membudaya, pendidikan merupakan jalinan interaktif antara manusia dengan lingkungannya, termasuk lingkungan alam dan manusia. Oleh sebab itu pendidikan harus diarahkan agar semua potensi yang ada pada anak didik dapat dikembangkan seoptimal mungkin sesuai dengan fitrahnya. Dengan demikian anak didik harus menjadi centre. Sementara praksis pendidikan harus lebih mengedepankan aspek nilai-nilai luhur bangsa di mana kebudayaan Indonesia yang bhineka merupakan totalitas dari pengejawantahan pribadi bangsa. Hal ini juga harus didasarkan pada komitmen untuk menerima dan menyumbangkan budaya lokal sebagai unsur-unsur yang penting bagi terwujudnya budaya nasional yang kokoh dan dinamis.
c. Sistem Pendidikan Nasional bukan hanya sekedar menghasilkan manusia-manusia yang cerdas, tetapi juga yang bermoral tinggi dan produktif menghadapi tantangan kehidupan yang penuh dengan persaingan. Untuk itu pendidikan nasional menurut H.A.R. Tilaar harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a) Pentingnya pendidikan sebagai proses pembudayaan dan pendidikan nilai, b) Pentingnya pendidikan sebagai Sarana pembentuk watak yang baik, c) Perlunya pemerintah mengadakan pembenahan konsep pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek-aspek sebagai berikut: (1) Nilai dasar pendidikan, (2) Memperhatikan

fungsi sosiologis pendidikan, (3) Relasi kebudayaan dan pendidikan, (4) Pendidikan sebagai the agent of change, (5) pemerataan kesempatan pendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan, baik para pemerhati maupun praktisi pendidikan, bahwa pendidikan adalah proses kehidupan yang dinamis, untuk itu agar kiranya selalu diupayakan memperbarui dan merumuskan konsep pendidikan yang dapat mengikuti perkembangan zaman. Bagi para (calon) intelektual diharapkan selalu dapat berinovasi dalam mengupayakan paradigma pendidikan yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Analisa dalam karya ilmiah ini bukan dimaksudkan untuk melegitimasi kebijakan pendidikan, tetapi diharapkan mampu menggugah kesadaran para praktisi pendidikan (khususnya) dan seluruh komponen bangsa (umumnya). Di samping itu, hasil penelitian ini belum bisa dikatakan final, untuk itu diharapkan agar tentang pentingnya pendidikan berbasis budaya terdapat penelitian lebih lanjut yang mengkaji ulang atau bahkan mengembangkan hasil penelitian ini dengan topik atau obyek yang sama, baik yang secara khusus membahas pemikiran tokoh maupun yang secara umum membahas pendidikan berbasis budaya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Ahmad Fatah
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDYasin, Ahmad FatahUNSPECIFIED
Keywords: Pendidikan berbasis Budaya; H.A.R. Tilaar
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 07 Feb 2023 07:32
Last Modified: 07 Feb 2023 07:32
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/46235

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item