Responsive Banner

Hubungan antara Kompetensi Sosial Guru dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar

Wakhidah, Ghosiyatul (2009) Hubungan antara Kompetensi Sosial Guru dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
05110029.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (676kB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK

Pendidikan Agama bukan hanya sekedar mata pelajaran tetapi harus menjadi ruh dalam praktek pendidikan pada umumnya. Pendidikan Agama harus menjiwai seluruh isi kurikulum. Proses pendidikan dan pembelajaran yang melandasi pembentukan aspek-aspek kepribadian peserta didik,baik di dalam maupun di luar, Namun demikian, Pendidikan Agama Islam ternyata tidak hanya menyangkut masalah transformasi ajaran dan nilainya, tetapi lebih merupakan masalah yang kompleks. Dalam arti, setiap kegiatan pembelajaran pendidikan agama akan berhadapan dengan permasalahan yang kompleks, misalnya masalah peserta didik dengan berbagai latar belakangnya, dalam kondisi dan stuasi apa ajaran itu diberikan, sarana apa yang diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan pendidikan agama, bagaimana cara atau pendekatan apa yang digunakan dalam pembelajaran agama itu, hasil apa yang diharapkan dari kegiatan pendidikan agama itu, dan seberapa jauh tingkat efektifitas, efisiensinya, serta usaha-usaha apa yang dilakukan untuk menimbulkan daya tarik dan motivasi bagi peserta didik. Guru yang terkait langsung dituntut untuk mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai permasalahan tersebut. Dan untuk mengantisipasinya diperlukan adanya profil guru di Sekolah ataupun Madrasah yang mampu menampilkan sosok kualitas personal, sosial, dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya, agar dapat menumbuhkan minat dan motivasi belajar terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara kompetensi sosial guru dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa. Untuk itu penelitian ini berjudul yaitu : Hubungan antara Kompetensi Sosial Guru dengan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar. Terkait dengan hal tersebut peneliti akan merumuskan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Kompetensi Sosial Guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar, 2) Bagaimana motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar, 3) Adakah hubungan positif signifikan antara kompetensi sosial guru dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk : 1) Menjelaskan kompetensi sosial guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar. 2) Menjelaskan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar, 3) Menjelaskan hubungan positif signifikan antara kompetensi sosial guru dengan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar.

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar di wilayah kecamatan Tutur. Dengan menggunakan penelitian kuantitatif korelasional. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini, jenis uji hipotesis yang digunakan adalah menghitung antara variabel X dan Y (variabel kompetensi sosial guru dengan motivasi belajar PAI) dengan data berbentuk interval dengan menggunakan metode analisis statistik Product Moment Karl

Pearson yang akan membandingkan antara

rhitung

dengan

rtabel . Bila

rhitung

> rtabel

maka terima

H 0 artinya ada korelasi antar variabel. Dan bila

rhitung

< rtabel , maka

H1 ditolak artinya tidak ada korelasi antar variabel.

Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis dan pembahasan adalah
sebagai berikut : 1) Kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru-guru yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar berada pada taraf yang sedang atau tidak terlalu baik juga tidak terlalu jelek. 2) Motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang berada di Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Kesejahteraan Islam Nongkojajar menunjukkan bahwa tingkat motivasi siswa-siswi tidak terlalau baik dan juga tidak terlalu jelek atau berada pada taraf sedang. 3) Kompetensi sosial guru dalam mengajar memiliki hubungan yang positif signifikan terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa yang berada di lembaga ini, dalam arti semakin tinggi tingkat kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru maka semakin tinggi pula tingkat motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa, begitu juga sebaliknya semakin rendah tingkat kompetensi sosial guru maka semakin rendah pula tingkat motivasi belajar siswa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Maimun, Agus
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMaimun, AgusUNSPECIFIED
Keywords: Kompetensi Sosial Guru; Motivasi Belajar; Pendidikan Agama Islam
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Moch. Nanda Indra Lexmana
Date Deposited: 27 Jan 2023 14:44
Last Modified: 27 Jan 2023 14:44
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/45633

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item