Uji daya antipiretik ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap penurunan suhu rektal mencit (Mus musculus) betina

Lisdiyanti, Lisdiyanti (2008) Uji daya antipiretik ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap penurunan suhu rektal mencit (Mus musculus) betina. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
04520027.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

INDONESIA :

Antipiretik merupakan golongan obat yang dipergunakan untuk menurunkan suhu tubuh bila demam. Demam didefinisikan suatu keadaan ketika suhu tubuh meningkat melebihi suhu normal. Demam terjadi ketika ada stimuli pada monosit makrofag yang sesuai, sel-sel ini menghasilkan sitokin pirogenik, yang menyebabkan peningkatan set point lewat efeknya di hipotalamus. Demam pada rata-rata mencit betina umur 40-50 hari adalah ketika suhu pada tubuhnya meningkat diatas 35,18 0C. Sedangkan peningkatan suhu pada rektal lebih tinggi sebesar 0,5 0C dibandingkan suhu pada tubuh.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan RAL dengan 5 perlakuan dan 16 ulangan. Hewan coba yang digunakan adalah 20 ekor mencit betina galur Balb/c, dibagi dalam 5 kelompok yang terdiri dari 3 perlakuan kelompok uji dan 2 perlakuan kelompok kontrol (positif dan negatif). Tahapan penelitian pemberian perlakuan pada hewan coba meliputi; sebelum diberi perlakuan mencit pada tiap-tiap kelompok yang telah dipuasakan selama 24 jam, diukur suhu rektalnya (suhu awal), kemudian disuntik dengan pepton 12,5% 1 ml/ekor secara subkutan. Satu jam kemudian suhu rektal kembali diukur dan mencit sudah mengalami demam, setelah itu mencit diberi perlakuan dengan bahan uji, kontrol positif dan kontrol negatif.

Data yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan Uji lanjut Duncan taraf signifikan 5%. Efek antipiretik ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang paling efektif digunakan untuk menurunkan suhu rektal mencit demam yaitu pada dosis 3 sebanyak 20 mg. Pada dosis optimal ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki efek antipiretik lebih cepat dibandingkan dengan parasetamol 90 mg/ekor mencit. Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan suhu rektal agar kembali normal sesudah diberi ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada dosis optimal adalah 150 menit. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap penurunan suhu rektal mencit.

ENGLISH :

Antipiretik is a group of drugs is used to degrade body temperature when fever. Fever is defined as a situation when body temperature rises to exceed normal temperature. Fever happened when there is stimuli at appropriate makrofag monosit, this cells yield sitokin pirogenik, causing improvement set point pass its effect in hipotalamus. Fever at mean of mencit female of age 40-50
day is when temperature at its body mount above 35,18 0C. While decreasing of temperature higher rektal equal to 0,5 0C

This is experimental research by using RAL with 5 treatments and 16 restatings. Laboratory strains of house mice (Mus musculus) are 20 tail of mencit female of galur Balb/c, divided into 5 groups which consist of 3 treatments of group test and 2 treatments of control group ( negative and positive). The steps of this research are: before mencit given by treatment of atevery group which have been fasted by during 24 hour, measured by its temperature of him (temperature early), is later then injected with pepton 12,5% 1 ml/tail by subkutan. One hour after temperature of rektal again measured and mencit have experienced of fever, afterwards mencit is given treatment with test materials, positive control and negative control.

This data research is analyzed by ANOVA and continued next Test Duncan level that has 5% significance. Effect of Antipiretik leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) is most effective used to degrade temperature of rektal mencit fever that is at dose 3 counted 20 mg. At optimal dose of leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) have effect of antipiretik compared to quicker of parasetamol 90 mg / go with the tide mencit. Time required to return temperature of rektal normal mencit which given by leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) optimal dose is 150 minute. The result of this research shows that there is influence of giving of leaf extract of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) to degradation of temperature of rektal mencit.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suyadi, Suyadi
Keywords: Mus musculus; Antipiretik; Daun belimbing wuluh dan Demam; Leaf of Belimbing wuluh and Fever
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: puput nuzilatin fithroh
Date Deposited: 16 Aug 2016 05:14
Last Modified: 16 Aug 2016 05:14
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4515

Actions (login required)

View Item View Item