Pengaruh ekstrak alang-alang (Imperata cylindrica), bandotan (Ageratum conyzoides), dan teki (Cyperus rotundus) terhadap perkecambahan beberapa varietas kedelai (Glycine max L.)

Aini, Badriyatul (2008) Pengaruh ekstrak alang-alang (Imperata cylindrica), bandotan (Ageratum conyzoides), dan teki (Cyperus rotundus) terhadap perkecambahan beberapa varietas kedelai (Glycine max L.). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
04520009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

INDONESIA:

Varietas kedelai hasil pemuliaan yang dikembangkan Balitbang Deptan dan dilepas ke petani di antaranya yang sudah dikenal adalah Wilis, Anjasmoro, Burangrang, dan Kaba. Varietas-varietas ini tergolong paling banyak digunakan untuk bahan baku tahu dan tempe. Pengembangan varietas-varietas itu bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman dan dapat tumbuh pada tanah yang masam, tetapi varietas-varietas tersebut belum diuji ketahanannya terhadap hama polong dan gulma sehingga masih perlu diadakan pengujian lebih lanjut. Dalam Al-qur'an kata biji-bijian disebutkan sebanyak 12 kali, salah satunya pada surat Yasin ayat 33, kata biji-bijan pada surat Yasin mempunyai relevansi yang banyak salah satunya adalah biji kedelai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon perkecambahan terhadap jenis ekstrak dan varietas kedelai serta interaksi antara jenis ekstrak dengan varietas kedelai. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan dengan parameter persentase kecambah, laju kecambah, panjang akar, panjang hipokotil dan berat basah, pengamatan semua parameter dilakukan selama tujuh hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi antara jenis ekstrak dan varietas kedelai, ada pengaruh jenis ekstrak dan varietas kedelai terhadap perkecambahan. Interaksi antara jenis ekstrak dengan varietas kedelai, pada semua parameter perlakuan varietas Anjasmoro dan kontrol mempunyai nilai yang paling besar, setelah perlakuan kontrol perlakuan varietas Sinabung ekstrak bandotan mempunyai nilai yang paling besar pada parameter persentase perkecambahan, laju perkecambahan, panjang hipokotil dan panjang akar. Pengaruh ekstrak terhadap perkecambahan yang paling besar adalah ekstrak alang-alang pada parameter persentase kecambah, panjang hipokotil, panjang akar dan berat basah, pengaruh ekstrak yang paling rendah adalah ekstrak bandotan. Pengaruh varietas kedelai terhadap perkecambahan yang paling tinggi adalah varietas Sinabung pada parameter persentase kecambah, panjang hipokotil dan panjang hipokotil, varietas yang paling rendah nilai perkecambahannya adalah varietas Anjasmoro.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Harianie, Liliek and Barizi, Ahmad
Keywords: Perkecambahan; Imperata cylindrica; Ageratum conyzoides; Cyperus rotundus; Glycine max L.
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Desy Putri Andika
Date Deposited: 16 Aug 2016 05:20
Last Modified: 16 Aug 2016 05:20
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4512

Actions (login required)

View Item View Item