Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap viabilitas polen anggur

Izah, Unun Nikmatul (2008) Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap viabilitas polen anggur. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04520007.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Tanaman anggur (Vitis vinifera) merupakan salah satu tanaman yang digemari oleh masyarakat dan memiliki manfaat yang banyak karena kandungan beberapa senyawa didalamnya. Untuk mendapatkan varietas unggul baru sesuai dengan karakter yang diinginkan dapat dilakukan melalui kegiatan persilangan buatan yang berkaitan erat dengan teknik penyerbukan. Dalam penyerbukan buatan yang harus diperhatikan adalah umur benang sari, apabila terlalu muda atau terlalu tua maka tidak akan terjadi pembuahan. Hal ini disebabkan karena mengering atau menggumpalnya serbuk sari yang tidak dapat melebur dengan putik. Untuk mengantisipasi perbedaan waktu masak antara bunga jantan dan betina, maka serbuk sari (polen) perlu disimpan pada suhu tertentu yang dapat mempertahankan viabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh suhu terhadap viabilitas polen anggur, (2) pengaruh lama penyimpanan terhadap viabilitas polen anggur, (3) pengaruh interaksi antara suhu dan lama penyimpanan terhadap viabilitas polen tanaman anggur, (4) korelasi antara persentase fertilitas dengan perkecambahan polen tanaman anggur.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang pada bulan uni – Agustus 2008. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial menggunakan 2 faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor dalam penelitian meliputi faktor I berupa suhu penyimpanan dengan 3 level yaitu suhu freezer (-13oC), suhu lemari es (8oC), dan suhu ruang (26oC). Faktor II berupa lama penyimpanan dengan 4 level yaitu 7 hari (L1), 14 hari (L2), 21 hari (L3), dan 28 hari (L4). Kedua faktor dikombinasikan dan diamati pengaruhnya terhadap viabilitas polen tanaman anggur dengan parameter berupa persentase fertilitas, perkecambahan, dan panjang tabung sari. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji lanjut berupa Uji Jarak Duncan (DMRT) pada taraf 5 %. Selain itu untuk mengetahui korelasi antara fertilitas dan perkecambahan dilakukan analisis korelasi menggunakan Pearson Correlation.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh suhu terhadap viabilitas (meliputi fertilitas, perkecambahan dan panjang tabung sari) polen tanaman anggur; (2) Ada pengaruh lama penyimpanan terhadap viabilitas polen (meliputi fertilitas, perkecambahan dan panjang tabung sari); (3) Ada pengaruh interaksi antara suhu dan lama penyimpanan terhadap viabilitas polen anggur (meliputi fertilitas, perkecambahan dan panjang tabung sari); (4) Persentase fertilitas berkolerasi negatif dengan perkecambahan polen anggur. Jika persentase fertilitas tinggi maka persentase perkecambahan menurun.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Minarno, Eko Budi and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Suhu; Penyimpanan; Viabilitas; Polen; Anggur (Vitis vinifera)
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Desy Putri Andika
Date Deposited: 16 Aug 2016 05:20
Last Modified: 16 Aug 2016 05:20
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4506

Actions (login required)

View Item View Item