Pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh BAP (6- Benzil Amino Purine) terhadap perkecambahan biji kapas (Gossypium hirsutum. L.)

Agustin, Widya (2008) Pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh BAP (6- Benzil Amino Purine) terhadap perkecambahan biji kapas (Gossypium hirsutum. L.). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
03520061.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Al-Qur’an surat A’raaf ayat 26 menyatakan “Hai anak Adam Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat”. Ayat ini menerangkan bahwa dalam islam serat kapas sangat penting bagi manusia. Salah satu kegunaan kapas adalah sebagai bahan dasar untuk membuat pakaian, dimana allah memerintahkan berpakaian pada manusia tidak lain untuk menutup auratnya baik laki-laki maupun perempuan. Kapas merupakan salah satu tanaman penghasil serat yang penting karena serat kapas merupakan bahan baku industri tekstil. Plasma nutfah merupakan sumber daya genetik yang tak ternilai yang berpotens besar untuk dimanfaatkan menjadi varietas (bibit) yang unggul dan bisa meningkatkan produksi kapas nasional. Koleksi plasma nutfah di indonesia terancam punah dan mati karena viabilitas dan vigornya rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan vigor dan viabilitas kapas yang rendah dengan perlakuan invigorasi benih yaitu dengan pemberian ZPT BAP (6- Benzil Amino Purine)

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap perkecambahan biji kapas; 2) Mengetahui pengaruh lama perendaman didalam BAP terhadap perkecambahan biji kapas; 3) Mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi dan lama perendaman di dalam BAP terhadap perkecambahan biji kapas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan, Plasma Nutfah dan Pembenihan Balai Penelitian Tembakau dan Serat (BALITTAS) KarangPloso Malang pada bulan november sampai desember. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama konsentrasi BAP yaitu 0 ppm, 5 ppm, 10 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm. Faktor kedua lama perendaman yaitu 3 dan 6 jam. Parameter yang diamati meliputi daya kecambah, vigor, DHL, panjang akar, berat basah akar, berat kering akar, panjang hipokotil, berat basah hipokotil, dan berat kering hipokotil.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan BAP berpengaruh terhadap perkecambahan benih kapas. Pelakuan BAP yang berpengaruh yaitu pada konsentrasi 5 ppm dengan lama perendaman 6 jam terhadap parameter daya kecambah, vigor, panjang akar, berat basah akar, panjang hipokotil dan berat kering hipokotil. Tetapi prosentase yang dihasilkan dibawah prosentase daya berkecambah dan vigor awal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Savitri, Evika Sandi and Sulistyowati, Emy and Barizi, Ahmad
Keywords: Hormon Pertumbuhan; BAP; Perkecambahan; Kapas
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Elly Megawati
Date Deposited: 15 Aug 2016 08:55
Last Modified: 15 Aug 2016 08:55
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4497

Actions (login required)

View Item View Item