Responsive Banner

Penerapan pembiayaan dengan Akad Mudharabah dan Musyarakah: Studi kasus pada BMT- MMU Sidogiri Pasuruan

Bakdiah, Khoirul (2008) Penerapan pembiayaan dengan Akad Mudharabah dan Musyarakah: Studi kasus pada BMT- MMU Sidogiri Pasuruan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04610039.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (787kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Salah satu aktivitas BMT adalah menyalurkan dana kepada anggota melalui berbagai macam pembiayaan, diantaranya murabahah, bai’ bitsamanil ajil, qardul hasan (jual beli), mudharabah, musyarakah. Dalam penyaluran dana BMT, sangat diperlukan penerapan-penerapan yang mencerminkan keadilan, amanah, jujur dan profesional untuk melakukan sistem bagi hasil. Untuk menghitung bagi hasil dari dana yang diberikan oleh BMT didasarkan pada nisbah keuntungan yang disepakati antara pihak BMT dengan anggota.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Yang bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan mudharabah dan musyarakah (bagi hasil), serta bentuk perhitungannya. Disamping itu menganalisa adanya masalah dalam ketimpangan jumlah aset pembiayaan bagi hasil serta memberikan solusi dan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa penerapan akad mudharabah musyarakah (sistem bagi hasil) di BMT-MMU Sidogiri dapat mewujudkan visi- misi BMT yaitu terwujudnya budaya ta’awun dalam kebaikan dibidang sosial ekonomi dan dapat menanamkan pemahaman bahwa sistem bagi hasil adalah adil. Meskipun masih banyak dari anggota yang kurang berminat untuk melakukan pembiayaan musyarakah, hal ini disebabkan anggota dituntut untuk melakukan penyertaan modal. Masyarakat lebih memilih pembiayaan mudharabah karena tidak ada penyertaan modal, anggota masih banyak memulai usahanya sehingga anggota bisa melakukan usaha tanpa harus menunggu modal sendiri, selain itu dapat memberikan motivasi bagi anggota untuk bekerja keras agar bisa mendapatkan keuntungan sesuai dengan nisbah yang disepakati. Untuk itulah BMT-MMU Sidogiri melakukan upaya dalam pelaksanaan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil. Adapun bentuk perhitungan bagi hasil adalah didasarkan nisbah keuntungan dengan bentuk prosentase dan angka besarnya nisbah ini muncul sebagai hasil tawar-menawar dari kedua belah pihak. Dan keuntungan dipengaruhi oleh besar kecilnya pembiayaan, produktifitas usaha. Metode bagi hasil yang diterapkan adalah profit sharing (bagi hasil).

ABSTRACT

One of the rules of BMT is to distribute the fund to members through various finance such as murabahah, bai’ bistamanil ‘ajil, qardul hasan (trade), mudharabah, musyarakah (profit sharing). In implementing the funds from BMT, it is very important to apply the ways that reflect the justice, trusteeship, honesty and profesionalism to construct shared income system. To calculate profit sharing from funds distributed by BMT based on the agreement that is approved by BMT and its members.

The researcher uses descriptive qualitative as an approach to investigate the research problem which aimes at producing descriptive knowledge about implementation of profit sharing and the calculation. On the other side, to investigate the problem imbalance of the financial asset acount and to provide solution and alternative way to overcome the problem they face. The technique of data analysis is qualitative data analysis.

The findings show that the implementation of profit sharing system in BMT-MMU Sidogiri is to manifest the visions and missions of BMT, that is to create the culture of ta’awun (help each other) to do good things in socio-economical sector and inform that profit sharing system fairly. Otherwise there are some members who have less interest to financial profit sharing (musyarakah) because they have to add financial capital and according to some members that the payment for musyarakah and mudharabah are similar. They prefer to choose mudharabah because it does not need to pay for financial capital, members still begin their business so that they can start their business regardless of waiting their own financial capital. They, morover, can work hard to gain more profit in accordance with the approved nisbah. Therefore, BMT-MMU Sidogiri tries to conduct the finance in profit sharing. To form of calculation of profit sharing is based on profit nisbah in form of percentage, and this account of nisbah appears as a result of trade of two side. The profit is influenced by the amount of finance and production. The method applied is profit sharing.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Khasanah, Umrotul
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDKhasanah, UmrotulUNSPECIFIED
Keywords: Pembiayaan; Mudharabah; Musyarakah; Financing; Mudharabah; Musyarakah
Departement: Fakultas Ekonomi > Jurusan Manajemen
Depositing User: Koko Prasetyo
Date Deposited: 18 Jan 2023 14:08
Last Modified: 18 Jan 2023 14:08
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/44878

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item