Konsep Pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun dalam prolegomena: Analisis epistemologi dan metode pembelajaran

Siswatini, Wiwin (2008) Konsep Pendidikan Islam menurut Ibnu Khaldun dalam prolegomena: Analisis epistemologi dan metode pembelajaran. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04110054.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Dalam perkembangan sejarah peradaban manusia, abad ke-8 sampai abad ke-13 umat Islam mencapai puncak kejayaan IPTEK dan pada masa itu Pendidikan Islam atau tepatnya Kebudayaan Islam mampu memimpin kehidupan manusia pada kesuksesan dalam kebebasan mimbar akademik, dan demokrasi, yang berpegang teguh pada etika akademik dan estetika. Pendidikan adalah usaha kebudayaan, berasas peradaban, yakni memajukan hidup agar mempertinggi derajat kemanusiaan tujuan Pendidikan Islam itu sendiri harus memenuhi beberapa karkteristik, seperti kejelasan, universal, integral, rasional, aktual, ideal dan mencakup jangkauan masa yang akan datang atau lebih jelasnya mencakup aspek kognitif (fikriyah ma'rifiyah), afektif (khuluqiyah), psikomotorik (ijtihadiyah), spiritual (ruuhiyah) dan sosial kemasyarakatan (ijtimaiyah) Sesudah abad ke-13, sejarah Peradaban Islam memasuki periode "kejumudan" Dibawah dominasi budaya Barat, masa ini ditandai dengan adanya kemajuan pesat dalam bidang sains dan teknologi yang dipandang mampu mengubah hal-hal yang fundamental dalam kehidupan manusia. “Kunci rahasia” yang perlu diungkap adalah bahwa kemajuan Barat ini disebabkan oleh pendekatan sainsnya terutama pada ranah Epistemologi.

Penulis formulasikan dalam rumusan masalah sebagai berikut : (1)Bagaimana Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan menurut Ibnu Khaldun dalam Prolegomena? (2) Bagaimana Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Ibnu Khaldun dalam Prolegomena? (3) Bagaimana Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam menurut Ibnu Khaldun dalam Prolegomena? Untuk itu perlu mengkaji kembali ajaran Islam baik Al-Qur'an, hadist, sejarah Islam maupun tulisan para ulama' dan sarjana muslim dari berbagai disiplin ilmu dalam rangka mencari paradigma baru pendidikan islam dengan demikian kita bisa menghidupkan kembali warisan pedagogik islami.

Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa konsep pendidikan menurut Ibnu Khaldun dalam Prolegomenanya yang lebih kita kenal dengan Kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun. Hasil penelitian ini adalah: (1) Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan menurut Ibnu Khaldun dengan: Berpikir (tafakkur), Keragu-raguan (Skeptisme),dan Pembiasaan (Ta’wid), (2) Ibnu Khaldun membagi ilmu pengetahuan dalam 2 kategori : Al-ulum al-Naqliyah dan Al-ulum al-aqliyyah. Sistem Pendidikan Islam dalam perspektifnya berorentasi pada persoalan dunia dan ukhrowi. Sehingga dalam lembaga Islam seperti SD/MI, SLTP/MTs, SLTA/MA dan Universitas tidak mengenal dikotomi antar ilmu pengetahuan umum dan agama (3) Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Ibnu Khaldun Terhadap peserta didik dengan: Metode pentahapan (Tadarruj), Metode pengulangan (Tikrari), Metode kasih sayang (Al-Qurb Wa Al–Muyanah), Metode peninjauan kematangan usia dalam pengajaran Al-Qur’an, Metode Penyesuaian Fisik Dan Psikis Peserta Didik, Metode Penguasaan satu bidang, Metode Peningkatan Pengembangan Potensi Peserta Didik, Metode Widya-Wisata (Sirah), Metode Lapangan (Praktek), Metode Menghindari Peringkasan Buku.

Dari paparan diatas, pemikiran Ibnu Khaldun sedemikian gamblang dan formulatif menyangkut teori bahwa institusi – institusi keilmuan (pembelajaran) disamping mampu mencetak generasi yang bermental budak dan culas, juga mampu mencetak out put yang bebas - independen dan konsisten. Disinilah letak mutiara pemikiran Ibnu Khaldun yang hanya mampu dikenali oleh orang-orang yang cermat dan analitik. maka kata-kata yang dapat penulis sarankan adalah konsep Pendidikan Islam Ibnu Khaldun ini diharapkan bisa menjadi wahana bagi peningkatan Pendidikan Islam ke depan, sehingga dalam Proses Belajar–Mengajar (PBM) tidak hanya berputar pada teori, hafalan maupun ranah kognitif saja, melainkan juga bisa keluar dari ranah nalar pengetahuan dan sosialnya, sehingga pada akhirnya mampu mencapai tujuan pendidikan yang dicita–citakan yaitu menghasilkan peserta didik yang berkualitas, inovatif, kreatif, yang nantinya diharapkan bisa menghadirkan agama dalam perilaku ditengah – tengah masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Supriyatno, Triyo
Keywords: Konsep Pendidikan Islam; Epistemologi; Metode Pembelajaran
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Ratih Novitasari
Date Deposited: 15 Aug 2016 07:13
Last Modified: 15 Aug 2016 07:13
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4468

Actions (login required)

View Item View Item