Pengaruh kultivar dan umur perkecambahan terhadap kandungan protein dan vitamin E pada kecambah kedelai (Glycine max (L.) merril)

Laila, Ila Nur (2008) Pengaruh kultivar dan umur perkecambahan terhadap kandungan protein dan vitamin E pada kecambah kedelai (Glycine max (L.) merril). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
02520033.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Kultivar adalah sekelompok tumbuhan yang apabila dibudidayakan untuk memperoleh keturunan akan tetap menurunkan ciri-ciri khas tumbuhan induknya seperti bentuk, rasa, buah, warna dan ciri khas lainnya. Di duga apabila kultivar berbeda, maka kandungan senyawa organik seperti protein dan vitamin E juga berbeda. Demikian pula pada umur perkecambahan yang berbeda, di duga mengandung protein dan vitamin yang berbeda. Hal tersebut didasari pada umur yang berbeda, terjadi tahapan metabolisme yang berbeda. Salah satu contohnya adalah kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui pengaruh perbedaan kultivar kedelai yang dikecambahkan terhadap kandungan protein dan vitamin E, (2) mengetahui pengaruh perbedaan umur perkecambahan terhadap kandungan protein dan vitamin E kecambah kedelai, (3) mengetahui pengaruh interaksi antara kultivar dan umur perkecambahan yang berbeda terhadap kandungan protein dan vitamin E kecambah kedelai.

Penelitian ini dilakukan di Jalan Joyo Tambaksari No. 9A Merjosari Malang. Analisis kandungan protein dan vitamin E pada kecambah kedelai dilakukan di Laboratorium Kimia UMM. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah kultivar kedelai yang dikecambahkan yang terdiri dari 3 kultivar yaitu kultivar Anjasmoro, Kaba dan Panderman. Sedangkan faktor yang kedua adalah umur perkecambahan yang terdiri dari umur 48 jam, 56 jam, 64 jam, 72 jam dan 80 jam. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan Teknik Analisis Varian (ANAVA) Dua Jalur. Jika ada pengaruh yang signifikan dari perlakuan, analisis dilanjutkan dengan uji beda berupa Uji Jarak Duncan (UJD) pada taraf signifikansi 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh kultivar terhadap kandungan protein dan vitamin E pada kecambah kedelai. Kandungan protein tertinggi diperoleh kultivar Panderman dengan rerata sebesar 13,20 %, sedangkan kandungan vitamin E tertinggi diperoleh pada kultivar Panderman dengan rerata sebesar 6,68 mg dan kultivar Kaba dengan rerata sebesar 6,61 mg. (2) Ada pengaruh perbedaan umur perkecambahan terhadap kandungan protein dan vitamin E pada kecambah kedelai. Kandungan protein tertinggi terdapat pada umur perkecambahan 48 jam dengan rerata sebesar 18,97 % dan kandungan vitamin E tertinggi pada umur perkecambahan 56 jam dengan rerata sebesar 7,58 mg. (3) Ada pengaruh interaksi antara kultivar dan umur perkecambahan terhadap kandungan vitamin E. Kandungan vitamin E tertinggi terdapat pada kultivar Anjasmoro pada umur perkecambahan 72 jam dengan rerata sebesar 7,62 mg. Sedangkan interaksi antara kultivar dan umur perkecambahan terhadap kandungan protein tidak terdapat pengaruh yang signifikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Minarno, Eko Budi
Keywords: Kultivar; Umur Perkecambahan; Protein; Vitamin E; Kedelai
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: puput nuzilatin fithroh
Date Deposited: 16 Aug 2016 05:17
Last Modified: 16 Aug 2016 05:17
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4459

Actions (login required)

View Item View Item