Kemampuan berinteraksi sosial siswa tunarungu SMALB Kemala Bhayangkari 2 Gresik

Faricha, Tutik (2008) Kemampuan berinteraksi sosial siswa tunarungu SMALB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
03410098.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (821kB)

Abstract

INDONESIA:

Manusia adalah mahluk sosial, yaitu mahluk yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Ciri khusus manusia sebagai mahluk sosial adalah interaksi. Untuk mewujudkan interaksi sosial diperlukan dua syarat yaitu adanya kontak dan komunikasi. Namun dalam hal ini siswa tunarungu hanya dapat menangkap peristiwa-peristiwa secara visual, sehingga sulit mencerna kata- kata yang bersifat abstrak dan kata-kata yang mengandung arti kiasan dan perbnedaharaan katanyapun terbatas. kendala dalam berkomunikasi ini mempersulit siswa dalam berinteraksi. Agar siswa dapat berinteraksi dengan baik maka siswa memerlukan dukungan dari lingkungannya. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan berinteraksi siswa tunarungu berdasrkan perlakuan lingkungannya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa SMALB Kemala Bhayangkari 2 Gresik yang memiliki kemampuan berinteraksi social dengan baik dan siswa yang tidak memiliki kemampuan berinteraksi social dengan baik, orang tua serta guru siswa yang bersangkutan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ada tiga yaitu: metode observasi, interview dan dokumentasi. Kemudian data yang telah diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif oleh karena itu data yang dihasilkan berupa kata-kata atau kalimat, bukan angka. Untuk mengetahui keabsahan data digunakan metode triangulasi data atau triangulasi sumber data, yakni dengan cara membandingkan data hasil wawancara dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sangat berperan penting dalam menunjang kemampuan berinteraksi siswa SMALB-B Kemala Bhayangkari 2 Gresik ini. Hal ini terbukti dengan ditemukannya perbedaan perlakuan lingkungan antara dua siswa yang berbeda. Siswa yang diperlakukan dengan cara otoriter menampakkan cirri-ciri berkurangnya ketidaktaatan, pasiv, kurang inisiatif, tak dapat merencanakan sesuatu, daya tahan berkurang dan takut- takut. Sebaliknya sikap-sikap demokratis dari lingkungan menimbulkan ciri-ciri berinisiatif, tidak takut-takut, lebih giat dan lebih bertujuan.

ENGLISH:

Human being is social creature, it means that the human is kind of creature that is not able to live without dealing to others. The distinctive feature of social creature is an interaction. To bring the social interaction into reality needs two condition, those are contact and communication. But in this case deaf and mute student, however, can only catch visual moments so that they get difficulties to understand abstract words and analogous words as well. That makes have limited vocabularies. This condition handicaps them to do interaction.

The method use in this research is qualitative method through descriptive approach in Disabled Senior High School Kemala Bhayangkari 2 Randuangung, Kebomas, Gresik East Java. This research is conducted to know how and the interactions ability of deaf and mute student within the communications limitedness they have. The subjects of this research are 14 students of Disabled Senior High School. There are three data methods that use: observation, interview and documentation with qualitative descriptive of data analyze.

The result of this research shows that the deaf and mute students have sensitive feelings and unstable emotion. But in social interaction they are friendly and good welcome. They in general also like filling other lacking. They have tight friendship as result of their intensive interaction in their community. Upon the four basic social interaction processes such as: imitation, suggestion, emotion and identification, the imitation factor is the highest one.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ardani, Tristiadi Ardi
Keywords: Interaksi Sosial; Tunarungu; Social Interaction; Deaf and Mute
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Elly Megawati
Date Deposited: 11 Aug 2016 20:12
Last Modified: 11 Aug 2016 20:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4346

Actions (login required)

View Item View Item