Responsive Banner

Ahli waris pengganti (Plaatsvervulling) perspektif supremasi Maslahah AT-Tufi: Studi perbandingan plaatsvervulling menurut Kompilasi Hukum Islam dan KUH Perdata

Tamrin, Muh Khusni (2022) Ahli waris pengganti (Plaatsvervulling) perspektif supremasi Maslahah AT-Tufi: Studi perbandingan plaatsvervulling menurut Kompilasi Hukum Islam dan KUH Perdata. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
19780005.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Plaatsvervulling atau dikenal dengan istilah ahli waris pengganti selalu menjadi topik yang mengundang banyak perhatian. Penggantian ahli waris masih terus dibumbui dengan beberapa argumentasi yang mengamini kontroversialnya konsep penggantian ahli waris ini. Tentunya ada banyak hal yang membuat beberapa peneliti dan akademisi hukum islam di indonesia memfokuskan perhatian mereka terhadap problematika tersebut. Berbicara masalah Plaatsvervulling tidak bisa dilepaskan dari regulasi Kompilasi Hukum Islam atau KHI dan KUH Perdata.

Penelitian ini merupakan penelitian normatif. kemudian peneliti menggunakan analisis deskriptif dalam memaparkan hasil penelitiannya. sehingga peneliti akan lebih banyak berkutat pada narasi-narasi hukum dan teori supremasi maslahah. Ada hal menarik yang kemudian menjadi sorotan dan menarik bagi peneliti. Diantara dua regulasi (KHI dan KUH Perdata) ini, poin yang menjadi sorotan dan merupakan perkara yang patut diperbandingkan. Jika ditelisik secara seksama, ada beberapa poin yang menjadi pembadi dan membentuk gap antara dua regulasi tersebut. Salah satu yang paling menonjol ialah bunyi pasalnya. Ada beberapa terminologi berbeda yang dipakai dalam beberapa pasal yang ada di masing-masing regulasi. Berangkat dari pembanding yang berbeda inilah yang nantinya akan memiliki pemaknaan berbeda. Menjadi sulit nantinya ketika banyak yang memaknai berbeda dan menyimpulkan berbeda pula. Sehingga interpretasi dari kedua regulasi tersebut juga ikut beragam. Selain itu, akan menjadi aneh ketika ada dua regulasi dengan objek yang sama yang berlaku secara bersamaan di suatu wilayah yurisdiksi. Maka dari sanalah kemudian disimpulkan bahwa penelitian ini perlu diadakan. Karena di dalam penelitian inilah nantinya akan terjadi diskusi antar diskursus yang akan sama sama mencari benang merah dari setiap perbedaan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori supremasi maslahah at-Tufi sangat relevan dan sesuai jika dijadikan sebagai pisau analisis dalam problematika Plaatsvervulling. Karena setelah melihat hasil perbandingan antara dua perspektif regulasi yakni KHI dan KUH Perdata, maka hadirlah konsep “Supremasi Maslahah” sebagai problem solver. Dengan konsep brilian dari At-Tufi inilah, peneliti menganalisis dan mengidentifikasi adanya kemaslahatan yang ingin dicapai di balik ketentuan dan regulasi yang mengatur Plaatsvervulling.

ABSTRACT

Plaatsvervulling or successor heirs is always a topic that attracts a lot of attention. There are many arguments regarding the replacement of heirs. This is what makes this topic still continues to be a controversial topic. Of course, there are many things that make some researchers and academics of Islamic law in Indonesia focus their attention on these problems. Talking about Plaatsvervulling cannot be separated from the regulations of Compilation of Islamic Law (KHI) and the Civil Code.

This research is normative research. Then, the researcher uses descriptive analysis in describing the results of his research, so that, researchers will dwell more on legal narratives and the theory of the supremacy of maslahah. There are interesting things that became the focus of research. It is of great interest to researcher. They are the Compilation of Islamic Law (KHI) and the Civil Code). These two regulations are the subject of research. In addition, these regulations are suitable to compare. If analyzed carefully, there are several points that become comparisons. These points form a gap between the two regulations. One of the most obvious points is the article content. There are several different terminology used in several articles in each regulation. These different comparisons lead to different meanings. The more people interpret and conclude, the more difficult it will be to understand. Thus, the interpretation of the two regulations also varies. In addition, it will be strange when there are two regulations with the same object that apply simultaneously in one jurisdiction. So, it is concluded that this research needs to be carried out. In this study, the researcher will analyze the two regulations and then find some differences.

The results of this study show that the theory of the supremacy of Maslahah At- Tufi is very relevant and appropriate if it is used as a tool to analyze Plaatsvervulling problems. Because after looking at the results of the comparison between the two regulatory perspectives (Compilation of Islamic Law (KHI) and the Civil Code), the concept of "Maslahah Supremacy" comes as a problem solver. With this brilliant concept from At-Tufi, the researcher analyzed and identified the benefits to be achieved behind the provisions and regulations governing Plaatsvervulling.

مستخلص البحث

وارث البدل ادة يصبح الموضوع الذي يدعو الاهتمام على الدوام. مازله بدل الوارث يبتل مرة بحجج التي تتقبل جدلي تخطيط البدل من هذا الوارث. طبعا، تكون الأحوال التي تجعل الباحث وأكاديميين الحكم الإسلام في إندونيسيا يركزون إهتمامهم على تلك المشكلة. الكلام عن لايستطيع ان يخلى من تنظيم تأليف حكم الإسلام أو والقانون المدني.

هذا البحث هو المعياري. ثم، يستخدم الباحث تحليل الوصفي في تبيين حصيلة البحث. حتى سيكون الباحث أكثر ليركز في روايات الحكم ونظرية السيادة المصلحة. يكون الحال الإجتذاب الذي يستمر ان يصبح الضوء وهذا إجتذاب للباحث. بين هذان التنظيمين حكم الإسلام والقانون المدني، النقطة التي تصبح وهي الأمر المنصف لتقارن. إذا دققت بدقة، هناك النقاط التي تصبح تمييزا وتشكل جاب بين التنظيمين. واحد الذي أبرز هو صوت فصله. تكون الشروط المختلفة التي ترتدى في الفصول على كل الشروط. يبدأ من هذه المقارنة المختلفة وبالتالي سيملك المعنى المختلف. يصبح الصعب التالي إذا كثير الذي يعطي المعنى المختلف ويستنتج المختلف أيضا. حتى التفسير من التنظيمين منوعات. سوىها، سيكون شاذا إذا كان التنظيمين بالأغراض المتساوي الإنطباق معا في الولاية الصلاحية. فمن ذالك، ثم، يستنتج أن هذا البحث يحتاج ان يفعل. لأنه، في هذا البحث سيحدث المناقشة بين الحديث الذي يطلب الخيط المشترك من كل المختلفات معا.

تدل هذه حصيلة البحث أن نظرية سيادة مصلحة الطوفي وثيقا جديدا وتناسبا إذا جعلت سكين التحليل في مشكلة. لأن بعد نظر حصيلة المقارنة بين التنظيمين حكم الإسلام والقانون المدني فتطلع تخطيط "سيادة مصلحة" حل المشكلة. بتخطيط اللامع عن الطوفي، يحلل الباحث ويتعرف المصلحة التي تريد ان تبلغ وراء التنظيم والشرط الذي يدير

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul and Toriquddin, Moh
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDMahmudi, ZaenulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDToriquddin, MohUNSPECIFIED
Keywords: Plaatsvervulling; Supremasi Maslahah; KHI; dan KUH Perdata; Plaatsvervulling; Maslahah Supremacy; Compilation of Islamic Law; and Civil Code;سيادة المصلحة والقانون المدني
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Muh Khusni Tamrin
Date Deposited: 03 Jan 2023 14:33
Last Modified: 03 Jan 2023 14:33
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/43402

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item