Responsive Banner

Pelaksanaan diversi di Pengadilan Negeri Kota Malang perspketif Peraturan Mahkamah Agung No 4 Tahun 2014 dan Siyasah Qadhaiyyah

Mufida, Nur Laila (2022) Pelaksanaan diversi di Pengadilan Negeri Kota Malang perspketif Peraturan Mahkamah Agung No 4 Tahun 2014 dan Siyasah Qadhaiyyah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18230081.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (823kB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Diversi adalah musyawarah antara pihak yang melibatkan Anak dan orang
tua/wali, korban dan/atau orang tua/walinya, Pembimbing Kemasyarakatan, Pekerja
Sosial Profesional, perawakilan dan pihak-pihak yang terlibat lainnya untuk mencapai
kesepakatan diversi melalui pendekatan keadilan restoratif. Sedangkan Fasilitator
adalah hakim yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan untuk menangani perkara anak
yang bersangkutan. Diversi adalah pengalihan proses pada sistem penyelesaian
perkara anak yang panjang dan sangat kaku. Mediasi atau dialog atau musyawarah
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam diversi untuk mencapai keadilan
restoratif.
Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan diversi menghimbau belum
efektifnya pelaksanaan diversi tersebut. Karena pelaksaan diversi di Pengadilan
Negeri Kota Malang hanya mencapai 10% dalam 4 tahun terakhir ini. Penelitian ini
juga meninjau tentang pelaksanaan diversi di pengadilan negeri kota malang
perspektif peraturan mahkamah agung no 4 tahun 2014 menurut siyasah qadhaiyyah.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, dengan metode
pendekatan yuridis sosiologis adapun lokasi penelitian ini di Pengadilan Negeri
Malang, sumber data yang digunakan dari sumber data primer, data sekunder dan
data tersier dengan metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
dengan cara wawancara, dan dokumentasi
Hasil penelitian ini menjelaskan Pelaksanaan Diversi Di Pengadilan Negeri
Malang Perspektif Peraturan Mahkamah Agung No 4 Tahun 2014 belum
dilaksanakan secara efektif, karena keberhasilan mediasi masih dibawah 50%,
Mengingat menurut UUSPPA dikatakan bahwa diversi bisa dikatakan berhasil
apabila keberhasilannya mencapai 50%. Selama dari Februari 2019 sampai Oktober
2022 perkara anak yang berhasil melaksanakan diversi sebanyak 4 perkara dari 38
kasus. Terdapat beberapa kendala kurangnya tenaga fasilitator, kurangnya waktu dan
kurangnya kesadaran diri masyarakat. Dan pelaksanaan diversi ini belum sesuai
dengan syariat islam, khusunya dalam konteks siyasah qadhaiyyah untuk itu perlu
ditingkatkan wewenang hakim dalam melaksanakan diversi.

ENGLISH:

Diversion is deliberation between parties involving children and their
parents/guardians, victims and/or their parents/guardians, Community Counselors,
Professional Social Workers, representatives and other involved parties to reach an
agreement on diversion through a restorative justice approach. Meanwhile, the
Facilitator is a judge appointed by the Head of Court to handle the child's case.
Diversion is a long and very rigid process of resolving child cases. Mediation or
dialogue or deliberation as an integral part of diversion to achieve restorative justice.
this study will discuss the implementation of diversion calls for the ineffective
implementation of the diversion. Because the implementation of diversion at the
Malang City District Court has only reached 10% in the last 4 years. This study also
reviewed the implementation of diversion in the district court of malang city from the
perspective of supreme court regulation no. 4 of 2014 according to siyasah
qadhaiyyah.
This research is an empirical legal research, with a sociological juridical
approach as for the location of this research in the Malang District Court, the data
sources used are primary data sources, secondary data and tertiary data with data
collection methods used in this study by means of interviews, and documentation.
The results of this study explain the implementation of diversion in the
Malang District Court from the perspective of the Supreme Court Regulation No. 4
of 2014 has not been implemented effectively, because the success of mediation is
still below 50%. Considering that according to UUSPPA it is said that diversion can
be said to be successful if the success reaches 50%. as long as from February 2019 to
October 2022 for child cases. who succeeded in carrying out diversion as many as 4
cases out of 38 cases. There are several obstacles to the lack of facilitators, lack of
time and lack of community self-awareness. And the implementation of this diversion
is not in accordance with Islamic law, especially in the context of the siyasah
qadhaiyyah, it is necessary to increase the authority of judges in carrying out
diversion.

ARABIC:

التحويل هو التداول بين الأطراف التي تشمل الأطفال وآبائهم / أولياء أمورهم و / أو الضحايا و / أو آبائهم / أولياء أمورهم والمستشارين المجتمعيين والأخصائيين الاجتماعيين والممثلين والأطراف المعنية الأخرى للتوصل إلى اتفاق حول التحويل من خلال نهج العدالة التصالحية.
تنفيذ التحويل في محكمة المقاطعة مالانج قد وصل إلى 10 ٪ فقط في الأربع سنوات الماضية. استعرضت هذه الدراسة أيضا تنفيذ التحويل في محكمة مقاطعة مدينة مالانج من منظور لائحة المحكمة العليا رقم 4 لعام 2014 وفقا لسياسة قضايا.
هذا البحث بحث قانوني تجريبي ، بمنهج المدخل القضائي الاجتماعي وموقع هذا البحث في محكمة المقاطعة مالانج ، ومصادر البيانات المستخدمة مصادر البيانات الأساسية والبيانات الثانوية والبيانات الجامعية بطرق جمع البيانات المستخدمة في هذا البحث المقابلة والتوثيق.
تظهر نتائج هذا البحث على أن تنفيذ التحويل في محكمة المقاطعة مالانج من منظور قانون المحكمة العليا رقم 4 لعام 2014 لم يتحقق بشكل فعال ، لأن نجاح الوساطة لا يزال أقل من 50 ٪ . بالنظر إلى أنه وفقا للقانون ، ينص نظام العدالة الجنائية للأحداث على أنه يمكن القول إن التحويل ناجح إذا وصل النجاح إلى 50٪. خلال من فبراير 2019 إلى أكتوبر 2022 ، حالات الأطفال نجحوا في إجراء التحويل ما يصل إلى 4 حالات من أصل 38 حالة. هناك بعض العوائق وهي نقص الميسرين ونقص الأوقات ونقص الوعي الذاتي لدى المجتمع. وتنفيذ هذا التحويل لم يتوافق بالشريعة الإسلامية ، ولا سيما في سياق والسياسة القضائية ، فمن الضروري زيادة سلطة القاضي في تنفيذ التحويل.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nasyi'ah, Iffaty
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDNasyi'ah, IffatyUNSPECIFIED
Keywords: Perma; Pelaksanaan Diversi; Siyasah Qadhaiyyah; Perma; Implementation of Diversion; Siyasah Qadhaiyyah; قانون المحكمة العليا'; تنفيذ التحويل ; السياسه القضائية
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: Nur Laila Mufida
Date Deposited: 20 Feb 2023 11:01
Last Modified: 20 Feb 2023 11:01
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/43319

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item