Makna lafadz idhrib dalam surat an-Nisa' ayat 34 perspektif ulama Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang

Haris, Muhammad Lukman (2014) Makna lafadz idhrib dalam surat an-Nisa' ayat 34 perspektif ulama Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
09210060 Pendahuluan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
Indonesia.pdf

Download (88kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrack: English)
Inggris.pdf

Download (216kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstarct: Arabic)
Arab.pdf

Download (89kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
09210060 Bab 1.pdf

Download (406kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
09210060 Bab 2.pdf

Download (541kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
09210060 bab 3.pdf

Download (337kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
09210060 Bab 4.pdf

Download (655kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
09210060 Bab 5.pdf

Download (235kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
09210060 Daftar pustaka.pdf

Download (196kB) | Preview
[img] Other (Appendices)
09210060 Lampiran.rar

Download (674kB)

Abstract

INDONESIA:

Latar belakang penelitian ini, adalah pada kenyataannya sering menunjukkan bahwa hubungan suami istri tidak selalu harmonis. Kadang-kadang pasangan gagal untuk menyelamatkan biduk dalam rumah tangga karena menghadapi masalah yang dianggap di luar kemampuannya. Kadang-kadang istri juga mengabaikan atau kurang maksimum dan kurang tepat dalam melakukan tugasnya mengurus rumah tangga dan tugasnya kepada anak-anaknya.

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, bagaimana ulama kabupaten Malang dalam memaknai Lafadz idrib pada Qs. An-Nisa ayat 34 dan bagaimana ulama kabupaten Malang menyelesaikan sengketa yang sedang terjadi dalam kehidupan rumah tangga yang pada akhirnya dapat mewujudkan keluarga yang harmonis. Sedangkan objek penelitian adalah Ulama kabupaten Malang.

Metode penelitian ini, menggunakan jenis penelitian Empiris atau Lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan wawancara. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif analisis diskrptif.

Hasil Penelitian ini, peneliti menyimpulkan, Pertama, Ulama Salaf dalam memaknai Lafadz idrib pada Qs.An-Nisa ayat 34 dengan cara mengambil jalan kekerasan yaitu memukul dengan tangan, sementara para ulama Modern dan Kontemporer dalam memaknai Lafadz idrib dengan, memukul tanpa menggunakan jalanan kekerasan, yaitu dengan cara selalu memberikan nasehat dan akan sadar dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Sedangkan ulama Salaf dalam menyelesaikan sengketa dalam kehidupan rumah tangga yaitu dengan cara dipukul, Ulama Salaf memungkinkan suami untuk memperbolehkan melakukan pemukulan terhadap istri alasannya adalah istri masih menjadi tanggung jawab suami, maka perlu menggunakan kekerasan untuk menghidupkan kembali kepada kewajibannya. Sementara Ulama Modern dan Kontemporer ada dua metode untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi di rumah, Yang pertama adalah dengan cara kekerasan, yaitu diperbolehkan untuk memukul istrinya selama tahap-tahap yang sebelum melakukan pemukulan tersebut sudah dilaksanakan dengan dengan baik dan masih belum membuahkan hasil. Proses penyelesaian sengketa yang kedua dalam rumah tangga adalah, tanpa menggunakan cara kekerasan sedikitpun, yaitu cukup dengan dinasehati secara menerus dan mengambil jalan tengahnya setiap kali terjadi sengketa dalam rumah tangga, karena kekerasan tidak akan membuat masalah jadi selesai, dan pada akhirnya hanya menghasilkan pemberontakan yang lebih berbahaya.

ENGLISH:

The background of this research is an existing fact which often indicates that the marital relationship is not always harmonious. Sometimes a spouse fails to save the relationship because of facing problems which are beyond their capability to solve. Sometimes, it happens because either the wives ignore their household jobs and her children, or they do not accomplish the matter under their responsibilities in a very satisfied and precise way.

This study aims to describe how Muftis in Malang Regency understand the meaning of Idrib lafadz in Surah An-Nisa verse 34 and how they solve domestic disputes or conflicts to create a harmonious family. The object of this research is the Muftis in Malang Regency.

This research employs Empirical or Field Study as the method by using qualitative descriptive approach. The data collection technique used is interview. The data analysis used is descriptive analysis qualitative method.

As the result, the researcher concludes that; first, Salaf Muftis defines the meaning of Idrib Lafadz in Surah An-Nisa verse 34 as a toleration in using a violence way that is hitting using a hand. On the other hand, the Modern and Contemporary Muftis define its meaning as an act of hitting without using any violence way that is by always giving advice. It is hoped that the doers will finally realize their mistakes over times. In solving the disputes, Salaf Muftis suggests to solve it by using an act of hitting. They allow the husbands to hit their wives under the reason that the wives are still the husbands’ responsibility. Thus, violence is needed to revive the obligations. Whereas, Modern and Contemporary Muftis use two methods to solve the disputes in the household. The first is done by using violence that is the husband is allowed to beat his wife as long as the stages of solving the dispute prior to the act of beating have been done well and has gained no results. The second dispute solving process in the household is using the least violent way, which is the act of giving advice continuously and take the win-win solution every time the dispute occurs. It is performed because violence will not solve problems and finally will only create more dangerous uprisings or rebellions.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mufidah, Mufidah
Keywords: Lafadz Idrib; Qs.An-Nisa 34; Ulama Kabupaten Malang; Idrib Lafadz; Surah An-Nisa Verse 34; Muftis’ Perspective in Malang Regency
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012811 Nusyuz, Syiqaq & Kekerasan Dalam Rumah Tangga (Marriage Violence)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Saputra Edi
Date Deposited: 28 Jul 2015 02:29
Last Modified: 28 Jul 2015 02:29
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/432

Actions (login required)

View Item View Item