Efektivitas terapi musik untuk mengoptimalkan fungsi sensori integrasi pada anak autis di Pusat Terapi Terpadu A-plus Malang

Ningsih, Ike Sulistia (2007) Efektivitas terapi musik untuk mengoptimalkan fungsi sensori integrasi pada anak autis di Pusat Terapi Terpadu A-plus Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
02410014.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA :

Autis merupakan gangguan perkembangan pervasif yang meliputi gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial dan perilaku. Serta kelainan neurobiologi yang mengakibatkan terganggunya pengolahan informasi sensori, sehingga respon adaptif terhadap lingkungan tidak dapat berfungsi secara normal, yang menyebabkan perilaku anak autis akan berbeda dengan anak normal pada umumnya.

Seorang anak harus berpartisipasi aktif dengan lingkungannya untuk dapat memperbaiki organisasi sistem sarafnya, agar fungsi sensori integrasi optimal, maka anak autis harus diberikan aktivitas-aktivitas yang dapat merangsang kinerja otak. Terapi musik pada penelitian ini terdiri dari tiga sesi terapi yaitu sesi mendengar dan menyanyi, sesi gerakan dan sesi memainkan alat musik. Petunjuk inti di balik terapi musik adalah pendekatan nonverbal dalam menghadapi klien, tanpa harus berkata-kata, klien bisa bebas berimprovisasi dengan musik. Terapi musik untuk gangguan autis tidak ditekankan dari segi estetikanya tetapi lebih pada kolaborasi aktif antara terapis dan anak, sehingga anak bisa berkomunikasi dengan terapis melalui musik.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap peningkatan fungsi sensori integrasi pada anak autis di Pusat Terapi Terpadu A- plus yang berlokasi di Jl. Blitar No. 02 Malang.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental) yaitu eksperimen yang dilakukan tanpa randomisasi, namun masih menggunakan kelompok kontrol. Subjek penelitian ditentukan secara purposive sampling dan didapatkan dua anak sebagai kelompok perlakuan dan dua anak sebagai kelompok kontrol. Variabel bebas pada penelitian ini adalah terapi musik dan variabel terikatnya adalah fungsi sensori integrasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi berstruktur. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 18 September sampai dengan 5 Oktober 2007. Analisis data yang digunakan adalah uji Ranking Bertanda Wilcoxon dan uji U Mann-Whitney, dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 12.0 for Windows.

Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa pada kelompok perlakuan untuk uji statistik Ranking Bertanda Wilcoxon pada taraf nyata 20% ( = 0.20) diperoleh asumsi signifikan sebesar 0.180 < 0.20 (p < ), pada kelompok kontrol pada taraf nyata 20% ( = 0.20) diperoleh asumsi signifikan sebesar 0.180 < 0.20 (p < ), yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan. Untuk Uji statistik U Mann-Whitney pada taraf nyata 11% ( =0.11) didapatkan asumsi signifikan sebesar 0.102 < 0.11, yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang mendapatkan perlakuan terapi musik dengan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan terapi musik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi musik memberikan peningkatan terhadap fungsi sensori integrasi pada anak autis. Berdasarkan hasil observasi selama perlakuan terapi musik diketahui bahwa anak autis memiliki minat yang tinggi terhadap musik.

ENGLISH :

Autism is pervasive developmental disorder. The disorder include in communication skill, social interaction and behaviors. One of the autism characteristics is neurobiological which caused the interface of sensory information processing. As a result their adapt response toward environment could not work normally and it’s caused the children with autism are different with the normal children.

The child must participate actively with the environment to improve the organization of his nervous system to optimize sensory integration function, so autistic children must doing activities be able stimulate brain function. Music therapy in this research contain of three session that is hear and singing session, movement session, and playing instrument session. Core guidance music therapy is nonverbal approach in facing client, without talk, a client can free improvise with music. Music therapy for autism disorders is not pressuring from the aesthetics of view but more than active collaboration between therapist and child, so child that can communication with therapist by the music.

This research has done for knowing the effect of music therapy on the improvement of sensory integration function at autistic children in the integrated therapy center A-plus which is located in Jl. Blitar No. 2 Malang.

This research using quasi-experimental method. Quasi-experimental method is the experiment which done without random sample, but it still using control group. Research subject is certainly choused in purposive sampling manner. Where, two of them are as group of experiment and the other two as control group. Independent variable in this research is music therapy and the dependent variable is sensory integration function. The collecting data instrument used in this research are documentation and structural observation. This research has done from September 18th up to October 5th 2007. The data analysis used are Wilcoxon Signed Ranks and U Mann-Whitney and also using SPSS 12,0 for windows.

Based on the result of the analysis it can be know that the children with experiment group using Wilcoxon Signed Rank statistic at 20% ( =0.20) got the result about 0.180 < 0.20 (p < ). While in the children of control group at 20% ( =0.20) got the result about 0.180 < 0.20 (p < ). It means that there is a significant different between the groups of experiment and group of control in pretest and posttest. Besides, for the U Mann-Whitney at 11% ( =0.11) got the result about 0.102 < 0.11. It means that there is a significant different between the group with music therapy and the group without. So, it can be conclude that the music therapy can give the improvement toward sensory integration function in autistic children. Based on the observation, the autistic children have high attention in music.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mustofa, M. Lutfi
Keywords: Terapi Musik; Sensori Integrasi; Autisme; Autism; Sensory Integration; Music Therapy
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: puput nuzilatin fithroh
Date Deposited: 11 Aug 2016 20:03
Last Modified: 11 Aug 2016 20:03
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4316

Actions (login required)

View Item View Item