Persepsi sosial santri tarekat Qadhiriyah wa Naqsyabandiyah terhadap kehidupan bermasyarakat: Studi kasus mengenai ritus tarekat di Pondok Pesantren al-Falah Kolomayan Blitar

Farhan, Nazilul (2008) Persepsi sosial santri tarekat Qadhiriyah wa Naqsyabandiyah terhadap kehidupan bermasyarakat: Studi kasus mengenai ritus tarekat di Pondok Pesantren al-Falah Kolomayan Blitar. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
03410009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Fenomena adanya tarekat-tarekat kesufian dalam perkembangan keagamaan Islam merupakan salah satu gejala yang selalu menimbulakan polemik. Tidak semua masyarakat Islam dapat menerima kebenaran tarekat, sekalipun masyarakat itu berada di wilayah yang tadinya sebagai basis kelahiran dan pusat keunggulan tarekat. Ada alasan yang berbeda dalam mensikapi eksistensi terekat. Ada yang menolak dengan alasan karena tarekat dipandang sebagai gejala kebodohan umum dan tidak sesuai dengan jiwa modernisasi. Tarekat sendiri merupakan bagian dari tasawuf, yang kedudukannya sebagai praktik ajaran tasawuf, lebih lanjut dikatakan tarekat merupakan cara untuk mencapai tujuan tasawuf, dan sebagai bentuk final dari ajaran tasawuf yang merupakan produk dari sejarah perkembangan Islam yang memiliki dimensi ajaran mengenai ke-Tuhanan. Tarekat Qhadhiriyah wa Naqsyabandiyah adalah salah satu nama tarekat yang berkembang di Indonesia, dimana penamaan tarekat tersebut didasarkan atas para guru sufi yang menyebarkan ajaran ini. Tarekat Qhadiriyah wa Naqsyabandiyah yang ada di Pondok Pesantren Al Falah Kolomayan merupakan salah satu komunitas tarekat yang memiliki ruang gerakan dalam menyebar luaskan serta melestarikan ajaran sufi dengan menggunakan metode dzikir sebagai bentuk ritual dari ajaran tasawuf. Selain menjalankan aktifitas ritual para anggota tarekat ini juga memiliki dimensi sosial yang salah satunya adalah melakukan persepsi terhadap kehidupan bermasyarakat. Hal ini menjadi sebuah tolak ukur penting dalam meneliti perkembangan keagamaan yang ada di Indonesia. Komunitas tarekat yang ada di Pesantren Al Falah pada dasarnya memiliki ikatan emosional sesama anggota tarekat dengan ikatan normatif yang ada di dalam kelompok mereka sesuai dengan ajaran yang ada di dalam tasawuf. Namun demikian mereka juga memiliki tujuan dari sebuah komunitas yang salah satunya adalah mencapai ridha Tuhan.

Penelitian ini hendak mengetahui bentuk ritual yang dilakukan oleh pengikut tarekat Qadhiriyah wa Naqsyabandiyah di Pesantren Al-Falah Kolomayan. Selain itu penelitian bertujuan untuk mengetahui makna dan tujuan dari aktifitas ritual yang dilakukan oleh anggota tarekat Qadhiriyah wa Naqsybandiyah serta mengetahui persepsi sosial anggota tarekat terhadap kehidupan bermasyarakat.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti memahami bahwa untuk mendapatkan pemahaman yang komperhensif tentang tarekat Qadhiriyah wa Naqsyabandiyah, deskriptif kualitatif adalah pendekatan yang dirasa tepat. Selain itu, dengan menggunakan metode ini peneliti senantiasa berada dilokasi penelitian dan mengamati serta mengikuti berbagai ritual yang dilakukan tarekat.

Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat dapat diambil kesimpulan bahwa bentuk ritual dari tarekat Qhadhiriyah wa Naqsyabandiyah adalah sebuah kegiatan yang dijadikan sebagai rutinitas yang terdiri dari aktifitas yang berasal dari ajaran pokok yang berupa membaca dzikir Laa Ilaaha illallah sebanyak 165 kali yang merupakan unsur tarekat Qadhiriyah dan dzikir sirri Allahu (ﷲا) dalam jumlah tertentu yang merupakan unsur tarekat Naqsyabandiyah yang dilaksanakan setelah melaksanakan shalat lima waktu. Sedangkan ritual tambahannya berupa aktifitas khusyusiyah dan membaca manaqib sebagai wujud kecintaan terhadap Gurunya. Sedangkan tujuan dari keseluruhan aktifitas ritual yang dilaksanakan dalam tarekat Qhadhiriyah wa Naqsyabandiyah adalah mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan secara spesifik tujuan dari keseluruhan ritual yang dilaksanakan itu berupa harapan dari upaya untuk mencapai kedekatan dengan Allah sebagai tujuan akhir. Selain itu penelitian juga menemukan bahwa persepsi sosial pengikut tarekat terhadap kehidupan bermasyarakat memiliki kecenderungan positif yang dapat dikategorikan sebagai persepsi masyarakat komunitarian yang selalu mempertahankan tradisi demi kemaslahatan sebagai bentuk dari ibadah sosial.

ENGLISH :

Phenomenon of existence of kesufian tarekat-tarekat in religious development of Islam represent one of the symptom which has polemical efect. It’s not all of Islam society can accept the truth of tarekat, even that society reside in region which at first as birth bases and center excellence of tarekat. There is different reason in respond of terekat eksistention. There is refusing by the reason of because tarekat viewed as the symptom stupidity of public and unsuitable with modernization head. Tarekat is represent the part of tasawuf, which dimiciling as teaching praktik of tasawuf, told by furthermore of tarekat represent the way to reach the target of tasawuf, and as final form of tasawuf teaching and as the product history development of Islam which has teaching concerning dimension of God theaching. Tarekat Qhadhiriyah Naqsyabandiyah is one of the name of tarekat which is expanding in Indonesia, where named of the tarekat based to the all of sufi’s theacher propagating this teaching. Tarekat Qhadiriyah wa Naqsyabandiyah exist in Maisonette of Pesantren Al Falah Kolomayan represent one of the tarekat community who has movement area in spreading abroad and also preserve teaching of sufi by using dzikir method as form ritual teaching of tasawuf. Besides running ritual aactivity, all member of tarekat this also have social dimension which one of them is perception to social life. This matter become a important yardstick in checking religious growth which is exist in Indonesia. Community of Tarekat which is exist in Pesantren Al Falah basically have emotional tying of member humanity of tarekat with tying of normatif exist in their group as according to teaching exist in in tasawuf. But they also have the intention of a community which one of them is to get God ridha.

This Research will know form of ritual which is done by follower of tarekat Qadhiriyah wa Naqsyabandiyah in Pesantren Al-Falah Kolomayan. Besides research aim to know the meaning and intention of ritual activity which is conducted by member of tarekat Qadhiriyah wa Naqsybandiyah and also to know social perception of tarekat member to social life.

This research use descriptive qualitative method. Researcher comprehend that to get the understanding of which is komperhensif about tarekat Qadhiriyah wa Naqsyabandiyah, descriptive qualitative is felt approach precisely. Besides, by using this method of researcher ever reside in research location and perceive and also follow various whics is done by ritual tarekat.

By this conducted analysis and research, it’s can take the conclusion that form of tarekat ritual Qhadhiriyah wa Naqsyabandiyah is an activity as continouing consist of activity which come from fundamental teaching which in the form of reading Laa Ilaaha illallah dzikir counted 165 times;rill which is represent element of tarekat Qadhiriyah and of dzikir sirri Allahu (ﷲا) certain in number that represent element of tarekat Naqsyabandiyah which is done after doing shalat five times. While his additional ritual in the form is khusyusiyah activity and read manaqib as love form to their Teacher. While intention of the overall of ritual activity which is executed in tarekat Qhadhiriyah wa Naqsyabandiyah is to draw self approach to Allah. While specificly the intention of the overall the executing ritual in the form is expectation of effort to reach contiguity with Allah as final purpose. Besides research also found that social perception the follower of tarekat to societal life have positive tendency which can be categorized as society perception of komunitarian which always maintain the tradition for the shake the peacefull as social forming of religious service.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nuqul, Fathul Lubabin
Keywords: Persepsi Sosial; Aktivitas Ritual; Tarekat Qadhiriyah wa Naqsyabandiyah; Social Perception; Activity of Ritual
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Errisa Aprillia Rengganis
Date Deposited: 10 Aug 2016 08:33
Last Modified: 10 Aug 2016 08:33
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4302

Actions (login required)

View Item View Item