Dilematika profesi guru: Studi tentang Undang-undang guru dan dosen

Dirhamsyah, Fariz (2008) Dilematika profesi guru: Studi tentang Undang-undang guru dan dosen. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
02110109.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (833kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Sejak pertama kali Allah menciptakan manusia (Adam), Allah kemudian menegaskan akan peran dan keutamaan ilmu dan orang yang berilmu ketimbang apa dan siapapun. Malaikat yang kesohor dengan makhluk Allah yang taat dan tidak pernah maksiat kepadaNYA, bertekuk lutut didepan Adam berkat kecanggihan yang dimiliknya (baca: Ilmu dan Akal). Maka salah satu manusia yang mempunyai peran untuk mengamalkan ilmu adalah Guru dan Dosen. Profesi Guru dan Dosen ini berwujud rangkaian kegiatan dengan melaksanakan proses mengatur dan mengorganisasi kegiatan belajar sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Pekerjaan Guru dan Dosen tersebut bersifat professional yang memerlukan persipan mantap melalui pendidikan dan latihan, dilakukan berlandaskan keilmuan, seni atau improvisasi dan latihan, dan keahlian khusus, memerlukan wadah dan peraturan atau kode etikuntuk mengembangkan karir sebagai guru. Oleh karena itu pekerjaan Guru atau Dosen bilamana dilakukan tidak secara profesional, maka akan menemui berbagai dilematika yang mengiringi dalam proses belajar megajar setiap harinya. Guru merupakan faktor penting yang turut menentukan baik tidaknya mutu pendidikan. Masalahnya, guru menjadi subjek utama yang secara langsung berinteraksi dengan siswa yang juga diposisikan sebagai subjek pendidikan termasuk guru itu sendiri menjadi ujung tombak dalam penngkatan mutu pendidikan. Jadi, peningkatan kualitas guru menjadi kebutuhan penting yang diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan mutu pendidikan. Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru?langkah apa saja untuk menjawab dilematika profesi guru?. Berangkat dari latar belakang itulah penulis kemudian ingin mengkaji dalam skripsi yang berjudul “Dilematika Profesi Guru (Studi tentang Undang-undang Guru dan Dosen)”.

Berpijak dari latar belakang diatas, maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dilematika profesi guru studi tentang Undang-Undang Guru dan Dosen.

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dilematika profesi guru studi tentang undang-undang guru dan dosen, untuk mengetahui factor apa saja yang menyebabkan munculnya dilematika profesi guru dan mengacu pada undang-undang guru dan dosen.

Penelitian yang penulis lakukan ini adalah termasuk dalam penelitian Library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif analisis kritis. Dan agar hasil penelitian berjalan dengan baik, maka dalam pengumpulan datanya, penulis menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teknik analisis isi (content analysis).

Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat disampaikan di sini bahwasanya dilematika profesi guru studi tentang undang-undang guru dan dosen adalah guru sebagai manusia biasa juga harus mampu berkomunikasi atau mempunyai teknik berkomunkasi dengan sesama guru, peserta didik dan masyarakat sekitar, sehingga profesi yang digeluti dapat terhindarkan dari dilematika. Adapun faktor-faktor yang menentukan keberhasilan seorang guru adalah faktor motivasi guru itu sendiri dalam mendidik, selalu menghasilkan kreasi-kreasi baru, sehingga seorang guru itu sendiri dapat terhindarkan dari dilematika profesi, mungkin dari segi ekonomi atau dalam proses belajar mengajar.

Bertolak dari kesimpulan yang telah diuraikan diatas, perlu kiranya penulis memberikan sumbangan pemikiran berupa saran-saran antara lain, ada beberapa aspek untuk meningkatkan kualitas guru antara lain: aspek pendidikan guru. Selama ini pendidikan masih dianggap sebagai media yang efektif untuk mempersiapkan seseorang agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya, termasuk guru. Semakin tinggi jenjang pendidikan dan kesesuaian dengan keahlian maka kinerja seseorang akan semakin optimal. Oleh karena itu guru yang jenjang pendidikannya masih rendah, apalagi belum sesuai bidang yang diajarkan, perlu ditingkatkan pendidikannya. Dan yang kedua yaitu mengukur kompetensi guru. Yaitu dilihat dari indikator-indikator yang bisa mengukur kompetensi guru. Diantaranya adalah menguasai materi, terampil dalam melaksanakan pembelajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Dan yang ketiga kesejahteraan. Kesejahteraan guru harus diperhatikan, karena pengaruh kesejahteraan itu juga yang berimbas pada kinerja seseorang guru dan akan memunculkan sebuah dilematika profesi guru bila kesejahteraan tidak dipenuhi. Maka kita harapkan kualitas pendidikan kita bermutu sehingga tidak kalah dengan bangsa-bangsa yang lain.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sjahid, M.
Keywords: Dilematika; Profesi; Guru
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 10 Aug 2016 11:52
Last Modified: 10 Aug 2016 11:52
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4295

Actions (login required)

View Item View Item