Etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampangan Madura

Habibah, Siti (2014) Etnobotani tumbuhan obat oleh masyarakat Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampangan Madura. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
08620004 Pendahuluan.pdf

Download (505kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
08620004 Indonesia.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
08620004 Inggris.pdf

Download (85kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Arabic)
08620004 Arab.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
08620004 Bab 1.pdf

Download (482kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
08620004 Bab 2.pdf

Download (651kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
08620004 Bab 3.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
08620004 Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
08620004 Bab 5.pdf

Download (231kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
08620004 Daftar Pustaka.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Appendices)
08620004 Lampiran.pdf

Download (655kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang. Proses ini sudah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, akan tetapi, saat ini ada kecenderungan tradisi ini mulai ditinggalkan, oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menggali kembali pengetahuan tentang spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang. Penelitian ini bertujuan untuk konservasi dan eksplorasi terhadap pengetahuan lokal (Indigenous knowledge) dan keanekaragaman tumbuhan obat masyarakat Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang Madura.

Penelitian etnobotani dilakukan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur. Responden penelitian berjumlah 25 responden Desa Noreh, 25 responden Desa Labuhan dan 25 responden Desa Taman. Desa pada Kecamatan Sreseh tersebut memiliki potensi tumbuhan obat dengan indikasi banyak didapati pembudidaya tumbuhan obat dan terdapat penjual tumbuhan obat serta simplisianya.

Hasil penelitian etnobotani menunjukkan bahwa terdapat 104 jenis tumbuhan dari 35 famili yang digunakan masyarakat Kecamatan Sreseh sebagai obat. Tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah dari famili Zingiberaceae (temulawak 66,67%, temu ireng 66,67%, kunyit 66,67%), Convolvuaceae (ketela rambat31%), Annonaceae (Srikaya 46,67%), Piperaceae (Sirih 60,00 %), Myrtaceae(Jambu biji 53,33 %), Rubiaceae (Mengkudu 46,67%) dan Euphorbiaceae(Ki tolot 46, 67%). Organ tumbuhan yang digunakan sebagai obat terdiri dari daun, rimpang, buah, akar, tunas daun, umbi lapis, dan umbi akar. Bagian rimpang merupakan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan dengan presentase sebesar 62,80% dari total pemanfaatan organ tumbuhan. Sumber perolehan tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat yang paling dominan adalah didapatkan dari budidaya masyarakat dengan presentase 70%.

ENGLISH:

The use of plants in traditional medicine has long been known by the people of the District Sreseh Sampang. This process has been passed down from generation to generation, however, there is a tendency today this tradition is becoming obsolete, therefore, very important for us to dig up the knowledge of the plant species used as medicine by the people of the District Sreseh Sampang . This study aims to conservation and exploration of local knowledge (Indigenous knowledge) and the diversity of medicinal plants Sreseh society Sampang District of Madura.

Ethnobotany research conducted through observation and semi-structured interviews. Survey respondents totaled 25 respondents Noreh village, 25 respondents Labuan and 25 respondents village Taman. Villages in the District Sreseh have the potential of medicinal plants with indications many farmers found herbs and medicinal plants as well as the sellers are simplisianya.

Ethnobotany research results show that there are 104 species of plants from 35 families were used as drug Sreseh District of society. The most widely used plant is from the family Zingiberaceae (Curcuma zanthorrhiza 66,67%, Curcuma aeruginosa Roxb 66,67%, turmeric 66,67%), Convolvuaceae (Sweet potato31%), Annonaceae (Sugar Apple 46,67%), Piperaceae (Betel 60,00%), Myrtaceae (Guava 53,33%), Rubiaceae (Noni 46,67%) and Euphorbiaceae (Hippobroma longiflora 46,67%). Organs of plants used as medicine consists of leaves, rhizomes, fruits, roots, shoots and leaves, bulbs, tubers and roots. Rhizome is part of the most widely used herbs with a percentage of 62,80% of the total utilization of plant organs. Sourcing of medicinal plants used as the most dominant is obtained from farming communities 70%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Minarno, Eko Budi and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Etnobotani; Tumbuhan Obat Kecamatan Srereh Kabupaten Sampang Madura; Ethnobotany; Medicinal Plants Srereh District of Sampang Madura
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0602 Ecology > 060207 Population Ecology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 22 Jul 2015 01:47
Last Modified: 22 Jul 2015 01:47
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/428

Actions (login required)

View Item View Item