Mitos perceraian Gunung Pegat dalam tradisi keberagamaan masyarakat Islam Jawa: Kasus Desa Karang Kembang Kec. Babat Kab. Lamongan

Hidayatullah, Arif (2008) Mitos perceraian Gunung Pegat dalam tradisi keberagamaan masyarakat Islam Jawa: Kasus Desa Karang Kembang Kec. Babat Kab. Lamongan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
03210089.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai permasalahan tentang perceraian yang disebabkan karena pengaruh mitos Gunung Pegat di Desa Karang Kembang Kabupaten Lamongan dalam Tinjauan Tradisi Keberagamaan Masyarakat Islam Jawa. Hal ini dilatarbelakangi adanya kepercayaan masyarakat setempat tentang mitos perceraian akan terjadi permasalahan dalam keluarga jika terdapat pengantin melewati Gunung Pegat, karena menurut mitos jika melanggarnya maka banyak resiko yang akan menimpanya seperti keluarganya tidak harmonis, sengsara, rizkinya sulit, tidak punya anak, meninggal dll. Dengan percaya pada Mitos yang seperti itu dan juga resiko yang menimpa, masyarakat Dusun Karang Kembang lebih mengedepankan percaya pada Mitos daripada syari’at Islam

Masalah yang dikaji dalam skripsi ini adalah:1) Bagaimana Masyarakat Gunung
Pegat Desa Karang Kembang Kec. Babat Kab. Lamongan Memahami Mitos Perceraian.?
2) Nilai apa yang melandasi keyakinan mitos perceraian itu? Permasalahan tersebut dikaji dalam penelitian field research. Penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial dengan metode pendekatan kualitatif. Untuk mengetahui pemahaman serta nilai yang melandasi keyakinan masyarakat tentang Mitos perceraian Gunung Pegat dalam analisis menggunakan teori cognitve antropology. Dengan demikian penulis dapat melihat apa yang sesungguhnya terjadi berdasarkan system kognisi, nilai dan makna dalam masyarakat Karang Kembang terhadap keberadaan mitos perceraian Gunung Pegat.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan
yang ada, bahwa terdapat mitos yang turun-temurun dan diyakini oleh penduduk bila ada pengantin yang melewati Gunung Pegat harus melakukan suatu ritual melepaskan ayam. Apabila pengantin tersebut tidak melakukan ritual seperti melepaskan ayam maka diyakini “pengantin tersebut akan bercerai.“ Adapun nilai yang melandasi keyakinan terhadap mitos perceraian tersebut adalah keyakinan yang dijadikan peraturan dan berkembang dalam masyarakat merupakan hasil olah pikir masyarakat, keyakinan diikuti secara turun temurun meskipun dalam tradisi tersebut merupakan eksperimen dari masyarakat itu sendiri yang hasilnya belum tentu akurat serta tidak ada relevansinya dengan perceraian pada umumnya.

Penulis menyimpulkan bahwa mitos perceraian Gunung Pegat menurut pemahaman masyarakat Karang Kembang merupakan warisan nenek moyang. dan menurut Sesepuh adat mitos ini masih eksis. Menurut Tokoh agama menentang dengan alasan karena tradisi tersebut menyimpang dari ajaran Islam. Bagi Tokoh pemerintahan unen-enen jowo tidak memiliki konsekuensi logis. Terlepas dari semua itu, bahwa masyarakat Karang Kembang melakukan semua ini demi nilai keselamatan dan kehidupan abadi yang dicitakan baik dirinya maupun keluarganya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Mitos Perceraian “Gunung Pegat”; Tradisi Keberagamaan Islam Jawa
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Arfan Trisna Rizkydian
Date Deposited: 10 Aug 2016 11:39
Last Modified: 10 Aug 2016 11:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4272

Actions (login required)

View Item View Item