Pandangan tokoh masyarakat terhadap tradisi berdiam diri selama 40 hari pasca haji dan kaitannya dengan haji mabrur: Studi kasus di Kota Pasuruan

Machrus, Ali (2008) Pandangan tokoh masyarakat terhadap tradisi berdiam diri selama 40 hari pasca haji dan kaitannya dengan haji mabrur: Studi kasus di Kota Pasuruan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

[img]
Preview
Text (Full text)
04210107.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (674kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Haji merupakan peristiwa agama yang memilki keterkaitan yang erat dan saling berpengaruh dengan peristiwa-peristiwa budaya, ekonomi, dan politik suatu masyarakat sebagaimana ibadah lainnya. Haji dalam pengamalannya melewati suatu proses yang dimulai dengan pengetahuan tentang haji, pelaksanaan dan berakhir dengan berfungsinya haji, baik bagi diri sendir maupun bagi masyarakat. Rekonstruksi aspek-aspek dalam proses haji telah dikaji dan dirumuskan oleh para ulama’ ahli fiqh, di mana suatu ibadah haji dapat dikatakan sebagai ibadah yang berhasil untuk menjadi haji mabrur, apabila pertama, motivasi atau niat ibadah tersebut disertai keikhlasan semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Kedua, proses pelaksanaannya sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah SAW. dimana syarat, rukun, wajib bahkan sunnah ibadah tersebut terpenuhi, ketiga, biaya untuk ibadah haji diperoleh dengan cara yang halal, keempat, dampak dari ibadah tersebut adalah positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

Mengingat adanya kepercayaan hasil warisan tokoh-tokoh tradisionalis tersebut, maka sangat relevan kiranya penelitian ini dilakukan. Sebagai obyek dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Pasuruan khususnya para tokoh agamawan dan tokoh pemerintahan seperti lurah, guru dan pegawai pemerintah kota

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif adalah (1) metode observasi, yakni dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis kejadian- kejadian/gejala-gejala yang menjadi obyek penelitian. (2 metode dokumentasi, dengan cara mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen penting yang ada pada obyek penelitian. (3) metode interview, cara ini digunakan dengan cara memperoleh keterangan-keterangan yang berhubungan dengan pandangan tokoh masyarakat tentang pengertian, aktifitas, dasar-dasar hukum dilakukannya tradisi berdiam diri selama 40 hari pasca melaksanakan ibadah haji.

Hasil penelitian tersebut, penulis memperoleh gambaran sebagai kesimpulan dari tradisi berdiam diri selama 40 hari pasca melaksanakan ibadah haji yaitu, (1) tentang pengertian berdiam diri selama 40 hari pasca haji, bahwa berdiam diri aktifitas seseorang pasca haji dengan melakukan ritual-ritual keagamaan seperti instropeksi diri, bersedekah kepada masyarakat yang tidak mampu serta menjamu tamu-tamu yang datangan kerumahnya guna silaturrahim. (2) dasar hukum tentang adanya tradisi tersebut, bahwa masyarakat kota Pasuruan menganggap tradisi tersebut bermula dari apa yang sudah dilakukan oleh para leluhur mereka yang dianggap sebagai salah seorang sufi di masanya, hal ini didentifikasi bahwa orang tersebut memilki tingkat spiritualitas yang tingga, sehingga dapat mencerna hal-hal yang metafisik.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Anam, Khoirul
Keywords: Tokoh masyarakat; Tradisi berdiam diri; Haji mabrur.
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Maimunah
Date Deposited: 10 Aug 2016 11:43
Last Modified: 10 Aug 2016 11:43
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4270

Actions (login required)

View Item View Item