Cok bakal dalam perkawinan adat masyarakat Wonosalam: Studi di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang

Anshoruddin, Choirul S. (2008) Cok bakal dalam perkawinan adat masyarakat Wonosalam: Studi di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
03210088.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Perkawinan merupakan salah satu peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab perkawinan tidak hanya menyangkut wanita dan pria
bakal mempelai saja, tetapi juga orang tua kedua belah pihak, saudara-saudara, bahkan keluarga mereka masing-masing. Cok Bakal di desa Wonosalam sudah menjadi tradisi yang wajib untuk diamalkan. Pembuatan sesajen dan sepen merupakan sebuah media untuk meminta restu kepada leluhur agar kedua mempelai
dan masyarakat sekitar dijauhkan dari mara bahaya yang akan menimpa. Ini yang kemudian peneliti rasa menjadi penting untuk diketahui lebih jauh, hingga pantas
kiranya untuk ditelusuri: 1) Bagaimana pandangan masyarakat Wonosalam terhadap tradisi Cok Bakal? 2) Apakah tradisi Cok Bakal memiliki dampak langsung bagi
perkawinan adat masyarakat Wonosalam?

Penelitian ini menggunakan paradigma definisi sosial dengan jenis penelitian
deskriftif kualitatif sebagai pendekatan, serta deskriptif analitik sebagai sifatnya. Sedangkan sumber data berupa data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian diolah melalui tiga tahapan yaitu editing, classifaying dan verifying. Selanjutnya data dianalisis dengan mengunakan teori interaksi simbolik dengan mengamati aktifitas manusia seperti komunikasi atau pertukaran simbol yang diberi makna, sehingga dapat menggambarkan keadaan atau status fenomena dengan kata-kata atau kalimat yang tidak perlu dikuantifikasi.

Adapun hasil dari penelitian ini antara lain bahwa dalam memandang tradisi
Cok Bakal masyarakat Wonosalam beranggapan bahwa ini merupakan warisan dari
nenek moyang yang harus dilestarikan dan wajib untuk dilaksanakan. Sedangkan pihak yang tidak setuju dengan alasan karena tradisi tersebut sedikit menyimpang
dari ajaran Islam. Sedangkan faktor-faktor penyebab tradisi ini tetap eksis yaitu:
karena faktor kebersamaan dan kemaslahatan, adanya rasa patuh terhadap orang tua
dan leluhur, terjadinya musibah yang berimplikasi bagi yang tidak melaksanakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sedangkan kontribusi dilaksanakannya tradisi Cok Bakal bagi masyarakat Wonosalam semata-mata untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat dan untuk mempererat hubungan dalam bermasyarakat. Karena dengan dilaksanakannya tradisi Cok Bakal ini secara tidak langsung akan semakin mempererat tali silatur rahim antara penduduk yang satu dengan yang lain dan akan semakin membangun rasa gotong royong sesama pelaku tradisi atau kebudayaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Tradisi; Cok Bakal; Perkawinan Adat Jawa
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Arfan Trisna Rizkydian
Date Deposited: 10 Aug 2016 11:39
Last Modified: 10 Aug 2016 11:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/4267

Actions (login required)

View Item View Item