Responsive Banner

Pandangan hakim pengadilan agama Kota Madiun terhadap keabsahan wasiat secara lisan ditinjau dari KUH perdata

Masyithoh, Debby (2022) Pandangan hakim pengadilan agama Kota Madiun terhadap keabsahan wasiat secara lisan ditinjau dari KUH perdata. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
18210018.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Surat wasiat adalah sebuah akta berisi pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya terjadi setelah ia meninggal. Didalam KUH Perdata menyatakan bahwa Surat wasiat hanya boleh dibuat dengan akta olografis, namun faktanya masih terdapat wasiat yang dilakukam secara lisan oleh di pewaris, hal ini berdampak wasiat secara lisan tidak berkekuatan hukum dengan alasan tidak ada bukti yang tertulis.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara secara langsung pada informan yaitu hakim Pengadilan Agama Kota Madiun dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di Pengadilan Agama Kota Madiun. Untuk memudahkan dalam memahami, data tersebut diolah melalui lima tahap, yaitu edit, pengelompokan data, pemeriksaan data, analisis data, Penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini adalah bahwa keabsahan wasiat secara lisan dapat dibenarkan jika terdapat bukti yang lain, yakni menggunakan bukti berupa pengakuan oleh ahli warisnya atau saksi yang berada pada saat pewaris melakukan wasiat. Mengingat alat-alat bukti yang sah menurut hukum acara perdata tidak hanya berupa bukti tertulis saja. Pandangan hakim Pengadilan Agama Kota Madiun mengenai wasiat secara lisan, yakni ketika wasiat itu diperdebatkan maka masih berkekuatan hukum selama masih ada bukti lain berupa pengakuan dari ahli waris atau saksi-saksi.

ABSTRACT

A will is a deed containing a person's statement about what he wants to happen after he dies. The Civil Code states that a will can only be made with a olographic deed, but the fact is that there are still wills made orally by the heir, this has the effect that an oral will has no legal force on the grounds that there is no written evidence.

This research is an empirical research with a qualitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources. The data collection method used direct interviews with informants, namely the judges of the Madiun City Religious Court and documentation. Data collection was carried out directly at the Madiun City Religious Court. To make it easier to understand, the data is processed through five stages, namely editing, data grouping, data checking, data analysis, drawing conclusions.

The results of this study are that the validity of a will orally can be justified if there is other evidence, namely using evidence in the form of acknowledgment by the heirs or witnesses who were present at the time the heir made the will. Considering that valid evidence according to civil procedural law is not only in the form of written evidence. The view of the judges of the Madiun City Religious Court regarding an oral will, that is, when the will is disputed, it still has legal force as long as there is other evidence in the form of
acknowledgment from the heirs or witnesses.

مستخلص البحث

الوصية هي صك يتضمن إفادة الشخص مبا يريد أن حيدث بعد وفاته. ينص القانون املدين على أن الوصية ال ميكن إجراؤها إال من خالل عمل hihpargolo ، ولكن احلقيقة هي أنه ال تزال هناك وصااي أدىل هبا الوريث شفوايً ، وهذا له أتثري على أن الوصية الشفوية ليس هلا قوة قانونية على أساس أنه ال يوجد دليل مكتوب.

هذا البحث هو حبث جترييب مبنهج نوعي. مصادر البياانت املستخدمة هي مصادر البياانت األولية والثانوية. استخدمت طريقة مجع البياانت املقابالت املباشرة مع املخربين ، أي قضاة احملكمة الدينية مبدينة ماديون والتوثيق. مت مجع البياانت مباشرة يف حمكمة مدينة ماديون الدينية. لتسهيل الفهم ، تتم معاجلة البياانت من خالل مخس مراحل ، وهي التحرير ، وجتميع البياانت ، والتحقق من البياانت ، وحتليل البياانت ، واستخالص النتائج.

نتائج هذه الدراسة هي أن صحة الوصية ميكن تربيرها إذا كان هناك دليل آخر ، أي استخدام األدلة يف شكل إقرار من قبل الورثة أو الشهود الذين كانوا حاضرين وقت الوصية. معتربا أن األدلة الصحيحة وفقا لقانون اإلجراءات املدنية ليست فقط يف شكل أدلة مكتوبة. رأي قضاة حمكمة مدينة ماديون الدينية بشأن الوصية الشفوية ، أي عندما يكون هناك نزاع حول الوصية ، تظل هلا قوة قانونية طاملا أن هناك أدلة أخرى يف شكل إقرار من الورثة أو الشهود.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zulaicha, Siti
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDZulaicha, SitiUNSPECIFIED
Keywords: Keabsahan; Wasiat; KUH Perdata; Legitimacy; Will; Civil Code; .الشرعية; والوصية; والقانون املدي
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Debby Masyithoh
Date Deposited: 22 Dec 2022 14:13
Last Modified: 22 Dec 2022 14:13
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/42641

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item